Peranan Mikroorganisme Tanah Bagi Keberlanjutan Tanah dan Tanaman

  • Bagikan
Sumber: Kompasiana.com

Mediatani – Tanah merupakan faktor abiotik yang sangat penting dalam menunjang kehidupan yang ada di Bumi. Planet besar seperti Jupiter dan Saturnus pun bahkan tidak memiliki tanah. Namun, Bumi memiliki tanah yang mampu untuk menumbuhkan berbagai macam tumbuhan menjadi tempat hidup bagi hewan dan juga bagi kehidupan manusia.

Dalam tanah, hidup berbagai macam mikroorganisme yang kemudian disebut mikroorganisme tanah. Mikroorganisme tanah yaitu segala hewan kecil yang hidup di dalam tanah. Contoh dari mikroorganisme tanah seperti tungau, larva serangga, cacing tanah, rayap, semut, kumbang, alga, cyanobacteria, jamur, collembola, nematoda, dan protozoa.

Semua mikroorganisme tersebut memiliki peranan penting dalam menunjang kehidupan di Bumi khususnya di tanah. Dilansir dari kompas.com, berikut penjelasannya:

1. Dekomposer

Peran utama mikroorganisme tanah yaitu sebagai dekomposer bahan organik yang telah mati. Makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan yang telah mati di alam akan di dekomposisi oleh mikroorganisme tanah menjadi bahan organik. Itulah mengapa di alam liar tidak menumpuk bangkai dari hewan maupun tumbuhan.

Mikroorganisme tanah seperti cacing, semut, nematoda, dan serangga lainnya akan mengurai makhluk hidup yang telah mati menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil.

Jamur dan bakteri kemudian mulai menguraikan bahan mati tersebut dengan cara memecah ikatan karbon, sehingga melepaskan CO2, molekul kecil, molekul organik, dan melepaskan nitrogen ke tanah.

Selain didekomposisi secara kimia oleh aktivitas bakteri dan jamur, rayap juga berperan penting dalam proses dekomposisi kayu. Rayap memakan kayu yang telah mati di tanah, sehingga tidak menutupi lantai hutan.

Lantai hutan yang bersih dari organisme mati akan dapat memungkinkan pucuk-pucuk tumbuhan baru agar tumbuh dan berkembang.

2. Pendorong Bagi Pertumbuhan Tanaman

Proses dekomposisi oleh bakteri dan jamur akan melepaskan nitrogen dari makhluk hidup yang telah mati ke dalam tanah. Nitrogen merupakan unsur hara yang dibutuhkan bagi tanaman untuk menunjang pertumbuhannya.

Tanah yang memiliki kandungan nitrogen yang tinggi akan menunjang pertumbuhan tanaman. Keberadaan dari mikroorganisme seperti cacing, semut, alga dan serangga lainnya mampu untuk menggemburkan tanah.

Tanah yang gembur akan memungkinkan oksigen yang masuk lebih banyak dibanding tanah yang lebih padat, sehingga akar tanaman akan mendapatkan ruang untuk tumbuh dan memperoleh air. Oksigen juga berperan penting untuk mempercepat proses pembusukan makhluk hidup yang telah mati dan pelepasan nitrogennya ke tanah.

Mikroorganisme juga akan membantu penyerapan nutrien dari tanah oleh akar tumbuhan. Jamur berperan dalam pembentukan fosfor dan membantu mikronutrien untuk masuk ke dalam akar tanaman.

3. Menguraikan polutan tanah

Peranan selanjutnya dari mikroorganisme tanah yaitu menguraikan segala bentuk polutan tanah dari mulai zat padat, zat cair, hingga bahan kimia. Mikroorganisme melalui aktivitas enzimatiknya mampu untuk menguraikan bahan kimia sehingga kesehatan tanah akan tetap terjaga.

4. Menjaga kebersihan air tanah

Peran mikroorganisme sebagai dekomposer organisme mati maupun polutan tanah akan menjaga kebersihan air tanah yang berada dalam batuan akuifer.

Jika mikroorganisme tidak mendekomposisi polutan dan organisme mati, maka zat tersebut akan terserap ke bawah tanah hingga ke batuan akuifer. Hal tersebut akan mencemari air tanah, memberikan bau, warna, bahkan berbahaya bagi kesehatan jika dimanfaatkan oleh manusia.

***

Demikian uraian tentang peranan mikroorganisme tanah. sudah menjadi keharusan bagi kita untuk menjaga keberadaan mikroorganisme yang ada di dalam tanah agar keberlanjutan ekosistem tanah dan pertumbuhan tanaman tetap terjaga.

  • Bagikan