Sukses Berbisnis Ayam Petelur, Santri di Tabalong Raup Omzet Rp16,5 Juta per Bulan

  • Bagikan
Santri di Tabalong, Kalsel mengembangkan budi daya peternakan ayam petelur (Foto: Antara)
Santri di Tabalong, Kalsel mengembangkan budi daya peternakan ayam petelur (Foto: Antara)

Mediatani – Untuk memenuhi kebutuhan pangan di daerah Kabupaten Tabolang, Kalimantan Selatan, santri di Pondok Pesantren Nurul Muhibbin Halong saat ini tengah merintis usaha peternakan ayam. Usaha tersebut dijalankan untuk memasok daging dan telur di daerah tersebut.

Setiap harinya, para santri selalu bersemangat mengurus dan merawat 977 ekor ayam peterlur pada dua kandang yang terpisah. Ayam tersebut merupakan bantuan dari PT Adaro Energy Tbk melalui program Adaro.

Ketua Pokja Unit Usaha Ayam Petelur Ponpes Nurul Muhibbin Khairudin di Tanjung Rabu mengatakan berkat bekal dari pelatihan yang diselenggarakan Adaro itu, saat ini usaha ayam petelur tersebut telah meraup omzet Rp 16,5 juta per bulan.

Dengan ketekunan serta kegigihan para santri, petenakan ini mampu menghasilkan rata-rata 460 butir telur per hari, atau sekitar 14.266 butir telur per bulannya.

“Telur tersebut dibeli dapur pondok untuk memenuhi kebutuhan para santri, sebagiannya lagi didistribusikan dan dijual kepada masyarakat sekitar dan pasar tradisional,” kata Khairudin, dikutip pada laman Jpnn.com, Sabtu 28 Agustus 2021.

Khairudin menjelaskan melalui unit usaha ini, kebutuhan pondok pesantren terhadap daging dan telur sudah bisa terpenuhi. Telur yang sudah diafkir dimanfaatkan dagingnya untuk dikonsumsi sedangkan telur yang dihasilkan dikonsumsi oleh para santri.

Keuntungan lainnya yang bisa didapat yaitu usaha ini juga bisa menjadi wahana bagi para santri untuk belajar berwirausaha.

“Alhamdulillah, usaha ini memberikan manfaat bagi pondok dan para santri, karena santri tidak hanya diajarkan berbagai ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga wirausaha. Berharap usaha ini bisa lebih berkembang dan bermanfaat sehingga  menjadi bekal untuk membuka usaha dikemudian hari,” katanya.

PIC Program Adaro Santri Sejahtera Ponpes Nurul Muhibbin Halong Rody Ermawan menuturkan peran sentral dari tenaga ahli yang juga alumni Ponpes Nurul Muhibbin Halong sangat berdampak terhadap kesuksesan unit usaha ayam petelur.

“Teknis budidayanya sama, hanya local expert yang kita gandeng alumni Ponpes Nurul Muhibbin Halong,” jelas Rody.

Sebagai alumni, dia memiliki pengalaman dalam budidaya ayam serta ikatan dan tanggung jawab terhadap pesantren. Sehingga, ia mengaku selalu siap dan sigap menangani kendala yang ada agar unit usaha bisa maju dan berkembang seperti sekarang.

Hal ini selaras dengan tujuan Program Adaro Santri Sejahtera (PASS) yakni menumbuhkan jiwa kewirausahaan para santri dan mendorong kemandirian ekonomi pesantren.

Pesantren merupakan basis kekuatan kultural yang menyatu dengan masyarakat sehingga membawa dampak ekonomi dan sosial bagi pesantren. Hal ini juga tentunya menjadi peluang pengembangan ekonomi pesantren.

Selain peternakan ayam, ponpes tersebut juga mengembangkan sektor pertanian sayur dan perikanan. Pesantren Salafi di Desa Binjai Punggal, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan ini satu dari lima ponpes binaan Adaro pada Program Adaro Santri Sejahtera (PASS).

  • Bagikan