Program Electrifying Agriculture Dinilai Mampu Dongkrak Hasil Panen Buah Naga di Lhokseumawe

  • Bagikan
Program Electrifying agriculture PLN untuk peningkatan produktivitas petani modern

Mediatani – Dalam upaya meningkatkan produktivitas di sektor pertanian, PT PLN (persero) melalui Program electrifying agriculture yang dikembangkan terbukti membuahkan hasil yang membahagiakan.

Program electrifying agriculture ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Adapun manfaat bantuan yang didapatkan para petani yaitu berupa penambahan daya dari 900 VA menjadi 4.400 VA untuk bisa mencukupi kebutuhan listrik pertaniannya.

Penambahan daya yang dijadikan sebagai rekayasa sinar matahari pada malam hari, ternyata mampu mendongkrak hasil panen para petani buah naga yang ada di Lhokseumawe. Semenjak memanfaatkan program tersebut, hasil panen bisa mencapai hingga 2,5 kali lipat dari sebelumnya.

Merespon hal ini, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh, Abdul Mukhlis berharap agar bantuan yang telah diberikan oleh PT PLN ini mampu mensejahterakan para petani.

“Ini merupakan program bantuan untuk petani buah naga Bang Tani Jaya dan juga merupakan pemanfaatan teknologi electrifying agriculture untuk meningkatkan produktivitas pertanian khusus buah naga,” ujar Abdul, dilansir dari laman acehtrend.com, .

Terkait bantuan yang diberikan, para petani juga mengapresiasi PLN karena bantuan yang telah diberikan dinilai sangat tepat. Dampak dari penerapan program electrifying agriculture ini bisa langsung dirasakan oleh para petani.

Baca Juga :   Cara Perbanyak Tanaman Monstera Deliciosa dengan Teknik Propagasi Air

Yani (40) salah satu petani buah naga yang merasakan dampak dari bantuan tersebut menyampaikan bahwa metode penyinaran lampu LED listrik di lahan miliknya berfungsi dengan baik.

Dengan luasan lahan 1.200 meter persegi yang dimilikinya, petani buah naga mampu meningkatkan produksi panen hingga 500 kg tanpa harus menunggu musim panen buah naga. Sebelumnya, para petani buah naga hanya mampu memanen 200 kg sekali panen.

Buah naga, menurut Yani, salah satu buah yang suka tumbuh di daerah tropis. Sehingga, dukungan penyinaran lampu pada malam hari tentunya sangat berguna. Hal tersebut dilakukan agar suhu di sekitar kebun tetap terjaga.

Selain menjaga suhu agar tetap terjaga, penyinaran di malam hari juga dinilai mampu menjaga tanaman buah naga dari serangan serangga ataupun hama buah lainnya.

Baca Juga :   Dengarkan Curhat Nelayan di Natuna, Menteri Trenggono Akan Tindak Tegas Pengguna Cantrang

Rencananya, kebun buah naga yang memanfaatkan bantuan dari program electrifying agriculture ini akan terus dikembangkan untuk mendukung perekonomian para petani dan juga warga sekitar.

“Kebun buah naga ini nantinya juga sebagai tempat edukasi para petani buah naga yang ada di kota Lhokseumawe, maupun tempat agrowisata kebun naga,” ungkap Yani.

Selain di Lhokseumawe, PLN juga telah menyerahkan bantuan berupa sebanyak dua unit rumah tanam (green house) yang digunakan untuk tanaman tomat cherry dan juga food dehydrator kepada pengelola dari @KEBUNMint yang ada di Desa Neusu, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Sementara di Kota Langsa, PLN telah memberi bantuan pompa air untuk kelompok tani yang ada di Desa Buket Meutuah, Kecamatan Langsa Timur yang seringkali kesulitan dengan irigasi karena topografi sumber air tersebut rendah.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani