Pameran Channa Maru Tangerang, Gabus Jenis Lokal Tembus Rp 60 Juta

Mheela Nisty - Mediatani.co
  • Bagikan
Event Channa Maru Tangerang

Mediatani – Meskipun memiliki rasa yang lezat dan kaya akan sumber protein, ikan gabus (Channa Striata) juga telah menjadi salah satu ikan hias yang populer di kalangan masyarakat.

Pasalnya, ikan air tawar ini juga memiliki corak warna dan motif yang unik di tubuhnya, sehingga dianggap cocok untuk dipelihara di dalam rumah.

Atas alasan itu, komunitas pecinta ikan gabus Tangerang menggelar pameran Channa Maru Tangerang (CMT) di Modernland Mall Tangerang pada 13-14 Maret 2021.

Pameran yang memperebutkan piala kingdom CMT ini menampilkan berbagai ikan gabus hias yang berhasil menarik perhatian publik. Bahkan, harga ikan hias air tawar ini ada yang mencapai Rp 60 juta per ekornya.

Channa Maru yang mahal itu merupakan jenis lokal yang biasanya berasal dari Kalimantan, Jambi, dan Sumatera. Selain dinilai dari kelangkaan dan sisiknya yang indah, harga jualnya juga bergantung dari panjangnya ikan.

Panitia pelaksana Reza mengungkapkan, pameran Chana Maru tersebut digelar sebagai event untuk mengumpulkan para pecinta ikan gabus hias dalam menghadapi pandemi.

“Event ini kita buat untuk mengembangkan dan juga sebagai wadah para pecinta ikan gabus. Pecinta gabus ini tidak kalah dengan pecinta cupang maupun arwana dan ikan lainnya,” ungkapnya, dilansir dari Redaksi24, Senin (15/3/2021).

Baca Juga :   Petani Kukar Terus-terusan Merugi karena Sawah Terendam Banjir, diduga Akibat Aktivitas Industri

Reza menjelaskan, ikan gabus yang dipamerkan mempunyai keunikan tersendiri dan merupakan jenis gabus pilihan. Harganya juga bervariasi, yang paling murah seharga Rp300 ribu dan paling tinggi Rp60 juta.

“Tetapi tergantung jenis dan juga asal ikan tersebut. Untuk ikan dari Kalimantan, Riau dan Sumatera harganya tinggi karena mereka masuk dalam kategori jenis lokal,”ungkapnya.

Menurutnya, harga jenis gabus lokal tidak kalah dengan ikan jenis dari luar negeri seperti yang berasal dari Thailand. Bahkan, gabus lokal yang dijual ke luar negeri bisa mencapai harga ratusan juta rupiah, karena memang sangat dicari para kolektor gabus hias.

Sementara itu, Samy Rafsanjani, Admin pameran CMT ini menjelaskan bahwa mahalnya harga ikan gabus tersebut disebabkan karena perawatannya yang spesial, warna bintik cantik dan memiliki mental predator yang baik.

“Channa Maru yang paling mahal yang ada di kontes ini seharga Rp 60 juta, berasal dari Kepulauan Kalimantan dan Sumatra Utara,” sebut Samy.

Dikatakannya, selain ikan gabus hias local, ada juga Channa yang berasal dari luar negeri seperti dari Vietnam, Thailand dan India. Adapun jenis Ikan Gabus Hias yang dipamerkan di event ini antara lain Yellow, Sentarum, Red Borneo, Asiatica, Auranti, dan Blue Pulcra.

Selain gabus hias dewasa, di pameran yang digelar perdana dimasa pandemi Covid-19 ini ada bibit-bibit lokal yang harganya mulai dari Rp30 ribu dan bibit paling mahal senilai Rp 4 juta.

Baca Juga :   Ajak Petani Mengenal Musuh Alami, Cara Kementan Jaga Produksi

Salah satu pengunjung, Akmal asal Kota Tangerang menuturkan, pameran dan kontes ikan hias jenis predator yang digelar ini bisa menjadi referensi bagi para pecinta Channa di tanah air.

“Buat nambah koleksi, tadi saya beli Channa Argus, bibitnya seharga Rp.300 ribu,” tukasnya.

Salah seorang peserta kontes yang juga menjual Chana mengaku senang dengan adanya event tersebut karena dapat membuatnya tetap bertahan di masa pandemi yang membuat perekonomian menjadi merosot.

“Terus juga kita sekaligus mempromosikan bahwa ikan jenis ini yang ada di Indonesia tidak kalah menarik dengan ikan dari luar negeri,” ungkapnya.

Dia berharap event seperti ini dapat sering dilaksanakan. Terlebih, Indonesia memiliki banyak jenis ikan gabus yang unik. Menurutnya, dengan adanya pameran, produk lokal dapat bersaing dengan yang produk dari luar.

Pameran Channa Maru ini sendiri berhasil mendatangkan hingga 2.000 pengunjung selama dua hari. Bahkan, pengunjung atau peserta pemeran ini juga banyak yang berasal dari luar Kota Tangerang. Karena masih dalam masa pandemi, pameran ini digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

  • Bagikan