Peternakan ‘New Zealand’ Ini Ada di Indonesia, Bagus untuk Eduwisata

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Peternakan Sapi di Payakumbuh/IST

Mediatani – Peternakan sapi memang menjadi bisnis yang sangat menguntungkan jika kamu mengelolanya dengan baik. Bahkan, jika mempunyai lahan yang bagus, bisnis ini juga bisa menjadi tempat wisata yang indah, lho.

Sebagaimana peternakan sapi di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Hijauan Pakan Ternak (HPT) Kementerian Pertanian Padang Mengatas di Kabupaten Payakumbuh.

Di sana, lahannya mempunyai luas 280 hektare (ha) dengan 1.300 ekor sapi yang dilepasliarkan. Bahkan, pemandangannya dinilai sangat mirip dengan peternakan sapi di Selandia Baru, wow!

Melansir dari situs detik.com, Kepala BPTU-HPT Padang Mengatas Gigih Tri Pambudi mengatakan balai BPTU-HPT tersebut bisa menjadi objek wisata sekaligus ikon pariwisata baru di Sumatera Barat.

Peruntukannya pun bagi semua kalangan, terutama pelajar. Bagi anak SD hingga mahasiswa, peternakan ini bisa menjadi wisata yang cocok untuk edukasi.

“Orang bilang di sini seperti di New Zealand, jadi kami sebut di sini dengan bukit New Zealand. Banyak pengunjung yang datang mulai dari anak-anak SD hingga mahasiswa, dan sampai saat ini masih gratis,” kata dia di Padang, Senin (12/4/2021).

Dia berharap, ke depan balai tersebut bisa ditetapkan sebagai salah satu tempat edu wisata di Payakumbuh, ungkapnya.

Baca Juga :   Pengolah Ikan Aceh dilatih Kembangkan Produk Hasil Perikanan

Gigih mengatakan dengan bantuan teknologi akan mampu meningkatkan kinerja BPTU-HPT dalam mendukung pemenuhan daging nasional.

Sedangkan untuk jenis sapi yang dikembangkan di balai tersebut ialah sapi simmental dan limousin yang banyak dikembangkan di balai itu.

“Selain sapi limousin dan simmental, di sini juga ada sapi lokal yakni sapi pesisir asli tanah Minang,” katanya. BPTU-HPT di Payakumbuh juga sempat menjadi pusat pembelajaran peternakan dari negara tetangga dan pusat pembibitan terbesar di Asia Tenggara.

Gigih menyebut tugas dan fungsi utama balai ini adalah mendukung peningkatan populasi dan produktivitas daging sapi nasional dengan menghasilkan bibit yang berkualitas.

“Tidak hanya menghasilkan bibit yang berkualitas, ke depan BPTU-HPT ini diharapkan bisa menjadi wisata edukasi yang sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, yakni harus maju, mandiri dan modern, tentu dengan sentuhan teknologi di dalamnya,” ungkap Gigih.

Gigih mengimbau kepada para pengunjung BPTU-HPT agar senantiasa menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada selama berada di kawasan ini.

Hal ini wajib dilakukan agar kualitas dan kesehatan hewan ternak tetap terjaga. “Kepada para pengunjung, kami himbau agar menjaga kebersihan selama dilokasi serta menjaga fasilitas yang tersedia, ini penting untuk menjaga kesehatan dan kualitas hewan ternak yang ada disini,” jelas Gigih.

Baca Juga :   Gowa Jadi Percontohan Program 1.000 Desa Sapi, Kementan Akan Suplai Sapi Indukan

13 Langkah Beternak Sapi Skala Rumahan, Mudah Tidak Repot

Sapi ialah hewan ternak populer yang banyak diternakkan karena memiliki manfaat besar bagi manusia. Terutama dalam hal sumber bahan pangan, khususnya protein.

Sapi juga umumnya diternakkan baik secara rumahan ataupun pada peternakan yang besar. Nah, Pada kesempatan ini, mediatani.co mencoba menjelaskan khusus mengenai 13 cara ternak sapi dalam skala rumahan.

Ternak sapi rumahan dikenal sebagai usaha yang ekonomis karena masih berskala kecil dan membutuhkan modal yang tidak begitu besar dalam perawatan atau pembuatan kandang.

Namun, tentunya hasil yang baik akan didapatkan jika peternak mampu menerapkan standar yang baik sehingga kualitas yang didapat mendapat respon baik di pasaran.

Langsung saja, berikut uraian selengkapnya untuk mencapai hal tersebut;

  1. Pemilihan Bibit

Cara untuk mendapatkan hasil yang baik tentunya diawali dari pemilihan bibit yang berkualitas, yakni melihat bibit sapi dari bentuk dan garis badan, muka, telinga, dan kakinya.

Pastikan semua anggota tubuhnya tidak cacat dan memiliki kemampuan yang aktif baik kemampuan gerak maupun kemampuan dalam nafsu makannya. Baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

  • Bagikan