PT Timah Berdayakan Nelayan Semujur Indah Membuat Rumpon untuk Tingkatkan Hasil Tangkapan

Mheela Nisty - Mediatani.co
  • Bagikan
Kelompok Nelayan Semujur Indah Desa Tanjung Gunung membuat puluhan rumpon yang akan ditenggelamkan ke laut. (Sumber: Tribun Bangka).

Mediatani – Salah satu upaya yang sering dilakukan oleh nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapannya yaitu menerapkan alat bantu rumpon. Alat yang dipasang di bawah laut ini berfungsi untuk menarik perhatian sekumpulan ikan, sehingga lebih mudah untuk ditangkap oleh nelayan.

Alat inilah yang juga dibuat oleh Kelompok Nelayan Semujur Indah Desa Tanjung Gunung. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Timah Tbk, kelompok nelayan ini membuat puluhan rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

Bendahara Kelompok Nelayan Semujur Indah, Junior mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah membuat sekitar 55 rumpon yang terdiri dari lima jenis.

Rumpon yang dibuat itu rencananya akan diturunkan saat cuaca sudah teduh atau sudah membaik. Untuk menambah wilayah tangkapan baru nelayan, nantinya rumpon-rumpon tersebut akan ditenggelamkan di tujuh titik.

Junior menambahkan bahwa nantinya para nelayan juga akan terlibat dalam proses penenggelaman, Namun, bukan hanya Kelompok Nelayan Semujur Indah yang melakukan proses tersebut, namun  juga kelompok nelayan lainnya karena rumpon ini nantinya dimanfaatkan oleh semua nelayan.

“Pemasangan nantinya melibatkan nelayan juga, kemungkinan sekitar satu minggu nanti tergantung banyak kapal nelayan yang besar atau yang kecil yang ikut. Yang mengerjakan memang kelompok kami, tapi kelompok lain juga ada berpartisipasi karena kan ini nanti akan kita manfaatkan sama-sama,” jelasnya.

Baca Juga :   Mantan Bos GoPay Resmi Jadi Komisaris Startup Akuakultur eFishery

Menurutnya, meskipun puluhan rumpon tersebut dikerjakan dengan gotong royong, namun mereka tetap mendapatkan upah. Sehingga dengan cuaca yang masih tidak stabil ini, pihaknya masih terbantu dengan adanya pengerjaan rumpon tersebut.

“Ada uang lelahnya tapi memang tidak banyak dan ini memang kita kerjakan secara gotong royong, karena nanti kita juga yang menikmati hasilnya kalau hasil tangkapan banyak dari rumpon yang ditenggelamkan,” ungkapnya.

Junior sangat mengapresiasi program yang dibuat oleh PT Timah ini karena selain memberikan lapangan pekerjaan, juga memberi manfaat dalam jangka Panjang. Untuk itu, pihaknya begitu antusias melaksanakan program tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Gunung, Muslim menuturkan, program pembuatan rumpon yang melibatkan nelayan Desa Tanjung Gunung ini merupakan kali pertama dilakukan di wilayahnya. Dia menilai program tersebut sangat membantu nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan. Ia berharap rumpon ini dapat dijaga dengan baik oleh para nelayan.

“Sepengetahuan kami ini yang pertama kali dilakukan membuat rumpon, menenggelamkan melibatkan nelayan Desa Tanjung Gunung, dan ini sangat membantu masyarakat kami apalagi nelayan,” katanya.

Baca Juga :   Dilema Pelik Nelayan Kerang Hijau di Teluk Jakarta

Muslim juga berharap program ini nantinya akan terus berlanjut, karena ia mengaku kondisi dana desa yang terbatas dan belum tentu dapat digunakan untuk membuat hal seperti itu. Menurutnya juga kerjasama BUMN dan pihak swasta ini sangat membantu karena selama ini nelayan di desanya mencari ikan di lokasi yang agak jauh lantaran laut yang tercemar.

Sementara itu, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan menjelaskan bahwa pembuatan rumpon ini adalah program CSR bidang PPM PT Timah Tbk yangb bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar tambang melalui beberapa program yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.

“PPM ini upaya kita untuk memandirikan masyarakat yang nantinya diharapkan bisa mensejahterakan masyarakat. Program-program yang dirancang juga disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, beberapa program lainnya yang juga telah dilaksanakan oleh PT Timah, yaitu program fishing groud bersama nelayan Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka pada akhir tahun 2020 lalu. Pada program tersebut, para nelayan Desa Rebo membuat 101 unit rumpon yang kemudian ditenggelamkan nelayan untuk meningkatkan hasil tangkapan.

  • Bagikan