Tips Memilih Tanaman Hias Gantung

  • Bagikan
Sumber foto: lifestyle.kompas.com

Mediatani – Tanaman hias gantung adalah tanaman hias yang ditanam di dalam pot gantung. Sebenarnya semua jenis tanaman dapat ditanam didalam pot gantung. Tidak ada syarat baku untuk menentukan jenis tanaman yang bisa ditanam di dalam pot gantung. Namun, untuk memperoleh bentuk penampilan yang ideal, ada kriteria tertentu dalam memilih jenis tanaman.

Menurut Lanny Lingga dalam bukunya yang berjudul “Menanam & Merawat Tanaman Hias Gantung”, Syarat utamanya, tanaman hias gantung harus tumbuh menjalar atau menjuntai sehingga menutupi dinding pot yang digantung. Tanaman dalam pot gantung hendaknya mempunyai bentuk pertumbuhan yang bagus. Keindahan sosok bagian yang menjuntai mendominasi keseluruhan penampilan tanaman hias gantung. Panjang atau pendeknya bagian tanaman yang menjuntai bukan menjadi masalah.

Umumnya tanaman yang baik ditanam secara menggantung adalah jenis tanaman merambat agar bisa berpenampilan indah bila ditanam dalam pot gantung. Banyak spesies tanaman hias yang bisa ditanam dalam pot gantung, baik tanaman berbunga maupun tanaman hias daun (foliage plants). Berdasarkan umurnya pun berlainan, ada jenis tanaman semusim, ada pula tanaman tahunan.

Pemilihan spesies yang ditanam juga didasarkan pada beberapa pertimbangan. Diantaranya lokasi penanaman, kesesuaian dengan landscape sekitar, ketersediaan waktu, serta pengetahuan untuk merawatnya. Karena itu, sebelum menentukan jenis tanaman yang akan ditanam, perlu diketahui syarat tumbuh tanaman dan sifat masing – masing tanaman tersebut. Dengan berbekal pengetahuan tersebut, akan memudahkan pemilihan tanaman yang sesuai dengan kondisi pekarangan atau lokasi dimana tanaman diletakkan.

Baca Juga :   Ini Cara Indramayu Pertahankan Predikat Lumbung Padi Nasional

Setiap tanaman memiliki karakteristik pemeliharaan yang berbeda. Tanaman hias daun umumnya menyukai tempat teduh, sedangkan jenis tanaman berbunga lebih menyukai tempat terbuka yang terkena cahaya matahari cukup. Jenis media yang digunakan pun berpengaruh pada cara perawatannya. Misalnya pada program pemupukan, pemangkasan dan penggantian media tanam (repotting).

Pemilihan pot gantung harus disesuaikan dengan jenis tanaman, ukuran tanaman, kekuatan pot, serta keserasian dengan lingkungan sekitar. Pot gantung yang dijual dipasaran terbuat dari bermacam – macam bahan. Di antaranya terbuat dari bahan plastik, terracota (tanah bakar), keramik, kawat, serta tali yang dijalin.

Diantara berbagai macam jenis pot tersebut, pot plastik paling banyak digunakan. Selain karena ringan dan praktis, pot plastik juga mudah didesain menjadi beraneka ragam bentuk. Pot dari bahan plastik yang ringan juga dapat ditempatkan di mana saja tanpa khawatir merusak tempat gantungan. Sementara itu, jenis pot keramik dan terracota yang cenderung lebih berat hanya dianjurkan untuk pot yang akan digantung pada bahan yang kuat seperti kayu dan besi.

Baca Juga :   Rektor IPB: Tidak Ada Alasan untuk Impor Beras

Untuk menjaga tetesan air pada saat penyiraman, pot gantung sebaiknya dirancang dengan alas yang dapat menampung kelebihan air siraman. Pot gantung kawat biasanya beralas serat sabut atau ijuk yang mampu menyerap air. Kelebihan air pada alas tersebut dapat diserap tanaman bila mengalami penguapan.

Selain pemilihan pot, pemangkasan juga perlu diperhatikan. Pemangkasan adalah serangkaian perawatan rutin yang harus dilakukan pada tanaman hias, termasuk tanaman gantung. Pemangkasan wajib dilakukan setelah tanaman selesai berbunga. Umumnya pemangkasan dilakukan pada cabang – cabang yang tidak berproduktif. Untuk mengetahui cabang yang produktif sangat mudah, cabang produktif sudah terlihat saat memunculkan tunas bunga. Untuk tanaman berdaun, pemangkasan juga diperlukan sehingga menghasilkan kanopi yang bagus. Selain itu, dengan pemangkasan bisa dihasilkan tanaman yang tumbuh sehat.

Contoh tanaman – tanaman hias yang bisa digantung adalah petunia, begonia, bunga ekor kucing, columnea, fitonia, anggrek dan  masih banyak lagi yang lainnya.

  • Bagikan