Petani Desa Pamoyanan Manfaatkan Limbah Pertanian untuk Ternak

  • Bagikan
Sumber foto: pertanianku.com

Mediatani – Dewasa ini, pertanian organik menjadi salah satu hal yang mulai digalakkan oleh beberapa pemerhati pertanian dan lingkungan. Pasalnya, pertanian organik dianggap mampu menjadi solusi untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan yang dibuat oleh manusia itu sendiri.

Salah satu konsep yang diterapkan dalam pertanian organik yaitu menggunakan kembali atau memanfaatkan segala hal dari kegiatan pertanian seperti limbah pertanian untuk dijadikan pakan peternakan.

Selama ini, pakan menjadi salah satu sarana yang sangat strategis dan sangat penting dalam proses produksi atau budidaya. Hal tersebut karena mutu dan kecukupannya yang langsung berkorelasi terhadap performa dari ternak.

Pakan yang terbatas akan berdampak pada daya tampung ternak di suatu daerah yang mengakibatkan penurunan produksi atau bisa juga menyebabkan terjadinya gangguan reproduksi.

Namun, dengan penerapan pertanian organik yang mengandalkan potensi pertanian/industri terhadap pengoptimalan limbahnya, maka kebutuhan pakan ternak tersebut dipercaya dapat diatasi.

Baca Juga :   Jokowi Harus Perbaiki Nasib Petani dan Buruh Jika Ingin Terpilih Lagi

Terkait hal ini, Elan Jaelani seorang Fasilitator Desa BSI Pamoyanan menyampaikan bahwa dalam penggunaan bahan pakar alternatif sebaiknya harus mempertimbangkan beberapa hal.

Salah satunya adalah penampungan bahan pakan dalam jumlah yang banyak pada satu tempat. Hal ini untuk mengurangi biaya operasional yang besar.

“Di Desa BSI Pamoyanan sendiri sebenarnya lokasi pertanian itu sangat terbatas, tetapi ketika ada limbah pertanian seperti jagung dan singkong kami manfaatkan untuk pakan Domba,” ungkap Elan Jaelani pada Selasa (30/11).

Limbah jagung dan singkong terdapat di sekitar lokasi pemberdayaan Rumah Zakat dan BSI di sekitar Markaz Domba. Di sana, masih banyak para petani yang menanam dua komoditi tersebut sehingga produksi limbahnya cukup banyak dan bisa dimanfaatkan menjadi pakan ternak.

Limbah pertanian merupakan bagian dari tanaman pertanian di atas tanah atau berada pada pucuk, batang yang masih tersisa setelah dilakukan pemanenan atau hasil utamanya telah diambil. Inilah yang kemudian menjadi pakan alternatif untuk digunakan sebagai pakan ternak.

Baca Juga :   Mentan Yakin Pemanfaatan UPJA Akan Genjot Produksi Pangan

Limbah pertanian yang dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak dianggap baik untuk konsumsi ternak unggas maupun ternak ruminansia.

Sumber limbah pertanian ini didapatkan dari beberapa komoditi tanaman pangan. Hal ini karena ketersediaan tanaman pangan yang dipengaruhi oleh luas areal panen dan pola tanam yang digunakan pada tanaman pangan tersebut.

Jenis limbah pertanian yang bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak antara lain tanaman padi, tanaman kedelai, tanaman jagung, tanaman kacang tanah, tanaman Singkong atau ubi kayu, tanaman ubi jalar, dan beberapa tanaman pangan lainnya.

Pemberdayaan Ekonomi, khususnya pada sektor peternakan menjadi salah satu sektor yang terdapat dalam pemberdayaan masyarakat di Pamoyanan. Sehingga, jika ditemukan ada limbah pertanian, peternak biasanya langsung menghubungi para petani terutama yang memiliki lahan pertanian pangan tersebut.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani