Home / Berita / Peternakan

Selasa, 23 Februari 2021 - 16:36 WIB

Peternakan Babi di Dusun Kauman Karanganyar Resahkan Warga, Peternak Diminta Lakukan Sterilisasi

Ilustrasi. Ternak Babi/IST

Ilustrasi. Ternak Babi/IST

Mediatani – Para peternak babi yang berada di Dusun Kauman RT 2 RW/ 10 Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar meminta waktu selama 7 bulan untuk melakukan sterilisasi terhadap kandang babi milik mereka.

Hal itu berdasar pada hasil kesepakatan yang dilakukan oleh 4 peternak babi dengan warga yang berlangsung di balai Desa Nangsri, Kecamatan Kebakramat, Jumat (19/2/2021) sebagaimana diberitakan republika.co.id yang dikutip mediatani.co, Selasa (23/2/2021).

Kepala Desa Nangsri, Wiyana menyampaikan bahwa mediasi yang dilakukan antara warga dengan empat peternak itu untuk menindaklanjuti keluhan dan protes warga kemarin.

Protes dilontarkan warga disebabkan karena peternakan babi yang berada dekat dengan pemukiman sehingga mengganggu lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Dari hasil mediasi tersebut, para peternak berjanji akan melakukan sterilisasi. Para peternak meminta waktu tujuh bulan,” paparnya dihubungi wartawan, Jumat (19/2/2021) dikutip dari sumber yang sama, Selasa (23/2/2021).

Wiyana mengutarakan bahwa alasan peternak untuk meminta waktu dengan pertimbangan saat ini ternak babi yang mereka miliki masih kecil. Sehingga harus menunggu hingga layak untuk dijual. Menurutnya para pemilik ternak meminta tenggat waktu dengan pertimbangan supaya usia babi sudah layak jual.

Selama kurun waktu itu, para peternak pun berjanji bakal melakukan sterilisasi agar aroma bau yang keluar dari kandang diupayakan tak menyegat dan mengganggu warga.

Baca Juga :   Flu Babi Afrika Menjangkit Tiga Peternakan di Karanganyar

“Salah satu peternak yang berasal dari Solo meminta waktu 5 bulan. Sedangkan 3 pemilik lainnya meminta waktu setelah panen. Jika melanggar kesepakatan silahkan dibongkar sendiri bersama pemilik ternak,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Peternakan Dispertan PP Karanganyar, Heri Sulistyo menuturkan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan mantri ternak di lapangan untuk melakukan pengawasan.

Terutama untuk pakan ternak yang tidak menimbulkan bau. “Kalau pakan ternak difermentasi dengan mikroba, tidak akan menimbulkan bau. Kita bakal berikan pelatihan kepada para mantri ternak ini,” ujar dia.

Sebelumnya, warga Kauman mendatangi kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan Kamis (18/02/2021), lalu. Mereka memprotes keberadaan kandang babi yang berada di wilayah mereka karena sangat mengganggu masyarakat setempat.

Di berita yang lain, sebagaimana diberitakan mediatani.co sebelumnya, bahwa Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Ternak (TPHT), Politeknik Indonesia Venezuela (POLIVEN) menandatangani kerjasama MoU dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri, Aceh Besar, Selasa (16/2/2021) di Kampus Poliven, Aceh Besar, lalu.

Kerja sama itu pun akan mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Poliven itu dihadiri Direktur Poliven Reza Salima SP MP, Pimpinan BPTU-HPT Indrapuri drh Vierman dan Ketua Prodi TPHT Masyitah SPt MSi.

Baca Juga :   Pastikan Ketersediaan Pangan, Kulon Progo Kembangkan Sentra Produksi Ikan

Dikutip Senin (22/2/2021) dari situs serambinews.com, Ketua Prodi TPHT Masyitah menuturkan bahwa kerjasama itu dalam rangka membantu melahirkan kader-kader peternakan yang handal dan kompeten dalam penguasaan teknologi.

Di samping itu, juga diharapkan mampu menghadapi dan mengatasi permasalahan-permasalahan peternakan yang ada di kehidupan masyarakat.

Direktur Poliven, Reza Salima mengatakan harapannya melalui kerja sama tersebut, Poliven mampu mengambil bagian dalam pengembangan serta pembibitan sapi Aceh dan hijauan pakan ternak. Pun ikut serta dalam peningkatan kapasitas pendidikan vokasi.

“Pendidikan vokasi tak hanya menghasilkan paper atau artikel ilmiah. Lebih dari itu juga adanya riset-riset terapan yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam dunia industri,” jelas Reza Salima.

Sementara itu Pimpinan BPTU-HPT Indrapuri, drh Vierman menjelaskan bahwa saat ini keberadaan sapi Aceh belum dikenal secara luas di masyarakat. Oleh karena, Poliven diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan sapi Aceh dan hijauan pakan ternak.

“Mahasiswa bisa melakukan kegiatan di bidang pendidikan melalui perkuliahan, praktek lapangan dan juga magang. Mareka akan didampingi oleh ahli-ahli yang berkompeten di bidangnya yang berada di BPTU-HPT Indrapuri,” ujar Vierman. (*)

Share :

Baca Juga:

Nasional

Kurangi Ketergantungan Pupuk Subsidi, Pupuk Indonesia Canangkan Agro Solution

Berita

Peternak Kotawaringin Timur Butuh Dukungan dan Pembinaan dari Pemda

Berita

Saling Sharing Pengalaman, Kenalkan Potensi Kopi Kaltara

Nasional

Fakta dari Kejadian Kebun Melon Milik Warga yang Digilas Kendaraan TNI di Kebumen

Berita

Indonesia dan Jepang Jalin Kerja Sama Untuk Tingkatkan Kapasitas Pelaut Perikanan

Berita

PW LPPNU Jatim Total Dukung Program Mentan Amran Untuk Sejahterakan Umat

Berita

Tanam Cabai Di Sela Hutan, Dua Petani Jember Masuk Penjara

Nasional

Kapolsek Perempuan Turun ke Sawah Bantu Petani Potong Padi