Pemprov Sulsel Siapkan 5.000 Hektare Lahan di Seko Luwu Utara sebagai Pusat Peternakan Terintegrasi  

  • Bagikan
ILUSTRASI. Lahan persawahan di Kecamatan Rongkong Kabupaten Luwu Utara, Sulsel. /IST

Mediatani – Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin  Abdullah bersama Direktur Utama PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), Taufik Fachruddin bertemu dengan Owner PT Widodo Makmur Unggas, Tumiyono, di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Perseroda Sulsel dengan PT Widodo Makmur Unggas telah sepakat untuk melakukan pengembangan peternakan sapi, peternakan ayam, penanaman jagung dan olahan lainnya di Sulsel.

Dirut Perseroda Sulsel Taufik Fachruddin menuturkan bahwa adapun lokasi pengembangan kawasan peternakan itu akan dipusatkan di Seko, Luwu Utara.

“Jadi kerjasama ini nantinya akan berisifat terintegrasi peternakan sapi, peternakan ayam, penanaman jagung, dan produksi olahan,” kata Taufik Fachruddin, Sabtu (6/2) dikutip Senin (8/2/2021) dari situs berita Tribun-timur.com.

Untuk percepatan program, Pemprov Sulsel sendiri bakal menyelesaikan infrastruktur menuju lahan kawasan peternakan tersebut.

“Keinginan pak Gubernur untuk menjadikan Sulsel sebagai salah satu lumbung daging di Indonesia. Kami akan memulai tahun ini persiapan pembangunan Infrastruktur dan kesiapan awal lain,” kata dia.

Sementara itu, untuk pengelolaan peternakan sapi sendiri, PT. Perseroda Sulsel bersama Pemprov Sulsel menyediakan lahan dengan luas sekitar 5.000 hektar dan difokuskan di Seko.

“Terkhusus legal standing terkait 5.000 ha lahan, yang akan kami jadikan sebagai tempat dalam pengembangan (Peternakan sapi). Seko dipilih oleh bapak Gubernur sebagai tempat untuk pengembangan rencana itu,” katanya via rilis yang dikutip Senin (8/2/2021) dari situs yang sama.

Taufik membeberkan bahwa dalam pelaksaan industri ternak itu, tercatat ada sekitar 7 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel yang akan terlibat.

“Diperkirakan sekitar ada 7 atau 8 OPD lain yang akan terlibat langsung dalam pengembangan rencana menjadikan Sulsel sebagai salah satu lumbung daging Indonesia,” kata dia.

Baca Juga :   Wujudkan Pembangunan Pertanian Berkelanjutan, Guru Besar IPB: Riset Aksi Holosentrik Solusinya

Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah pun optimistis bisa memenuhi kebutuhan daging secara mandiri, dan menjadi lumbung daging nasional.

Tak hanya di Seko, sejumlah daerah pula bakal dijadikan pusat penembangan ternak, seperti Pucak (Maros) dan beberapa daerah lainnya.

Dia berharap Sulsel pun mampu menjadi pusat peternakan yang dapat menghasilkan produk susu dan keju.

“Ini sebuah rencana besar kita di peternakan bahwa kita punya ranch (peternakan). Ini kita lagi dalam proses di Seko. Ini Seko, savana dengan curah hujan mendukung, apalagi nanti kalau Dinas Peternakan sudah bisa bikin pabrik susu, pabrik keju,” kata Nurdin Abdullah.

Dia juga mengungkap bahwa Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bisa menjadi pendorong, bagaimana Indonesia menjadi negara mandiri daging.

Masalah yang dihadapi, menurut Nurdin Abdullah, adalah stok daging saat menjelang hari raya masih dipenuhi impor. Padahal, Sulsel melihat potensi besar untuk produksi daging.

Menurut dia kemampuan dan keunggulan Sulsel di bidang ini pernah tercapai, bahkan para pembeli hewan ternak pula datang dari luar negeri.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman juga melakukan peninjauan langsung Rumah Potong Hewan (RPH) Antang di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Makassar, Jumat 5 Februari 2021, lalu.

Dikutip Senin (8/2/2021) dari situs berita Terkini.id bahwa rencananya rumah potong hewan ini bakal diresmikan pada Senin 8 Februari 2021, hari ini.

Rumah potong hewan yang sebelumnya terkesan kurang terawat kini telah dibenahi.

Terlihat luar bangunan bertingkat dua itu bercorak abu-abu.

Baca Juga :   Skema Kementan dalam Peningkatan Produksi Susu Nasional dan Mengurangi Impor

Di dalamnya pun ada perpaduan hijau, biru dan putih. Pada lantai duanya, disiapkan kantor.

Memasuki RPH itu, telah disiapkan beberapa tempat untuk menjaga higienitas pemotongan sapi ini.

Di bagian belakang, adapula sebuah kandang.

Di salah satu sudutnya, terdapat juga tempat untuk truk terparkir yang memuat sapi.

Di RPH ini pula, terdapat tiga alat restraining box, berupa manual, elektrik dan multifungsi. Alat itu ialah kandang jepit yang digunakan untuk perebah sapi yang siap dipotong.

Bahkan, Andi Sudirman juga melihat langsung uji coba alat restraining box secara manual dan elektrik.

Andi Sudirman berharap, dengan terselesaikannya pembangunan RPH itu, dapat berstandar ASUH yakni, Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

Untuk menjamin kesehatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat dalam mengkonsumsi daging ternak di Sulsel.

“Saya mau pengelolaan harus profesional dan lebih baik lagi. Termanfaatkan apa yang didirikan untuk masyarakat,” ujar dia.

Hadirnya RPH ini, lanjut dia, atas sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota.

Pada tahun 2021 ini, kembali mendapatkan bantuan alat untuk RPH dari pemerintah pusat.

Dirinya pun meminta agar hadirnya RPH itu mampu termanfaatkan dengan baik serta menjamin kualitas daging.

RPH ini pun rencananya masih tahap pembebasan lahan.

“Kita ingin bangunan ini dimanfaatkan dulu, sehingga tidak mangkrak,” tegasnya.

“Siapapun Walikotanya (Makassar), kita inginkan agar ini tetap diperhatikan. Sehingga RPH ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, serta menjaga kualitas daging yang akan kita konsumsi,” ungkapnya. (*)

  • Bagikan