Adakan Dialog Antar Negara, Karantina Pertanian Dorong Ekspor di Masa Pandemi

  • Bagikan
Sumber foto: kumparan.com

Mediatani – Karantina Pertanian Entikong telah mengadakan dialog yang membahas tentang ekspor pada wilayah perbatasan yang terkendala pandemi Covid-19. Dialog antar negara tersebut dilakukan secara daring pada Selasa (9/3/2021). Dialog tersebut difasilitasi oleh Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) di Kuching dan diikuti oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat.

Tidak hanya itu, hadir pula Kanwil DJBC Kalimantan Barat, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat, pelaku-pelaku usaha Indonesia di Sarawak, serta pelaku UMKM Kalimantan Barat, khususnya di kabupaten-kabupaten di sekitar perbatasan RI – Malaysia.

Dilansir dari Kumparan.com Pada tahun 2019 yang lalu, Karantina Pertanian Entikong dinilai berhasil dalam menggenjot ekspor komoditas pertanian di wilayah perbatasan. Terlihat adanya peningkatan yang signifikan terhadap perkembangan ekspor melalui wilayah perbatasan.

Namun saat mulai memasuki masa pandemi, para pelaku usaha mengalami kendala terhadap pengiriman komoditas pertanian ke Malaysia melalui perbatasan darat di Provinsi Kalimantan Barat. Hal ini karena terkendala oleh kebijakan penutupan pintu perbatasan yang dilakukan Malaysia.

Kebijakan tersebut telah memberi dampak negatif terhadap perekonomian di daerah perbatasan, seperti menurunnya arus masuk wisatawan, transportasi manusia dan barang, serta aktivitas perdagangan melalui pintu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Entikong dan Nanga Badau.

Oleh karena itu, KJRI Kuching memandang perlu untuk bersama-sama mencari terobosan baru dan strategi pemasaran yang efektif untuk mempromosikan produk-produk unggulan masyarakat di wilayah perbatasan.

Potensi ekspor Komoditas Pertanian dan sejumlah produk dari Kalimantan Barat (Indonesia) menuju Kuching (Malaysia) sangatlah besar. Hal tersebut diungkapkan pada dialog Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Yonny Tri Prayitno bersama UMKM Kalimantan Barat dan Usahawan  Indonesia di Sarawak (Malaysia)

“KJRI mendukung penuh sekaligus memperkenalkan potensi ekspor pada beberapa produk dari Kalimantan Barat (Indonesia) ke pasar yang memiliki jumlah penduduk sangat signifikan di Sarawak. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, akan kita agendakan untuk melakukan pameran terhadap potensi-potensi komoditas pertanian dan turunannya di Kuching, tentunya dengan menerapkan protokol kesahatan. Agar semakin banyak yang tertarik dan ekspor komoditas pertanian menjadi lebih besar dan lebih besar lagi” ungkap Yonny.

Merespon hal tersebut, drh.Yongki Wahyu Setiawan MH selaku Kepala Karantina Pertanian, yang juga sebagai pemateri langsung pada dialog tersebut membahas terkait permasalahan ekspor melalui perbatasan RI-Malaysia. Dalam acara tersebut, Kepala Karantina Pertanian Entikong memaparkan produk-produk unggulan di Kalimantan Barat sekitar perbatasan serta prosedur karantina bagi produk ekspor UMKM Kalimantan Barat.

“Harapan kami agar ekspor ditengah-tengah masa Movement Control Order yang diterapkan oleh Kerajaan Malaysia bisa difasilitasi, terkait komoditas pertanian kita dapat mencari jalan tengahnya, yaitu dengan menerapkan jalan protokol kesehatan yang ketat saat proses pemuatan barang komoditas pertanian, dan pada saat proses masuk ke malaysia. Sehingga menurut Kami dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat sepertinya tidak akan mempengaruhi laju penyebaran virus Covid-19”, terang Yongki

Berbagai upaya telah ditempuh oleh Karantina Pertanian Entikong dalam upaya untuk mendukung Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks). Mulai proses pendampingan para petani dari hulu, sampai pengadaan kordinasi antar negara agar ditemukan solusi dalam penyelesaian permasalahan ekspor melalui wilayah perbatasan darat RI – Malaysia seperti yang dilakukan pada kesempatan kali ini.

Diharapkan pembahasan yang dilakukan antara Karantina Pertanian Entikong bersama dengan berbagai pihak serta KJRI di Kuching ini membuahkan solusi untuk pengiriman komoditas pertanian Indonesia ke Malaysia.

  • Bagikan