Home / Panduan Budidaya

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 07:11 WIB

Yuk Cari Tahu Cara Merawat Tanaman Cabe Dengan Benar

Yuk Cari Tahu Cara Merawat Tanaman Cabe Dengan Benar

Yuk Cari Tahu Cara Merawat Tanaman Cabe Dengan Benar

Harga cabe di Indonesia memang tidak menentu, guna menyiasati hal tersebut para petani sebaiknya cari tahu cara merawat tanaman cabe dengan benar agar tetap tidak merugi meski harga sedang tidak pasti. Keadaan para petani yang menentu membuat sebagian orang beranggapan bahwa menjadi petani sangat memprihatinkan. Suatu fakta membuktikan tidak demikian. Di Indonesia ini masih banyak petani cerdas yang tidak mengandalkan musim dan tidak mengandalkan harga pasaran sebagai tulang punggung mereka. Justru mereka mencari pasar baru yang lebih luas dan lebih lebar agar tetap dapat meraup untung yang menggembirakan.

Cara Menyemai Benih Cabe

Menyemai bibit cabe lebih mudah dibanding tanaman lain yang cukup rumit. Cabe tergolong tanaman yang mudah dibudidayakan dengan cepat dan dapat panen dengan cepat juga. Sebab tanaman cabe dapat berbuah hingga 4 bulan panen setiap hari. Sebelum mulai menyemai, siapkan beberapa kotak yang terbuat dari plastik berukuran sedang. Memiliki tinggi sekitar 5 cm sehingga akan memudahkan pemindahan media setelah tumbuh. Kemudian pilih beberapa cabe yang sudah merah dan tua untuk dikeringkan terlebih dahulu. Jika ada beberapa pilihan cabe yang sudah busuk bisa sekalian dijadikan bibit agar lebih memangkas biaya. Hanya saja untuk cabe busuk ini perlu pemilahan dan cuci bersih terlebih dahulu.

Kemudian siapkan media berupa tanah humus yang memiliki warna coklat kehitaman. Masukkan pada kotak plastik yang sudah disiapkan tadi. Pastikan tanah yang digunakan tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering, artinya memiliki kelembaban yang normal sebagai media tanam. Setelah semua siap taburkan benih dan ratakan pada seluruh permukaan tanah secara merata. Jika cabe yang disemai masih basah maka sebaiknya letakkan di bawah sinar matahari yang panas agar biji cabe dapat cepat kering. Jangan lupa untuk menyiramnya setiap hari agar biji cabe tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dengan baik. Sebaliknya, apabila biji cabe yang disemai sudah dalam keadaan kering maka letakkan ditempat sejuk dan tetap memperoleh sinar matahari yang pas. Biasanya letakkan di bawah pohon rindang atau rumah kaca dapat membantu meneduhkan ruangan untuk berjemur tanaman. Tunggu hingga 14 hari atau 21 hari.

Sambil menunggu bibit cabe tersebut tumbuh subur siapkan saja media tanam berupa tanah dalam plastik berukuran kecil. Beli saja di toko plastik dengan ukuran 1 ons atau 1/4 kg. Dua ukuran tersebut dapat disesuaikan dengan besarnya bibit yang diinginkan untuk dipindah. Untuk media tanam bibit ini agak berbeda, sebab ada campuran arang agar tanaman mendapat banyak unsur hara yang dapat mempercepat tumbuhnya tanaman. Apabila media sudah disiapkan maka tunggu hingga bibit siap ditanam. Idealnya, media tanah harus didiamkan sekitar 10 hari sebelum tanaman mulai dipindah. Fungsinya agar berbagai kuman dan bakteri yang dapat membusukkan tanaman dapat mati atau pindah terlebih dahulu.

Baca Juga :   Manfaatkan Lahan, Inilah Cara Menanam Cabe Rawit di Halaman Rumah dengan Benar!

Cara Memindah Bibit Untuk Dirawat

Setelah 21 hari bibit cabe akan berukuran sekitar 7- 10 cm. Dengan ukuran ini sudah dapat dipindah sementara agar tiap pokok bibit mendapat makanan yang cukup dan tidak saling berebut. Apabila pemindahan media ini sudah selesai, dapat berlanjut pada tahap berikutnya yakni menata dan meletakkan tanaman ditempat yang sejuk namun tetap mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Tunggu hingga 14 hari, tanaman akan tumbuh lebih besar dan perlu pemindahan media lebih besar lagi.

