Tahun Baru Imlek, Harga Cabai Masih Mahal

Alifah Nurkhairina - Mediatani.co
  • Bagikan
Sumber foto: regional.kompas.com

Mediatani – Permintaan beberapa komoditas hasil pertanian biasanya meningkat pada hari – hari tertentu, seperti hari raya keagamaan, hari kemerdekaan ataupun hari libur nasional lainnya. Libur panjang karena Imlek ditahun 2021 ini terpantau harga cabai masih bertahan mahal. Kenaikan harga pada cabai ini tidak hanya dipengaruhi terhadap banyaknya permintaan konsumen yang terus meningkat, tetapi juga ketersediaan pasokan cabai yang kian menipis dikarenakan musim hujan yang sejak awal tahun masih mengguyur beberapa wilayah di Indonesia.

Sumiati salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Baru Bekasi Timur, mengeluhkan harga cabai yang sampai saat ini masih cukup mahal. Harga cabai di Pasar Baru Bekasi Timur ini berkisar antara Rp 7o ribu hingga Rp 95 ribu per Kg. Cabai rawit adalah yang paling mahal, yang menyentuh harga Rp 95 ribu per Kg.

“Harga cabai keriting (rawit merah) sudah lama naiknya. Sejak awal tahun juga harganya tidak pernah turun ke Rp 50 ribu per Kg. Paling mentok itu, ke Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per Kg. Hari ini menyentuh harga Rp 95 ribu per Kg,” ujar Sumiati, saat diwawancarai di Bekasi, pada Jumat (12 februari 2021).

Baca Juga :   Petani Minta Disdag dan Bulog Intervensi Harga Cabai

Sumiati juga mengatakan, adanya kenaikan harga ini tak hanya terjadi pada komoditas cabai saja, tetapi juga pada kelapa kupas yaitu Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu per butirnya dibanding harga normal kelapa kupas sebelumnya hanya Rp 7 ribu per butir. Kelapa kupas ini banyak dicari oleh masyarakat, mengingat hari ini adalah perayaan tahun baru Imlek yang identik dengan acara kumpul keluarga.

“Harga kelapa juga mengalami kenaikan, meskipun kenaikan harganya tidak terlalu mahal. Musiman lah kalau kelapa ini. Hari ini macam – macam harganya, kalau datang dari pagi dapat murah, kalau siang mungkin stok sudah habis jadi naik,” katanya.

Tak hanya di Bekasi, beberapa pasar tradisional di daerah Ibukota juga mengalami kenaikan harga terutama pada komoditas cabai. Suharini Eliawati selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menjelaskan adanya kenaikan harga pada komoditas cabai merah menjelang Imlek 2021 akibat turunnya pasokan ke Jakarta akibat cuaca.

“Hal ini disebabkan turunnya pasokan menuju ke Jakarta akibat cuaca, Meskipun demikian, dipastikan pasokan cabai masih aman.” ucap pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta saat dikonfirmasi, pada Kamis, 11 Februari 2021.

Baca Juga :   Warga Vietnam Sambut Imlek dengan Melepas Ikan Mas ke Danau

Menurut Suharini, hujan dan banjir melanda beberapa daerah di Pantura sebagai pemasok cabai. Sementara itu, terjadi pula kenaikan harga pada sapi hidup dari Selandia Baru dan Australia, sehingga dampaknya juga berimbas ke harga daging di Jakarta.

“Untuk cabai harga normal di harga Rp 60 ribu per kilogram, saat ini harga cabai rawit merah Rp 83 ribu per Kg, dengan demikian naik 38,52 persen,” papar Suharini.

Harga daging sapi segar normal Rp 110 ribu per kilogram, sedangkan harga rata-rata saat ini Rp 128 ribu per kilogram. Ada kenaikan harga 16,15 persen. Stok daging sapi/kerbau beku sekitar 15 ribu ton.

Tetapi disisi lain, Suharini juga mengungkapkan adanya peningkatan permintaan ikan bandeng dan daging babi pada Imlek tahun 2021 ini. Stok daging babi di hari biasa sekitar 19 – 21 ton per hari menjadi 27 ton per hari. Sementara, stok ikan bandeng pada 9 – 11 Februari 2021 mencapai 17 ton.

“Jadi ini sangat aman untuk menjamin kebutuhan daging sapi, daging babi, dan bendeng menjelang Imlek,” tutur dia.

  • Bagikan