Home / Agribisnis / Berita / Inovasi / Inspiratif / Panduan Budidaya / Perkebunan / Pertanian

Rabu, 17 Februari 2021 - 15:56 WIB

Tanam Sawi di Rumah Pakai Botol Bekas, Ikuti Langkah-langkah Berikut

ILUSTRASI. Sawi/IST

ILUSTRASI. Sawi/IST

Mediatani – Asik gak sih, kalau punya tanaman sayuran sendiri di rumah? Tentunya dong. Setiap saat kamu bakal bisa memetik dan memanennya.

Selain menghemat uang belanja, kamu juga punya aktivitas baru yakni menanam. Apalagi aat ini di tengah masa pandemi, hobi menanam hingga beternak diminati masyarakat.

Salah satu contoh sayuran yang bisa kamu tanam dengan cara yang mudah adalah Sawi. Sawi atau caisim adalah salah satu jenis tanaman sayuran yang dapat dikreasikan ke dalam makanan apapun, mulai dijadikan untuk sayur bening, tambahan pada bakso, mie ayam, mie instan, mie goreng, dan masih banyak lagi.

Ditambah lagi, Sawi sendiri memiliki kandungan gizi yang banyak yang sangat bermanfaat untuk tubuh, seperti menyehatkan tulang, mencegah penyakit kanker, membantu mencegah sembelit karena kaya akan serat dan kandungan air.

Nah, jika kamu gemar memakan sawi untuk diolah menjadi berbagai macam masakan, maka ada baiknya mulailah belajar menanam tanaman sawi di rumahmu, agar kamu tidak perlu repot-repot membelinya ke pasar.

Proses menanam tanaman sawi di rumah tidaklah sulit. Bahkan kamu bisa menumbuhkannya di dalam botol plastik bekas. Ya, hanya dalam botol plastik bekas, botol yang mungkin tak terpakai, usai minum lalu dibuang. Kini kamu bisa memanfaatkannya.

Jika kamu tertarik untuk menanam tanaman sawi di botol bekas, berikut ini beberapa cara yang perlu dilakukan, dilihat dari kanal Youtube, Otak Atik Gathuk, Rabu (10/2/2021) yang dikutip Rabu (17/2/2021) dari situs berita Kompas.com.

Alat-alat yang diperlukan:

Baca Juga :   Kenaikan Harga Pokok Dorong Inflasi

Botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter, Gunting Solder atau paku, Media tanam tanah, Pupuk kandang, Sekam bakar, Bibit benih sawi yang telah disemai setelah 4 hari.

Cara pembuatan

1. Potong botol plastik bekas air mineral menjadi dua bagian.

2. Setelah itu botol plastik dipotong jadi 2 bagian, lubangi atau bolongi botol plastik itu menggunakan soldier atau paku yang berfungsi untuk mengalirkan air keluar yang berfungsi agar media tanam tidak tergenang air, sehingga tanaman sawi tetap terjaga.

3. Setelah botol plastik siap dijadikan wadah untuk menanam sawi, masukkan ke tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang. Apabila tak ada sekam bakar, tak masalah.

Perbandingan jumlah tanah dan pupuk kandang bisa 1 banding 1 atau 1 banding setengah, jadi tanah bisa sebanyak 1 bagian dan pupuk kandang bisa sebanyak 1 atau setengah bagian.

Dari situ sudah cukup karena nanti akan ada pemupukan ulang. Masukkan media tanam itu sampai memenuhi botol plastik.

4. Setelah media tanam yang berisi tanah dan pupuk kandang dimasukkan ke dalam botol plastik, kamu bisa menyiram sedikit air.

5. Masukkan bibit sawi yang telah disemai setelah 4 hari, ketika 2 daunnya telah muncul.

Baca Juga :   Hidroponik - Sebuah Pendahuluan

Walaupun masih kecil, bibit sawi yang telah disemai, kamu pindah-tanamkan ke wadah botol plastik. Langsung memindah tanamkan benih sawi yang baru disemai 4 hari ke wadah baru dikatakan sebagai cara yang cukup efektif.

Benih sawi yang baru mekar langsung saja kamu letakkan ke wadah yang baru biar membuat mereka akan terus tumbuh berkembang dan terus berkembang.

Sebab, jika benih yang disemai sudah agak besar lalu baru dipindah tanamkan, kadang-kadang sempat ada masa-masa transisi ketika dipindahkan.

Saat benih yang agak besar telah merasa tumbuh baik di tempat semaian yang subur, maka saatnya kamu pindah-tanamkan ke wadah baru kadang-kadang dalam 1-2 hari mereka layu, karena pengaruh di media baru yang membuat benih beradaptasi atau akar yang tercabut, tapi setelah itu benihnya bakal bisa berkembang.

Meski begitu, saat benih yang baru disemai setelah 4 hari langsung dipindah tanamkan ke wadah baru, tentu akan membuat benih berkembang terus dan tak ada masa transisinya, dengan syarat kamu tetap memberi nutrisi dari pupuk yang cukup dan jangan sampai kekeringan.

6. Tanaman sawi bisa juga kamu berikan pupuk seperti pupuk kandang yang dicairkan, pupuk NPK, ataupun nasi basi dan sebagainya.

7. Jika dirawat dengan benar, teliti dan telaten, dalam kurun waktu 30 hari tanaman sawi bisa kamu panen. (*)

Share :

Baca Juga:

Panduan Budidaya

Konsep Sistem Pertanian Ramah Lingkungan

Berita

Tak Terkendali ! Serangan Belalang Ancam Hancurkan Pertanian India

Inspiratif

Pernah Jadi Tenaga Kasar di Negeri Jiran, Kini Konsultan Pertanian Ini Cetak Petani Milenial

Berita

Mimika Jadi Penopang Pangan Perikanan di Bumi Cenderawasih

Berita

Jelang Idul Fitri, Kementan Operasi Pasar Bawang Merah dan Cabai

Agribisnis

Kisah Sukses Petani Gambas Untung Puluhan Juta Tiap Panen

Berita

Resign dari Perusahaan Tambang, Wahyu Sukses Beternak Jangkrik
ilustrasi: buruh tani memanen padi

Berita

Guru Besar Udayana: Petani Pahlawan Kebutuhan Pokok, Jangan Dilupakan !