Petani-Peternak Berpotensi Terdampak Rencana Impor Pakan dari Brasil

  • Bagikan
ILUSTRASI. Pakan ternak

Mediatani – Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) mengatakan bahwa wacana impor pakan ternak dan ayam dari Brasil berpotensi akan berdampak pada petani jagung dan peternak ayam lokal.

Padahal, industri pakan dalam negeri diklaim telah mencapai swasembada lebih dari 50 tahun belakangan.

Ketua Umum GPMT Desianto Budi Utomo menuturkan bahwa dampak itu muncul lantaran harga ayam impor dari Brasil diduga akan lebih murah ketimbang produk lokal.

Multiplier effects (efek ganda) dari importasi pakan terhadap industri bisa meluas ke sub sektor lainnya, seperti petani jagung, peternak, dan pedagang ayam baik ayam petelur maupun pedaging, tenaga kerja budi daya ayam, dan bahan pakan lainnya,” katanya dikutip, Jumat (23/4/2021) dari laman CNNIndonesia.com yang juga mengutip Antara, Rabu (21/4).

Padahal, lebih dari 12 juta keluarga petani dan peternak menggantungkan hidupnya dari industri pakan ternak ini.

Dia pun membandingkan rencana impor itu dengan kejadian serupa yang lebih dulu terjadi di Filipina, sehingga mengakibatkan industri ayam di sana jatuh.

“Belajar dari kasus importasi ayam di Filipina, sekali masuk daging ayam ke negara tersebut untuk test injury impact telah menyebabkan industri ayam di Filipina kolpas, hingga sekarang ini tidak bisa bangkit lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra mengatakan impor daging ayam dari negara yang bisa menawarkan harga lebih murah, seperti Brasil, adalah sebuah keniscayaan.

Baca Juga :   Sudah Tahu? Inilah Manfaat dan Pantangan Buah Mengkudu

Melihat tren harga daging ayam mahal yang ada saat ini, maka impor daging ayam murah hanya masalah waktu saja.

“Kalau melihat tren, ini akan kalah, tetap. Ini hanya soal mengulur waktu saja. Kita tidak tahu apakah mampu mengulur waktu dalam setahun, setahun setengah, atau 2 tahun. Tetapi daging ayam yang murah akan masuk,” katanya pada webinar Pataka bertajuk Harga Jagung Melambung.

Saat ini saja, lanjutnya, masyarakat sudah teriak harga daging ayam mahal. Menurut dia, harga daging ayam per kilogram berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp44 ribu.

Kenaikan ini pula dipicu oleh mahalnya harga bibit ternak anak ayam atau Day Old Chicken (DOC), juga pakan ternak yang selangit.

Pakan ayam seperti jagung misalnya mengalami anomali karena terjadi di tengah kenaikan produksi.

Dia mengungkapkan bahwa rata-rata harga jagung produksi lokal pada April 2021 mencapai Rp4.263 per kg atau naik 6,52 persen dari rata-rata harga Maret, Rp4.002 per kg.

Sedangkan, harga acuan Kemendag paling tinggi untuk jagung kadar air 15 persen seharga Rp3.150 per kg dan Rp2.500 per kg untuk kadar air 35 persen di tingkat petani.

Masuk ke pabrik, lanjut Syailendra, harga pakan naik hingga berada di tingkat Rp7.000-Rp8.300 per kg.

Baca Juga :   Inspiratif! Pensiunan PNS Abdikan Diri Bangun Sekolah hingga Peternakan Ayam

Imbasnya, harga daging ayam di pasaran pun melonjak. Pasalnya, kontribusi pakan terhadap Harga Pokok Produksi (HPP) satu ekor ayam mencapai 60 persen.

Jabar Tanam Jagung di Lahan 1.000 Ha untuk Penuhi Defisit Pakan Ternak

Sementara itu, Pemerintah Jawa Barat melalui badan usaha milik daerah (BUMD) PT Agro Jabar menyerahkan naskah nota kesepahaman (MoU) kepada PT Agro Serang Berkah tentang penanaman modal pangan jagung.

Berdasarkan keterangan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, nota kesepahaman itu menjadi langkah awal dari rencana jangka panjang.

Tujuannya ialah agar saling menguatkan dan sama-sama mensejahterakan masyarakat melalui sektor pertanian dan pangan.

“Sektor pangan teknologinya harus canggih, jangan kayak dulu. Kembali ke desa hanya bisa dikampanyekan kalau pemasukannya setara kota dan diberikan inovasi baru berupa aplikasi yang memudahkan pekerjaan,” ujar Ridwan Kamil dalam keterangan tertulisnya Bandung, Jumat, 16 April 2021, dikutip dari situs Liputan6.com.

Ridwan Kamil menuturkan bahwa, upaya itu dilakukan agar inovasi dan teknologi pertanian menjadi hal yang harus dikembangkan.

Apalagi saat pandemi COVID-19, pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan.

Dalam kerja sama tersebut, jelas Ridwan Kamil, PT Agro Jabar akan membeli jagung di Serang. Nantinya, jagung akan ditanam di lahan seluas 1.000 hektare…baca selengkapnya dengan klik di sini(*)

  • Bagikan