Home / Nasional

Kamis, 27 Juli 2017 - 22:04 WIB

Pasak Bumi Terancam Punah

Mediatani.co – Tanaman pasak Bumi di Kalimantan Mulai langka, Berdasarkan penuturan Heriyadi mengakui hal ini bahwa saat ini tanaman pasak bumi atau disebut Ginseng Dayak itu mulai langka karena kurang pengembangan dan budi daya oleh masyarakat sekitar kawasan hutan.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pemangkuan Hutan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan melaksanakan program pengembangan budi daya tanaman pasak bumi. Program itu merupakan bantuan dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup melalui dana APBN 2017.

Baca Juga :   Kementan Tegaskan Importir Bawang Putih Wajib Tanam 5% Dari Pengajuan

“Pengembangan budi daya pasak bumi kami laksanakan di Desa Mangkupum, Kecamatan Muara Uya seluas lima hektare,” kata Kepala UPT KPH Tabalong Heriyadi, di Tanjung, Selasa, 25 Juli 2017, dilansir Antara.

Program pengembangan budi daya tanaman pasak bumi yang bernama Latin Eurycoma longifolia merupakan bagian dari agroforestry di Kabupaten Tabalong dengan target sekitar 25 hektare.

Baca Juga :   Genjot Produksi Pangan, Mentan SYL Tingkatkan Pengembangan Kedelai, Jagung dan Kelapa di Sulut

“Selain budi daya pasak bumi kegiatan agroforestry termasuk pengembangan tanaman kemiri, lada dan kopi di Desa Santuun,” kata Heriyadi.

Untuk mendukung pengembangan budi daya tanaman hasil hutan non-kayu ini Kabupaten Tabalong mendapat bantuan dana dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk pengadaan bibit tanaman pasak bumi.

Sumber : Liputan6.com

Share :

Baca Juga

Berita

Kondisi Geografis Indonesia Jadi Tantangan Ketahanan Pangan

Berita

Musim Vaksinasi, Hewan-hewan Ini juga Ternyata Divaksin Rutin

Nasional

Ganjar Akan Cabut Izin Operasi Distributor Pupuk yang Nakal

Berita

Produksi dalam Negeri Belum Cukup, RI Butuh Impor 281.867 ton Daging Sapi & Kerbau

Berita

Tingkatkan Kinerja Kearsipan, BKP Kementan Selenggarakan Bimtek

Nasional

Ingin Kaya Raya, Bertani Solusinya

Nasional

Tengkulak Kesulitan Dapat Garam Dari Petani

Berita

Cendikiawan NU Dukung Antivirus Kementan