Home / Berita / Nasional / Peternakan

Jumat, 15 Januari 2021 - 21:28 WIB

Target Swasembada Telur 2023, NTB Optimalisasi Kelompok Pengembangan Unggas Petelur

ilustrasi ayam petelur/ist

ilustrasi ayam petelur/ist

Mediatani – Dengan mencanangkan swasembada telur pada tahun 2023, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) bakal mengoptimalisasi atau memberikan bantuan kepada 100 kelompok masyarakat yang akan diberi bantuan dalam hal pengembangan unggas petelur.

Distribusi bantuan itu akan disebar di Kabupaten/Kota di NTB dengan tujuan mengurangi ketergantungan kebutuhan telur luar NTB yang masih cukup banyak.

Kepala Dinas Nakeswan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani, dilansir dari situs berita Suarantb.com, Jumat, (15/1/2021) menuturkan sampai saat ini kebutuhan telur di NTB sebanyak 1.300.000 butir/hari. Di lain sisi, kemampuan produksi masih di angka 600.000 butir/hari.

Itu pun kata dia belum dihitung dengan kebutuhan saat MotoGP 2021.

Maka dari itu, kini, upaya yang dilakukan untuk menutupi kekurangan kebutuhan tersebut masih dengan cara mendatangkan telur dari luar daerah. Seperti, dari Bali dan Jawa, misalnya.

Hal itu lanjut dia hanya untuk menutupi kebutuhan 30 juta butir pertahun.

Sementara itu, program kampung unggas yang telah diluncurkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah tampak kini sudah mulai fokus dilakukan oleh kabupaten/kota.

Pemprov NTB memang tengah menargetkan swasembada telur pada 2023 mendatang. Namun target ini pun mulai tampak dikejar lebih cepat tercapai, pada 2022.

Baca Juga :   Pemkab Bantaeng Serahkan 400 Bibit Ternak Ayam Kampung Unggulan pada Kelompok Peternak

Kemungkinan itu bisa terwujud, apalagi dijelakannya, NTB memiliki potensi peternakan unggas yang cukup menjanjikan. Meski diakuinya belum mampu memenuhi semua kebutuhan telur dan ayam dalam daerah.

Hal ini justru, dideskripsikannya sebagai peluang usaha peternakan unggas yang sangat menjanjikan di NTB.

Dirinya pun membeberkan, ada beberapa kelompok bidang unggas yang meminta rekomendasi untuk mengirim produksinya ke luar provinsi, seperti ke NTT. Namun saat ini dirinya belum menyetujuinya. Rekomendasi bakal disetujui jika NTB nantinya sudah mampu memproduksi lebih dari kebutuhan dalam daerahnya. Dengan kata lain konsumsi dalam NTB terpenuhi terlebih dahulu.

Meski haru merelakan peluang pasar di luar yang cukup terbuka dengan harga jualnya yang cukup bagus.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Nakeswan Provinsi NTB, Iskandar Zulkarnain mengatakan, pada tahun ini akan ada 100 kelompok yang akan diberi bantuan untuk pengembangan unggas petelur.

Rencananya, lanjut dia, setiap kelompok akan diberi proporsional di seluruh kabupaten/kota di NTB.

Mengenai mekanisme anggarannya, pihaknya menggunakan dana APBD NTB.

Dia menjabarkan, nantinya masing-masing kelompok diberikan bantuan kandang yang berkapasitas 5.000 ekor. Selain kandang, ada pula bantuan Day Old Chick (DOC)/ ayam umur 10 hari. Dan untuk meningkatkan kapabilitas masing-msing kelompok, diberikan pula pendampingan petugas, dan bantuan pakan hingga berproduksi dan obat-obatan.

Baca Juga :   Pernah Dilarang Ortu, Maya Tetap Ngotot Jadi Petani, Ini Yang Terjadi

Dia memaparkan, pada tahun 2020 lalu sudah ada 23 kelompok yang diberi bantuan pengembangan kampung unggas. Dan tahun ini porsinya lebih besar.

Selain bertujuan mempercepat pemenuhan kebutuhan telur lokal, dengan cara produksi mandiri. Hal ini juga dipersiapkan untuk mencegah dan mengantisipasi lonjakan permintaan/ demand ketika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergerak.

Apalagi ketika akan digelar atau dilaksanakannya olaharag balap motor bergengsi, yakni MotoGP.

Triwulan I ini pun diharapkannya sudah ditender, jelas Iskandar.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pada hari ini, Jumat, (15/1/2021), melakukan kunjungan kerjanya ke Lombok, NTB.

Di sana dirinya mendapat penjelasan terkait kesiapan Bandara Lombok menyambut perhelatan MotoGP Mandalika.

Progress proyek perluasan terminal Bandara Internasional Lombok telah mencapai 93% dan ditargetkan dapat selesai serta beroperasi pada Februari 2021.

“Saya baru mendapat update dari Angkasa Pura I mengenai kesiapan Bandara Lombok dalam menyambut gelaran MotoGP yang Insya Allah akan dilaksanakan tahun ini. Selain itu saya tadi memantau protokol kesehatan yang diterapkan di Bandara Lombok ini dan sudah berjalan dengan cukup baik,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam keterangan tertulisnya Jumat, (15/1/2021), yang dikutip dari situs berita Okezone.com, Jumat, (15/1/2021). (*)

Share :

Baca Juga:

Berita

Kementan Tegaskan Stok Daging Sapi & Kerbau Cukup Hingga Lebaran 2021

Berita

60 Persen Kebutuhan Pakan Ternak di Kendari Masih Disuplai dari Sulsel  

Berita

Pahami Penyakit Tetelo atau ND pada Ayam, Cara Mencegah dan Menanggulanginya

Nasional

Mendag Harap Kedai Kopi Gunakan 100 Persen Biji Kopi Lokal

Nasional

Komoditas Pertanian Sulawesi Utara dipastikan Telah Memenuhi Syarat Ekspor ke Tujuh Negara

Berita

Pemkab Muba Dukung Produktivitas Pertanian dan Peternakan Sapi

Berita

Inspiratif ! Peternak Burung Walet yang Berlinang Air Mata Saat Beli Fortuner

Berita

Dari OB Hingga Jadi Petani, Penghasilan Tembus Rp15 Juta Sebulan!