Home / Berita / Pertanian

Sabtu, 23 Januari 2021 - 18:37 WIB

Pemerintah Kabupaten Bantaeng Komitmen Sejahterakan Petani Melalui Asuransi Pertanian

Sumber foto: tribunnews.com

Sumber foto: tribunnews.com

Mediatani – Adanya perubahan iklim yang menyebabkan bencana banjir, kekeringan, serangan hama dan yang lainnya seringkali membuat petani kesulitan. Khususnya pada hasil usaha tani yang akan berdampak dan berisiko mengalami ketidakpastian yang cukup tinggi. Melihat hal tersebut, masing – masing Pemerintah daerah dan para stakeholder mencari solusi dari permasalahan tersebut. Sehingga, bisa menekan tingkat kerugian khususnya bagi para petani yang berdampak.

Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang memiliki prinsip untuk terus berkomitmen mensejahterakan para petani. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan meneken perjanjian kerja sama dengan PT Jasindo dengan program asuransi pertanian, peternakan dan kelautan.

Ilham Azikin selaku Bupati Bantaeng menjelaskan bahwa sektor pertanian dan peternakan di masa pandemi ini adalah salah satu sektor yang masih memberikan produktivitas yang baik dalam mendukung pergerakan ekonomi di Indonesia. Memang selama masa pandemi ini dua sektor ini yaitu sektor pertanian dan peternakan Bantaeng masih menjadi andalan dan tetap kokoh dalam memperlihatkan produktivitas yang meningkat.

Ilham juga mengatakan bahwa asuransi ini sangatlah penting dan menjadi sesuatu yang menjadi andalan kami. Dimana asuransi tersebut ditargetkan bisa meringankan dan menjaga semangat petani terutama di Kabupaten Bantaeng agar tetap produktif meskipun mengalami gagal panen.

Baca Juga :   Banjir Kalsel Rendam Ratusan Ribu Hektar Lahan Pertanian

“Kita harapkan dukungan kerjasama yang diberikan oleh PT. Jasindo seperti ini tidak hanya berhenti pada sektor pertanian dan sektor peternakan saja. Sehingga, masalah yang ada bisa diatasi dan kehadiran kita sebagai lembaga betul-betul bermanfaat bagi masyarakat Bantaeng,” kata Bupati Bantaeng.

Petani yang berhak mendapat asuransi ini adalah kelompok tani yang membayar premi swadaya sebesar 20% proporsional sesuai luas area yang diasuransikan. Setelah itu dicek administrasi dan kelengkapan – kelengkapan lainnya seperti intensitas kerusakan harus mencapai 75% berdasarkan luas petak alami tanaman padi.  Pembayaran klaim untuk luas lahan satu hektar sebesar enam juta rupiahdan dilaksanakan paling lambat empat belas hari kalender sejak Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kerusakan dan dilaksanakan melalui pemindah bukuan ke rekening.

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan PT Jasindo ini sejatinya telah berjalan sejak 2018 lalu dan tahun ini sudah masuk tahun ketiga. Semoga sinergi ini dapat terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat terutama petani di Kabupaten Bantaeng.

Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dengan PT Jasindo ini dimulai dengan penandatanganan MoU dan PKS dilakukan langsung oleh Bupati Bantaeng bersama Branch Manager PT Asuransi Jasa Indonesia dan disaksikan oleh Budi Taufik selaku Kepala Dinas Pertanian dan Hispano Widodo selaku perwakilan PT Jasindo.

Baca Juga :   Budhy Setiawan: GOLKAR Ingin Kembalikan Cianjur sebagai Lumbung Pangan

Di Kabupaten Bantaeng itu sendiri, program asuransi pertanian dan peternakan adalah salah satu program unggulan. Dari program ini petani Kabupaten Bantaeng mendapat subsidi asuransi secara utuh. Program ini didorong untuk memberikan kesejahteraan dan perlindungan terhadap petani.

Tony Hendrawan selaku Branch Manager PT Asuransi Jasa Indonesia juga mengatakan bahwa Bantaeng terus bergerak menuju ke model pertanian yang modern dan mandiri. Hal ini ditandai dengan keseriusan Pemerintah Kabupaten dalam merealisasikan program kerja sama ini. Oleh sebab itu, dia mengaku jika PT Jasindo akan terus berupaya mendorong terciptanya pertanian yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Bantaeng.

“Kami juga berkomitmen untuk tetap melayani masyarakat di Kabupaten Bantaeng dalam hal asuransi pertanian dan ternak nelayan sehingga terwujud petani yang sejahtera dan berasuransi. Sehingga, untuk program selanjutnya kami kembali mengajak Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk mengembangkan prospek yang bisa disinergikan untuk mengembangangan penyelamatan ekonomi nasional” ujar Tony, Jumat, (22/01/2021).

Share :

Baca Juga:

Berita

Dianggap Masalah di Danau Tempe, Ikan Sapu-sapu Akan Dijadikan Pakan Ternak
Dilansir dari Fajar - Anggota DPRD Wajo Elfrianto bersama penjaga kebun, Muhammad Arsyad saat diperkebunan kurma di Desa Wewangrewu Kecamatan Tanasitolo

Berita

Setelah Empat Tahun, Kurma Varietas Barhee di Wajo Siap Panen Akhir Tahun Ini

Berita

Pengadaan Pakan NTT Habiskan Rp 1,1 Triliun Setiap Tahun, Pemprov Segera Bangun Pabrik Pakan

Berita

Petani Vietnam Nekat Bertani di Malam Hari, Ada Apa?

Nasional

Kondisi Petani Terus Membaik Meski Masih Dalam Suasana Covid

Nasional

Hasil Produksi Petani Garut Melimpah Namun Harga Menurun

Internasional

Aksi Protes Petani Lorraine Penuhi Jalan Paris Dengan Traktor

Berita

Tips Menjaga Kebutuhan Oksigen Pada Tambak