Peringati Hari Tanah Sedunia 2021, Mentan SYL Ajak Masyarakat Bangun Pertanian

  • Bagikan
Sumber foto: merdeka.com

Mediatani РDalam memperingati Hari Tanah Seduni 2021, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar ikut serta membangun sektor pertanian Indonesia secara total.

Baca Juga :   IKA FAPERTA UB Malang Adakan Pelatihan dan Pendampingan Pendirian Badan Usaha, Ini Yang Ingin Dicapai

Dilansir dari laman republika.id, Gubernur Sulawesi Selatan periode 2008-2018 ini mengungkapkan bahwa sektor pertanian telah terbukti mampu menjadi pemantik kebangkitan ekonomi nasional yang diketahui tengah mengalami tekanan di masa pandemi Covid-19.

Saat menghadiri peringatan Hari Tanah 2021 di Bogor, Jawa Barat pada Kamis (9/12/21), Mentan SYL menyampaikan terkait perkembangan sektor pertanian Indonesia selama pandemi berlangsung.

“Sektor pertanian Indonesia diam-diam mampu menghapus air mata rakyat yang sama-sama menghadapi turbulensi ekonomi,” ungkap Mentan SYL.

Lebih lanjut, menurutnya ada banyak cara yang bisa ditempuh oleh masyarakat agar bisa menghasilkan skala ekonomi yang jauh lebih besar. Salah satunya yaitu dengan menerapkan konsep urban farming.

Penerapan konsep urban farming atau pemanfaatan lahan-lahan yang kosong bisa dilakukan dengan cara memadukan sentuhan dari digitalisasi dan teknologi modern yang sejauh ini telah diterapkan dengan baik pada sektor pertanian.

Ia menambahkan bahwa konsep pertanian tersebut bukan hanya diterapkan di Bogor saja. Diharapkan penerapan konsep urban farming ini juga bisa diterapkan di seluruh daerah dari Sabang sampai Merauke, sebab masih banyak tanah yang harus digarap.

“Khusus di Pulau Jawa, saya berharap bisa lebih kuat dengan sistem intervensi dan teknologi agar produktivitasnya meningkat,” tegas Mentan SYL yang akrab disapa Komandan.

Mentan SYL menyampaikan bahwa belum lama ini Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) telah meresmikan fasilitas pertanian presisi modern farming BBSDLP.

Fasilitas yang telah diresmikan ini merupakan sistem pertanian modern yang hadir untuk memacu keinginan para masyarakat agar lebih berminat untuk bercocok tanam dengan cara yang canggih.

Ketika dipantau dari lokasi, pertanian presisi yang terdapat di gedung Puspita Farm 1 dan 2 ini telah sukses memproduksi beragam jenis sayuran. Misalnya seperti buah melon, cabai dan pakcoy.

Rencananya konsep urban farming ini akan dikembangkan merata ke seluruh pelosok daerah yang ada di Indonesia.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Mentan SYL tidak setuju terkait pemindahan Litbang ke tempat lain. Sebab, tidak adanya kegiatan riset dan varietas tanaman unggul yang disertai dengan penelitian.

Menurutnya, sektor pertanian bisa berkembang lebih maksimal ketika Litbang bisa menjalankan perannya dengan lebih optimal.

Sementara itu, Kepala Balitbangtan Kementerian Pertanian, Fadjri Jufri menyampaikan bahwa kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap pangan di saat pandemi seperti ini sangat tinggi. Oleh sebab itu, dibutuhkan adanya inovasi yang mampu memacu meningkatnya produktivitas.

Menurut Fadjri Jufri, pertanian presisi ini diibaratkan seperti pilot project sektor pertanian di masa depan. Terlebih lagi, sektor pertanian Indonesia saat ini telah memiliki teknologi dan sudah mengembangkan varietas unggul dan semuanya telah disiapkan.

  • Bagikan