Dalam Setahun Telah Ratusan Lembu Laut Mati di Perairan Florida, Ini Penyebabnya

  • Bagikan
Seekor manatee di perairan Florida

Mediatani – Populasi manatee atau lembu laut yang terdapat di perairan Florida, Amerika Serikat menurun drastis dalam setahun terakhir.

Kematian manatee itu sebagian besar disebabkan karena meledaknya populasi ganggang akibat pencemaran perairan. Selain itu, tak jarang mamalia itu juga mati karena tertabrak kapal.

Beruntung seekor bayi lembu laut yang diberi nama Lativa masih bisa diselamatkan dari melonjaknya kasus kematian manatee di Florida. Manatee yang berusia dua tahun itu diselamatkan pada awal bulan ini.

Namun, kondisinya yang buruk membuatnya harus dirawat di rumah sakit hewan di Florida. Agar bisa berenang ke permukaan untuk bernapas, ia harus menggunakan pelampung yang dipasangkan di tubuhnya.

Lativa terkena paparan parah brevetoxins, suatu neurotoksin kuat yang terbentuk dari fenomena red tide atau pasang merah akibat meledaknya pertumbuhan ganggang yang telah mencemari sebagian perairan Florida.

Dikutip dari Bangkok Post, Molly Lippincott, manajer perawatan hewan untuk ZooTampa di Lowry Park mengungkapkan bahwa Lativa ditemukan terdampar dan dalam keadaan yang sama sekali tidak responsif.

Dalam sebuah video yang ditunjukkan Lippincott, kepala mamalia tersebut bertumpu pada pelampung berenang yang terpasang di tubuhnya.

Lativa sudah dapat bernapas sendiri, tetapi masih perlu diawasi secara ketat di kolam perawatan intensif. Selain Lativa, lembu laut lainnya, Bellisima juga ditemukan dalam keadaan kekurangan gizi dan mengalami luka parah akibat tertabrak perahu.

Lippincot mengatakan jika kedua manatee itu telah membaik, mereka akan dipindahkan ke kolam pemulihan bersama dengan 20 manate lainnya untuk diberi makan dan dirawat sebelum nantinya mereka dilepas ke lingkungan alaminya.

Tabrakan perahu memang menjadi salah satu penyebab utama kematian manatee di Florida setelah adanya ledakan populasi ganggang merah akibat penggunaan pupuk oleh manusia dan hilangnya sumber makanan bagi mamalia tersebut.

Komisi Konservasi Ikan dan Margasatwa Florida menyebutkan bahwa jumlah kematian manatee pada tahun ini mengalami peningkatan drastis, dimana sejak 1 Januari hingga pertengahan April, telah sebanyak 674 manate yang ditemukan mati di perairan Florida.

Angka tersebut telah mencapai hampir tiga kali lipat dari jumlah kematian manatee yang tercatat dalam periode yang sama dalam lima tahun terakhir.

“Kami hanya mengalami lebih banyak masalah lingkungan, karena ada begitu banyak orang yang tinggal di sini sekarang,” ungkap Lippincott.

Terdapat lima rumah sakit yang bisa merawat manatee di Florida, yakni di Sunshine State dan Tampa. Rumah sakit hewan tersebut merupakan salah satu yang terbesar dan memiliki tiga tangki perawatan intensif.

Namun, meningkatnya angka kematian manatee tahun ini telah membuat fasilitas-fasilitas tersebut telah memenuhi kapasitas rumah sakit.

Manatee

Manatee merupakan hewan air yang biasa dianggap sepupu jauh gajah. Mamalia ini suka berenang-renang di hamparan lamun dan hidup di perairan dangkal karena mereka harus sering ke permukaan untuk bernapas.

“Saat manatee keluar untuk bernapas, saat itulah mereka biasanya rentan dan tertabrak perahu,” jelas Lippincott.

Di kolam pemulihan, saat manatee menabrak lunas perahu atau tertabrak sejajar dengan motor tempel, hewan ini akan memiliki bekas luka, garis bergerigi pada tubuhnya.

“Mereka benar-benar bergerak sangat lambat. Mereka berlayar dengan kecepatan sekitar lima mil per jam, jadi mereka tidak punya waktu untuk menjauh dari perahu. Kami membutuhkan orang-orang untuk melambat saat mereka berada di perairan dangkal,” katanya.

Para operator kapal memang tidak banyak mengetahui tentang satwa liar lokal. Pasalnya, untuk mengoperasikan kapal mereka hanya perlu menyelesaikan kursus mengemudi kapal. Sementara kebanyakan turis yang menyewa perahu kerap tidak menyadari kalau ada 7000 manatee di perairan Florida tersebut.

  • Bagikan