Simak! Panduan Lengkap Budidaya Ulat Hongkong, Pakan Berprotein Tinggi untuk Ternak Burung

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Ilustrasi. Ulat Hongkong/IST

Mediatani – Setelah kemarin mediatani.co mengisahkan perjuangan salah satu peternak dan pembudidaya Ulat Hongkong, kini saatnya kita coba mengetahui panduan bagaimana seh budidaya Ulat Hongkong satu ini.

Sebelumnya, kita haru tahu dulu, Ulat Hongkong atau  mealworm sendiri merupakan ulat yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi berguna bagi pedagang burung.

Selain itu berguna juga bagi Pengembangan  pengujian di Laboratorium  karena  ulat hongkong ini memiliki banyak kandungan protein dan kalori yang dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan nematode entomopatogen di laboratorium.

Proses perkembang-biakan ulat ini menjadi kumbang membutuhkan waktu lama, dan butuh kesabaran untuk diperoleh hasil optimal. Karena itu, banyak juga yang memulai dengan memasukkan ulat hongkong  yang telah berubah menjadi kumbang agar prosesnya lebih cepat.

Pengontrolan pun dilakukan tiap hari, khususnya untuk memeriksa ketersediaan pakan, sekaligus membersihkan sampah bekas makanan atau bekas kulit dari ulat hongkong.

Pada budidaya ulat hongkong ini sebenarnya tenaga yang dicurahkan relatif sedikit. Hanya sekadar memberi pakan dan pembudidaya rajin memonitor perkembangannya.

Hanya saja waktunya cukup lama sehingga diperlukan kesabaran tersendiri. Berikut cara budidaya ulat hongkong yang dikutip mediatani.co dari situs id.wikihow.com, Rabu (24/2/2021).

Kandang yang Baik untuk Ulat Hongkong

Cobalah tempatkan Ulat Hongkong di dalam wadah kaca, logam, plastik, atau yang berlapis lilin. Kamu pun harus memastikan ulat Hongkong tak bisa merayap di sisi wadah agar ia tidak bisa melarikan diri. Gunakan wadah dengan sisi dan permukaan yang licin agar ulat Hongkong tak mampu merayap keluar.

  • Hindari wadah yang terbuat dari karton atau yang dilapisi kain karena ulat hongkong dapat dengan mudah menempel dan merayap di atasnya dan bisa saja melarikan diri.
  • Apabila kamu menggunakan wadah dengan tinggi 8 cm dan terbuat dari bahan yang licin, wadah itu mungkin tidak harus ditutup. Tetapi, apabila kamu ingin menutupnya maka pastikan ada lubang-lubang kecil pada tutup yang digunakan.
  • Kamu pun bisa menggunakan kain katun tipis sebagai alternatif. Kain berfungsi menjauhkan serangga lain dari wadah.

Lapisi bagian bawah wadah. Bahan yang digunakan untuk melapisi bagian bawah wadah akan berperan baik sebagai sumber makanan ulat Hongkong. Maka dari itu, kamu mungkin harus menambahkan lapisan tambahan agar kebutuhan makan ulat Hongkong terpenuhi.

Baca Juga :   Sinergi Bio Farma, BPPT dan Universitas Padjajaran Kembangkan Kampung Pakan Ternak

Kamu juga dapat melapisi bagian bawah wadah itu dengan havermut (oatmeal), sereal gandum, tepung jagung, atau pakan anjing yang digiling halus.

  • Bisa pula melapisi bagian bawah wadah dengan campuran bahan-bahan ini. Gunakan pengolah makanan untuk menggiling bahan-bahan tersebut agar tekstur dan ukuran substrat yang digunakan tetap konsisten. Lapisi bagian bawah wadah dengan substrat setebal 4 cm.

Taruhlah wadah di tempat yang hangat. Wadah dapat ditempatkan di suhu ruangan. Tetapi, apabila kamu berencana mengembangbiakkan ulat Hongkong, tempatkan wadah di ruangan yang bersuhu 26°C.

Apabila kamu berada di tempat dengan suhu yang tak terlalu panas, maka wadah bisa ditempatkan di garasi.

Pakan Ulat Hongkong

Berilah pakan yang lembap agar asupan cairan ulat Hongkong terjaga. Potongan buah dan sayur seperti kentang atau apel ialah pilihan terbaik. Kentang merupakan pilihan yang tepat karena tak cepat membusuk dan mengering.