Siapkan polybag berdiameter 35 cm untuk tanaman cabe rawit dan ukuran 40 cm untuk tanaman cabe merah atau cabe hijau besar. Ukuran ini disesuaikan dengan besarnya tanaman ketika sudah besar nanti. Idealnya, tanaman cabe yang subur akan memiliki tinggi hingga 50 cm dengan ketebalan daun yang lebar dan lebar. Biasanya akan menyebar hingga berdiameter hingga 65 cm. Isi polybag ini dengan tanah humus yang sudah diberi pupuk kompos. Diamkan minimal 10 hari atau menunggu hingga bibit cabe tumbuh besar. Petani hebat akan terus mencari tahu mengenai cara merawat tanaman cabe dengan benar agar hasil panen bisa melimpah.

Setelah 14 hari, pokok bibit cabe sudah dapat dipindah pada polybag. Mengapa memilih polybag sebagai pengganti pot? Sebab dengan polybag ini tanaman akan terhindar dari gulma dan rumput liar yang mengganggu. Selain itu akan lebih mudah dalam merawat dan memindahkan tanaman yang mungkin rusak atau layu. Meski terkesan mahal, namun dengan menanam tanaman pada polybag akan memberikan hasil yang lebih banyak dibanding menanamnya langsung pada tanah.

Polybag VS Tanah Langsung

Antara polybag dan menanam langsung pada tanah memiliki perbedaan yang cukup besar. Pertama, menaman di polybag akan terhindar dari renik dan cacing tanah yang cukup banyak didalam tanah. Selain itu, dengan penggunaan plastik bewarna hitam akan menambah efek rumah kaca yang dapat menyerap panas matahari dengan merata pada seluruh tanaman meski ada yang tertutup dengan tanaman lain yang cukup besar. Ketiga, dengan menggunakan polybag akan lebih memudahkan petani dalam membersihkan gulma atau rumput liar yang mengganggu.

Baca Juga :   Manfaat Daun Singkong untuk Kesehatan

Perawatan Masa Panen

Apabila tanaman cabe sudah memiliki tinggi sekitar 35- 50 cm maka siapkan diri untuk rajin memanen. Biasanya, tanaman cabe siap panen berusia 3 bulan dari bibit yang memiliki tinggi 10 cm. Bunga cabe akan cepat muncul jika daun yang sudah kering rajin dibersihkan setiap hari. Jangan lupa menambahkan air humus agar tanaman cepat mendapatkan nutrisi yang cukup banyak. Jika sudah melakukan panen pertama maka untuk selanjutnya tanaman cabe perlu dibuatkan penyangga agar usia tanaman bisa lebih lama dan tidak mudah roboh.

Siapkan saja bambu yang sudah dipotong dengan panjang satu meter. Kemudian sisir atau belah menjadi beberapa bagian. Sisir bersih dan rapikan dengan menggunakan pisau. Setelah itu tancapkan pada tiap tanaman yang ada pada polybag. Lakukan proses panen dengan memilih cabe yang sudah tua atau matang. Apabila memungkinkan maka dengan memanen tiap dua hari sekali akan lebih dapat memilah cabe secara baik. Setorkan pada pengepul secara berkala agar hasil panen dapat melimpah. Apabila harga cabe sedang anjlok atau turun drastis maka dapat dikeringkan terlebih dahulu kemudian jual dengan kondisi kering saja. Cara ini akan lebih memudahkan agar cabe tidak lekas busuk dan terbuang percuma.

Dengan memperhatikan keempat tahap tersebut maka dapat dipastikan akan memperoleh hasil panen yang cukup besar. Menjadi petani hebat hanya butuh keuletan dan ketelatenan saja dalam merawat tanaman. Apabila hasil melimpah maka petani akan senang dan bahagia, tentu saja akan menambah perekonomian keluarga semakin membaik. Teruslah belajar dan bekerja agar dapat memperhatikan tanaman dengan baik sehingga hasil yang diberikan juga akan sesuai. Jangan bosan untuk terus belajar mengenai cara merawat tanaman cabe dengan benar agar hasil panen bisa melimpah meski dengan segala cuaca dan segala kondisi.

Share :

Baca Juga

Panduan Budidaya

Mengenal Zat Pengatur Tumbuh dan Fungsinya bagi Tanaman
Mesin pengolah tanah

Panduan Budidaya

Cara Modern Mengolah Tanah dengan Mesin Pengolah Tanah

Panduan Budidaya

Cara Pembibitan Tanaman Jahe Agar Hasil Maksimal

Panduan Budidaya

Diminati Mancanegara, Beternak Bekicot Jadi Peluang Bisnis
Merawat tanaman Monstera

Panduan Budidaya

Daun Monstera, Tanaman Hias Daun yang Sedang Ramai Diminati

Panduan Budidaya

Amazing ! Inilah 14 Wujud Pertanian Modern di Masa Depan

Panduan Budidaya

Cara Mudah Agar Tanaman Nanas Cepat Berbuah

Panduan Budidaya

Hamparan Sawah Bertingkat, Apakah Fungsinya?