Banner Iklan @a2tani.id

Sama-Sama Mahal, Inilah Perbedaan antara Daging Wagyu dan Daging Kobe

  • Bagikan

Mediatani – Jika kamu pencinta daging, mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan daging wagyu dan daging kobe yang merupakan jenis daging “sultan” karena harganya yang mahal.

Namun, walaupun sama-sama memiliki harganya yang mahal, apakah daging wagyu dan Kobe merupakan jenis yang sama?

Banner Iklan @a2tani.id

Dilansir dari Food & Wine, secara harfiah wagyu dapat diterjemahkan sebagai daging sapi Jepang. “Wa” artinya Jepang dan “gyu” artinya sapi.

Namun bukan berarti semua sapi yang berasal dari Jepang termasuk wagyu. Sebab, wagyu berasal dari empat jenis sapi khusus asal Jepang. Seperti Japanese Black, Japanese Shorthorn, Japanese Polled, dan Japanese Brown.

Sebenarnya masih banyak jenis daging sapi di Jepang dan jenis tersebut tidak bisa disebut sebagai wagyu. Daging wagyu terkenal dengan elemen marbling yang terdapat dalam dagingnya.

Marbling merupakan jaringan lemak intramuskuler yang menjadi penyebab daging wagyu memiliki tekstur yang empuk, kaya akan rasa, dan lengas. Itulah sebabnya daging ini memiliki harga yang fantastis.

Daging Kobe

Wagyu memiliki banyak jenis, salah satunya daging Kobe. Dapat dikatakan bahwa semua daging Kobe merupakan wagyu namun tidak semua wagyu merupakan daging Kobe.

Baca Juga :   Jokowi Harus Perbaiki Nasib Petani dan Buruh Jika Ingin Terpilih Lagi

Selain kobe, ada juga jenis daging wagyu lain seperti Matsusaka, Ohmi, dan Bungo yang seluruhnya dibesarkan di prefektur berbeda-beda di Jepang. Namun saat ini, daging Kobe menjadi jenis wagyu yang paling dikenal di dunia.

Pada dasarnya, daging Kobe adalah salah satu jenis wagyu yang sapinya berasal dari daerah Kobe. Daging Kobe berasal dari keturunan sapi wagyu Black Tajima yang termasuk langka. Setidaknya hanya ada sekitar 3.000 ekor sapi saja yang benar-benar memenuhi syarat sebagai sapi otentik Kobe setiap tahunnya. Itulah yang menyebabkan harga daging Kobe jadi lebih mahal dari pada daging wagyu yang lainnya.

Kobe Beef Marketing and Distribution Promotion Association mengatur metode pemeliharaan sapi Black Tajima dengan peraturan yang ketat. Sapi yang berasal dari Prefektur Hyogo ini hanya diberi makan batang padi, jagung, jelai, dan berbagai jenis serat lainnya dan hanya diberi minum air.

Umumnya daging sapi ini akan memenuhi standar kualitas dan tekstur yang diinginkan dari daging Kobe saat berumur 28 – 32 bulan. Seperti halnya wagyu lain, daging Kobe juga punya marbling yang sangat bagus, rasa yang lezat dan teksturnya yang empuk. Daging Kobe yang tersertifikasi harus memiliki tanda yang dicap di empat bagian pada daging tersebut. Artinya, daging tersebut sudah tersertifikasi oleh Kobe Beef Marketing and Distribution Promotion Association.

Baca Juga :   Ketua ABMI: Amran Sukses Membalikkan dari Impor menjadi Ekspor Bawang Merah

Walaupun memiliki kualitas yang baik dan harga yang mahal, namun kobe bukanlah yang terbaik di dunia.

Menurut National Competitive Exhibition of Wagyu di Jepang, kompetisi penilaian daging wagyu,  wagyu terbaik adalah daging Miyazaki yang mendapatkan peringkat pertama di kategori daging di The 2017 Wagyu Olympics, ajang penghargaan yang dilaksanakan lima tahun sekali.

Miyazaki berhasil mengalahkan Kobe dan berbagai jenis daging wagyu lain, sebab indikator penilaian juri berdasarkan elemen marbling, tekstur dari daging, dan juga kualitas lainnya.

Bungo beef, jenis wagyu yang kurang terkenal berhasil memenangkan peringkat pertama dalam kategori ‘Champion Cow’ yang menilai fisik dari sapi. Sementara itu, wagyu Kagoshima berhasil memenangkan posisi pertama keseluruhan kompetisi ini.

Banner Iklan Mediatani
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani