Resmikan Tani Bangga Store, MenkopUKM Harap Ekspor Hasil Pertanian Meningkat

  • Bagikan

Mediatani – Dalam rangka mendorong ekspor hasil pertanian, Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) meresmikan Tani Bangga Store pada Minggu (22/8/2021)

Dilansir dari laman kontan.co.id, Tani Bangga Store adalah Pasar Tani yang dimiliki oleh koperasi yang berada di Desa Gemuruh, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga.

MenkopUKM Teten menuturkan bahwa dengan memanfaatkan koperasi, para petani tidak perlu lagi khawatir memikirkan kemana produknya akan dijual.

Dia juga menyampaikan pihaknya akan terus berupaya untuk membangun serta memperkuat bisnis model di sektor pertanian (pangan) agar bisa masuk skala ekonomi.

“Koperasi yang akan berhadapan dengan pasar, agar ada kepastian harga dan pasar bagi produknya,” ujar MenkopUKM Teten melalui siaran pers, pada Minggu (22/8).

Menurutnya, koperasi harus mempunyai kemampuan finansial agar bisa membeli semua hasil pertanian dari para petani. Karena itu, kelembagaan koperasi juga harus terus bisa diperkuat sehingga mampu menjadi OffTaker terhadap produk pertanian para petani.

Diketahui bahwa Kementerian Koperasi dan UKM sendiri telah membangun Pilot Project dan bisnis model sektor pertanian pada beberapa wilayah, contohnya di Lampung untuk hasil pertanian pisang, di Aceh untuk kopi, dan sebagainya. Kedepannya, hal tersebut diharapkan dapat direplika di berbagai daerah lain.

Sementara itu, Ngahadi Hadi Prawoto selaku Ketua Koperasi Petani Max Yasa memaparkan bahwa Tani Bangga Store hadir dengan tujuan untuk melahirkan para petani yang lebih moderen dalam pola pikir dan proses produksi, serta berorientasi pada ekspor.

“Sejak awal tanam hingga proses petik hasil, kami mendampingi para petani agar mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan kemasan produk yang baik,” kata Ngahadi.

Tani Bangga Store ini hadir untuk menyediakan segala kebutuhan dapur. Selain itu, Tani Bangga Store juga menyediakan produk lain, contohnya seperti daging, ikan, minyak goreng, dan masih banyak lagi.

Sebagai informasi, Koperasi Max Yasa ini baru didirikan oleh Ngahadi pada bulan Februari 2020. Tetapi, sejak tahun 2014 yang lalu, Ngahadi telah membina sekitar lima ratus petani di Purbalingga.

Berperan sebagai OffTaker, Ngahadi juga telah melakukan beragam pendampingan dan pembinaan untuk para petani. Dimulai dari penyediaan bibit unggul, pupuk, budidaya dan pasca panen yang baik, hingga pada teknik pemasaran.

Ngahadi yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Tani Purbalingga ini memaparkan bahwa ada beberapa komoditas yang dihasilkan oleh para anggota koperasi ini telah masuk ke dalam pasar ekspor. Komoditas tersebut adalah tomat, labu madu, uni dan daun pisang dikirim ke Singapura.

“Selain untuk ekspor, kami juga memasok komoditas kentang sebanyak 320 ton ke industri besar Wings Food sejak tahun 2020,” imbuh Ngahadi.

Hingga saat ini, ekspor yang telah dilakukan oleh Koperasi Max Yasa masih termasuk dalam bentuk komoditas segar. Diharapkan kedepannya, Ngahadi mampu menciptakan inovasi baru dengan mulai menjajaki industri olahan agar bisa menjangkau pasar ekspor.

  • Bagikan