  • Jangan ditaruh mangkuk air di dalam kandang. Ulat Hongkong bisa saja tenggelam di dalam mangkuk itu. Taruhlah buah dan sayur sebagai sumber cairan ulat Hongkong.
  • Ganti buah dan sayur yang kering dan busuk dengan yang baru.

Gantilah makanan/lapisan bawah wadah setiap beberapa minggu. Kamu harus menambahkan lebih banyak pakannya apabila habis. Ganti saja lapisan bawah wadah setelah beberapa minggu. Pastikan juga lapisan bawah wadah itu terbebas dari jamur dan tidak berbau busuk.

  • Kamu bisa menggunakan saringan untuk memisahkan ulat Hongkong dari lapisan bawah wadah saat akan diganti. Ini pun dapat dilakukan untuk memindahkan ulat Hongkong dari wadah untuk berbagai tujuan lain.
  • Sejak awal kamu pastikan buah dan sayur yang diberi tak mudah lembek.Apabila makanan yang diberikan menyebabkan lapisan bawah wadah menjadi basah atau lembap, gantilah dengan yang lain.

Dan jika tutup wadah berembun, wadah ulat Hongkong terlalu lembap. Maka dari itu, pastikan wadah memiliki sirkulasi udara yang baik.

Merawat Ulat Hongkong yang Bermetamorfosis

Tempatkan ulat hongkong pada wadah yang berbeda untuk setiap tahap metamorfosisnya. Apabila kamu berencana merawat ulat Hongkong hingga menjadi kumbang, pastikan pupa ulat Hongkong dipindahkan ke wadah yang berbeda.

Baca Juga :   92 Ekor Sapi yang Diamankan TNI AL di Bima Dipulangkan Kembali ke Flores

Karena kumbang dan ulat Hongkong akan memakan pupa tersebut apabila tak dipindahkan.

  • Apabila Anda tidak ingin merawat ulat Hongkong hingga bermetamorfosis, ingatlah bahwa ulat Hongkong yang berada di fase larva (ulat) selama 8-10 minggu. Jika kamu membeli ulat Hongkong yang sudah dewasa, mungkin saja ia akan memasuki fase metamorfosis lebih cepat.

Berilah makan yang sama pada ulat Hongkong yang sedang bermetamorfosis. Kumbang dan larva memakan makanan yang sama. Maka dari itu, kamu pun harus tetap menambahkan dan mengganti makanan di dalam wadah,

Bahkan saat ulat Hongkong sedang bermetamorfosis. Ulat Hongkong akan berhenti makan ketika berada di fase pupa.

  • Jika ada pupa di dalam wadah ulat Hongkong, pindahkan pupa itu ke wadah yang dilapisi tisu. Pupa akan menempel pada lapisan tisu ketika akan bermetamorfosis. Ulat Hongkong berada di tahap pupa selama 6-24 hari.

Pastikan wadahmu bersuhu di atas 16,5°C. Suhu di bawah 16,5°C bisa menimbulkan efek negatif terhadap siklus reproduksi kumbang. Apabila kamu ingin kumbang bertelur dan melanjutkan siklus hidupnya, maka pastikan tempat tinggalnya bersuhu cukup hangat.

  • Sebaliknya, jika ulat Hongkong berjumlah banyak dan akan digunakan sebagai pakan, kamu pun dapat mendinginkan ulat Hongkong di dalam wadah berlubang agar lebih tahan lama. Meski begitu, ulat Hongkong akan mati apabila ditempatkan di ruangan bersuhu kurang dari 4,5°C.
  • Jangan kamu tempatkan kumbang liar di wadah yang sama dengan ulat Hongkong dewasa. Kebanyakan spesies kumbang adalah karnivora dan akan memakan ulat Hongkong itu.
  • Keluarkanlah ulat Hongkong yang mati dari wadah.
  • Tempatkan pupa di wadah yang berisi substrat dan makanan agar dia dapat langsung makan ketika sudah keluar dari pupa.
  • Jangan beri ulat Hongkong air. Akan tetapi, ulat Hongkong bisa mengonsumsi apel pada kain katun lembap sebagai sumber cairannya.

Beberapa Hal yang Anda Butuhkan

  • Wadah plastik, kaca, atau logam
  • Alat untuk membuat lubang
  • Ulat Hongkong
  • Buah dan sayur
  • Havermut (oatmeal), serealia gandum, tepung jagung, atau makanan anjing yang digiling halus. (*)
  • Bagikan