Pengunjung Wisata Hutan Mangrove di Gresik Bisa Panen Ikan Bersama Petambak

  • Bagikan
Muara Bengawan Solo

Mediatani – Kabupaten Gresik merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan berbagai destinasi wisatanya. Destinasi wisata alam yang kali ini direkomendasikan adalah Muara Bengawan Solo (MBS) yang terletak di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah.

Di lokasi wisata yang tergolong baru tersebut, pengunjung disuguhi keindahan alam berupa hutan mangrove saat menyusuri Sungai Bengawan Solo dengan menggunakan perahu wisata.

Selain bisa menikmati keindahan alam, wisatawan juga ditawari untuk panen ikan langsung di tambak tradisional bersama para petambak. Setelah menangkap ikan, pengunjung bisa langsung memasak dan memakan ikan hasil tangkapannya.

Untuk pergi ke lokasi wisata ini, wisatawan harus menempuh jarak 45 kilometer dari pusat kota Gresik. Pengunjung yang datang ke lokasi wisata tersebut kebanyakan berasal dari luar kota seperti Malang, Surabaya, dan Bojonegoro.

Di hutan wisata ini juga terdapat beragam fauna, seperti burung-burung liar yang menghinggapi mangrove yang ada di area tersebut. Pengunjung yang datang di lokasi wisata itu harus tetap menerapkan protokol kesehatan, setiap perahu juga hanya boleh membawa 10 orang untuk menyusuri MBS.

Salah seorang pengunjung Nur Diana Firdausi mengaku kedatangannya ke lokasi wisata tersebut merupakan kali pertama baginya. Dia yang datang bersama rombongan juga sempat memanen ikan bandeng langsung dari tambak.

Baca Juga :   NTT Akan Segera Ekspor 1 Juta Lebih Ikan Kakap dan Kerapu Hasil Budidaya

“Seneng banget kaya gini, bisa terjun langsung menangkap ikan sendiri. Ini juga pengalaman pertama menangkap ikan, ungkapnya, dilansir dari Medcom, Senin (31/5).

Kesenangan yang sama juga dirasakan oleh Agus Wiyono, pengunjung asal Kota Malang, yang mengaku baru pertama kali menikmati trip susur MBS ini. Ia datang di MBS karena mendapat informasi bahwa di lokasi tersebut pengunjung dapat menangkap dan memasak ikan sendiri dari tambak.

“Ini tidak saya temukan di wisata lain, seru dapat pengalaman banyak,” kata Agus.

Selain membakar ikan yang ditangkap sendiri, pengelola wisata juga menyediakan menu masakan pesisir lainnya, seperti kakap putih, lodeh ikan asap, dan asem-asem sembilang.

Syaifullah Mahdi, pengelola wisata MBS menjelaskan bahwa di daerah ini memang banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi wisata alam yang eksotis dan edukatif. Di objek wisata seperti itu, pengunjung tidak hanya sekedar menikmati keindahan alam, namun juga diajak untuk mengetahui cara petambak memanen ikan.

“Banyak potensi di wilayah kita dan itu sangat menarik untuk kita jual, jadi kita ingin membuat banyak alternatif dengan trip ini, sehingga respons pengunjung bisa enjoy dan menyenangkan,” jelasnya.

Baca Juga :   Kisah Perempuan Pencari Kerang yang Melestarikan Kearifan Lokal di Hutan Bakau Jayapura

Pengunjung yang datang ke lokasi wisata ini cukup menyiapkan dana sebesar Rp200-300 ribu per orang. Satu perahu yang digunakan untuk melakukan satu trip ini hanya terdiri dari 10 orang.

Potensi wisata di Gresik

Sektor pariwisata di Kabupaten Gresik saat ini memang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, di daerah tersebut banyak bermunculan potensi wisata yang baru.

Sebelumnya, di Gresik hanya terdapat 40 lokasi wisata, tapi sekarang telah berkembang menjadi 128 objek daya tarik wisata (ODTW). Hal ini bisa terjadi berkat peran dari pemerintah daerah (Pemda), yang aktif dalam memberikan pendampingan sehingga banyak kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang lahir.

Jumlah pokdarwis yang dulunya terbilang aktif hanya ada 9. Namun kini telah bertambah menjadi 42 pokdarwis. Semuanya tersebar ke berbagai pelosok desa yang ada di Kabupaten Gresik, termasuk 20 pokdarwis di antaranya terdapat di Pulau Bawean yang memang memiliki potensi wisata yang mengagumkan.

  • Bagikan