Raup Cuan dari Bisnis Budidaya Maggot, Begini Analisis Usahanya

  • Bagikan
Budidaya maggot

Mediatani – Usaha budidaya kini semakin banyak digemari, oleh karena itu sobat Mediatani bisa mencobanya bila ingin berwirausaha. Salah satu usaha yang bisa dipilih ialah usaha magot, dimana dari analisis usaha magot sendiri terbukti bahwa ia memiliki peluang yang sangat bagus kedepannya.

Apa Itu Magot?

Magot sendiri dapat dikatakan sebagai ulat kayu, dimana ia memiliki ukuran yang cukup besar dan bisa dijadikan sebagai pakan hewan, seperti ayam, burung, ikan lele, ikan mujair, dan masih banyak lagi lainnya.

Sebenarnya ulat ini bisa dijumpai di alam liar, terutama di batang pohon yang sudah mati. Baik pohon kelapa, pohon sagu, pohon sawit, dan berbagai pohon lainnya. Akan tetapi semakin hari ia tentu semakin sulit dijumpai di alam liar.

Oleh karena itulah magot mulai di budidaya dan dikembangkan secara pribadi, sehingga bisa di panen setiap bulan untuk dijadikan sebagai pakan binatang peliharaan atau binatang ternak. Hal ini juga membuat budidaya magot semakin digemari karena banyaknya permintaan akan pakan jenis ini.

Baca Juga :   Bisa Dicoba di Rumah, Cara Menanam Alpukat Mentega dari Bibit hingga Perawatan Pohon

Analisis Usaha Magot

Saat memulai usaha magot ini, usahakan mulailah dari awal atau kecil-kecilan terlebih dahulu. Secara garis besarnya modal yang dibutuhkan sangat minim dengan keuntungan yang standar pula, nah berikut rincian modal dan keuntungan budidaya magot kecil-kecilan:

1. Pembuatan Tempat Budidaya

Membuat kandang atau tempat budidaya menjadi hal paling penting, dimana kandang magot sendiri sangatlah simpel. Hanya butuh jaring-jaring agar magot tidak merangkak keluar, wadah magot sesuai usia, dan tempat magot tinggal seperti kayu atau serbuk:

  • Jaring-jaring ukuran 3×4 meter Rp.300.000
  • Wadah pengembangbiakan: Rp.150.000
  • Kayu atau serbuk tempat magot: Rp.250.000

2. Bibit Magot

Untuk bibitnya sendiri magot cenderung memiliki harga yang terjangkau, biasanya ia dijual antara Rp.20.000 sampai Rp.30.000 per kilonya. Namun bagi sobat yang ingin mengembangbiakkan dari indukan, maka harganya juga berbeda. Lebih lengkapnya berikut harga bibit magot:

  • Bibit magot indukan: Rp.150.000
  • Bibit magot anakan: Rp.20.000 – Rp.30.000
Baca Juga :   Peternak Sarang Burung Walet Utarakan Sulitnya Tembus Pasar Ekspor China

3. Harga Magot

Disamping harga bibitnya yang terjangkau, harga jual magot cenderung mahal dan juga stabil di pasaran. Umumnya magot dijual dengan beberapa cara, seperti dijual dalam kondisi hidup ataupun dalam kondisi kering. Harganya yaitu sebagai berikut:

  • Magot hidup: Rp.150.000 per kilo
  • Magot kering: Rp.120.000 per kilo

4. Keuntungan Penjualan

Berdasarkan biaya yang dikeluarkan diatas, sobat Mediatani akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar saat dalam masa panen. Biasanya masa panen magot antara 3-4 Bulan sekali, berikut rinciannya:

  • Total modal: Rp.1.000.000 – Rp.1.500.000
  • Keuntungan saat panen: Rp.150.000 per kilo x 20-30 kg = Rp.3.000.000 – Rp.4.500.000

**

Dengan melihat analisis usaha magot diatas, tentunya usaha yang satu ini memiliki prospek menggiurkan. Apalagi bila Sobat Mediatani menekuninya dan membuat budidaya yang lebih besar, maka keuntungan yang didapatkan dari usaha budidaya magot bisa berkali-kali lipat.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani