5 Penyebab Blooming Algae di Perairan Sungai

  • Bagikan
Blooming Algae di perairan sungai

Mediatani – Sobat Mediatani mungkin pernah melihat perubahan warna air sungai jadi merah atau hijau bukan? Peristiwa ini kerap disebabkan oleh blooming algae. Blooming alga sendiri merupakan peristiwa banyaknya jumlah alga pada perairan sungai tersebut.

Umumnya penambahan jumlah alga yang membludak ini akan menimbulkan dampak yang negatif. Lantas, apa sebab dan bagaimana dampaknya? Artikel ini akan membantu menjawab penjelasan terkait sebab dan dampak peristiwa membuatnya jumlah alga ini.

Penyebab Blooming Algae dan Dampaknya

Kemunculan populasi alga yang membludak pada waktu tertentu, bukan tanpa alasan. Umumnya ada beberapa sebab yang melatarbelakangi kemunculan peristiwa blooming algae. Selain itu, ada dampak yang muncul dari peristiwa ini. Berikut ini penjelasan detailnya:

1. Global Warming

Global warming atau pemanasan global merupakan salah satu sebab adanya peristiwa membludaknya jumlah algae. Pasalnya, peningkatan suhu perairan akibat pemanasan global ini akan memicu adanya aktivitas pembelahan sel alga yang juga berjalan dengan cepat.

Proses metabolisme alga juga akan meningkat drastis saat suhu di perairan meningkat. Peningkatan metabolisme alga inilah yang juga menjadi sebab perbanyak populasi alga dalam waktu singkat.

2. Limbah dengan Kandungan Fosfat

Limbah yang mengandung banyak fosfat pun bisa menjadi sebab peningkatan populasi alga. Salah satu contoh limbah yang mengandung banyak fosfat adalah limbah deterjen rumah tangga.

Baca Juga :   KKP Ajak Masyarakat Pesisir Cirebon dan Indramayu Kampanyekan “Stop Cemari Laut”

Semakin banyak pembuangan dan penggunaan detergen ini akan menghasilkan semakin banyak fosfat. Fosfat yang berlebihan ini nantinya akan membuat pertumbuhan dan perkembangan alga jadi tidak terkontrol dengan baik.

3. Penggunaan Pestisida Berlebihan

Para petani biasanya menggunakan pestisida untuk kebutuhan pertaniannya. Tak hanya petani, banyak juga kalangan masyarakat yang menggunakan pestisida berlebihan dan membuang limbahnya ke sungai.

Limbah pestisida sangat memungkinkan alga untuk berkembang biak lebih cepat dan lebih banyak. Karenanya ada aturan untuk penggunaan pestisida yang tidak berlebihan.

4. Limbah dengan Kandungan Logam

Selain limbah dengan kandungan fosfat, limbah dengan kandungan logam pun bisa jadi sebab terjadinya blooming algae. Algae akan lebih mudah mengalami pembelahan sel dan berkembang dengan cukup pesat. Biasanya limbah seperti ini berasal dari pabrik.

Selain mempercepat perkembangan populasi algae, limbah logam ini bahkan visa secara langsung merusak ekosistem dalam perairan. Tak heran jika banyak organisme dalam perairan tersebut mati.

5. Pembuangan Pupuk Buatan Berlebihan

Pupuk buatan memang bagus untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Namun, pupuk ini juga punya efek buruk saat dibuang ke perairan. Pupuk buatan mungkin punya kandungan bahan alami yang banyak. Hal tersebut akan memicu pembunuhan yang lebih cepat.

Baca Juga :   Tidak Hanya Menampung Anak, Ini Fungsi Lain dari Kantong Kanguru

Dari proses pembunuhan itu, pupuk buatan akan mengundang algae yang bisa membelah sel secara lebih cepat. Akibatnya terjadilah blooming algae dalam waktu singkat.

Membludaknya populasi algae yang disebabkan hal-hal di atas, tentu dibarengi dengan dampak yang nyata dalam perairan yang tercemar alga tersebut. Perkembangan algae akan membutuhkan kadar oksigen tinggi dalam perairan. Dengan begitu oksigen dalam perairan tersebut akan berkurang drastis.

Selain itu, algae akan menyebarkan toksin atau racun dari dalam dirinya ke perairan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan banyak biota laut mengalami kematian. Apalagi metabolisme alga yang begitu banyak tentu akan meracuni ikan-ikan yang hidup dalam perairan tersebut.

Tak heran jika peristiwa blooming alga ini bahkan bisa menyebabkan kepunahan biota dalam air. Jika sudah seperti ini, maka para pakar harus segera bertindak demi perbaikan populasi dalam perairan.

**

Berbagai sebab blooming algae beserta dampaknya di atas bisa menjadi pembelajaran baru bagi Sobat Mediatani yang mungkin masih merasa asing dengan peristiwa yang satu ini. Hal ini penting dipahami sebagai pengetahuan umum agar bisa mencegahnya.

  • Bagikan