Home / Berita / Pertanian

Senin, 18 Januari 2021 - 14:37 WIB

Bantuan Embung untuk Kabupaten Barru: Kementan: Agar Produktivitas Meningkat

Sumber foto: liputan6.com

Sumber foto: liputan6.com

Mediatani –¬†Kementerian Pertanian (Kementan) kembali memberikan kontribusi untuk memajukan pertanian di Indonesia. Salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan mendapat bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) berupa embung. Setelah di fungsikan, embung tersebut memberikan dampak positif terhadap pertanian di Kabupaten Barru. Hal itu diketahui karena meningkatnya indeks pertanaman dan produktivitas pertanian di Kabupaten Barru.

Syahrul Yasin Limpo, selaku Menteri Pertanian, mengatakan bahwa bantuan kepada Kabupaten Barru berupa embung ini memang dilakukan agar produktivitas pertanian meningkat. Alasannya adalah agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Sehingga, produktivitas pertanian harus terus digenjot dan stabil. Salah satunya dengan pembangunan embung ini. Diharapkan dengan adanya embung, kebutuhan akan air pada sektor pertanian akan terpenuhi (Minggu, 17 Januari 2021).

Lokasi dari pembangunan embung ini yaitu terletak di Dusun Rumpia, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru. Pembangunan embung yang dikerjakan oleh Kelompok Tani Botto III ini memanfaatkan sumber mata air yang ada disekitarnya. Embung sebaiknya dibangun pada lahan dengan tanah yang mampu menahan peresapan air. Tujuannya adalah menjaga agar air tidak cepat surut ke dalam tanah. Embung ini memiliki kemampuan untuk mengairi lahan seluas 35 hektar (Ha). Dengan adanya embung ini, indeks pertanaman (IP) diharapkan bisa naik dari awalnya 100 ditargetkan 200. Produktivitas dari 5,5 ton ditargetkan menjadi 6,5 ton.

Baca Juga :   Budidaya Minyak Atsiri Sereh Wangi, Ini Syaratnya

Bentuk embung yang dibuat yaitu  bujur sangkar atau mendekati bujur sangkar, hal tersebut dimaksudkan agar diperoleh Wiling yang paling pendek, sehingga resapan air melalui tanggul lebih sedikit. Namun beda ketika membangun Embung dengan skala besar, maka bentuk Embung lebih menyesuaikan kontur alam.

Sementara itu, harapan yang sama juga disampaikan oleh Sarwo Edhy, selaku Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian. Embung ini diharapkan bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar. Masyarakat harus memaksimalkan keberadaan embung ini untuk menambah pendapatan petani. Sehingga bantuan embung yang diberikan dinilai tepat sasaran dan bisa dirasakan dampak positifnya oleh petani. Selain untuk sektor pertanian, embung juga dinilai mempunyai manfaat pada sektor lain seperti peternakan, perkebunan dan lainnya.

Ahmad, selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru juga memberikan tanggapan tentang bantuan dari Kementerian Pertanian. Pembangunan embung ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman, khususnya tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura.

Baca Juga :   Dengan Dana KUR Pertanian, Petani Sudah Boleh Membangun Proses Hilirisasi

Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Barru bersama kelompok tani terkait membuat pakta integritas sebelum mengalokasikan embung tersebut. Pakta integritas tersebut berisi tentang kewajiban kelompok tani untuk melakukan peningkatan hasil produksi baik dari segi hasil maupun segi IP-nya.

Sementara itu, dari pihak petani dan masyarakat pun menyampaikan apresiasinya kepada stakeholder yang sudah menyukseskan pengadaan embung ini. Dampak positif sangat dirasakan oleh petani. Jika dahulu meskipun saat musim hujan pun mereka sangat kesulitan untuk mengairi persawahannya, sekarang mereka tidak perlu khawatir lagi. Berkat adanya embung tersebut, pengairan persawahan yang letak sawahnya pun tidak merata atau bertingkat bisa teratasi.

Embung ini berfungsi menyimpan cadangan air yang sudah tertampung. Kemudian air tersebut dialirkan ke sawah – sawah petani. Terlebih lagi saat memasuki musim kemarau, dimana ketersediaan air mulai berkurang. Dengan kehadiran embung di Kabupaten Barru, dinilai mampu mengontrol dan mengelola penggunaan air dengan optimal sehingga petani bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“Dan sekarang sudah bermanfaat, Musim Pertama (Rendengan/Asep) tanaman padi, Musim Kedua (Gadu, Okmar) rencana tanam kacang tanah dan jagung”, kata salah seorang petani.

 

Share :

Baca Juga:

Dilansir dari Fajar - Anggota DPRD Wajo Elfrianto bersama penjaga kebun, Muhammad Arsyad saat diperkebunan kurma di Desa Wewangrewu Kecamatan Tanasitolo

Berita

Setelah Empat Tahun, Kurma Varietas Barhee di Wajo Siap Panen Akhir Tahun Ini
Menteri pertanian RI Andi Amran S (kanan) menerima cendera mata yang diserahkan oleh Menteri Pertanian Taiwan Tsung-Hsien Lin (kiri) (foto: humas kementan)

Agribisnis

Kunjungi Taiwan, Mentan Buka Keran Eksport Manggis

Berita

Harga Ekspor Daging ke Indonesia Tinggi, Peternak Australia Senang

Berita

Nilai Ekspor Perikanan Sumatera Barat Naik Drastis di Awal Tahun

Berita

Hemat Ongkir, Ambon Kini Bisa Langsung Ekspor Perikanan ke Jepang

Berita

Antisipasi Kerugian, Petani Yogya Disarankan Ikut Asuransi

Berita

Paus Jenis Brydei Terdampar Lagi, Kali Ini di Pantai Batu Bali

Berita

Dispertanakbun-Kelompok Ternak Belimbing Mekar Palopo Lakukan IB, Kadis: Tingkatkan Populasi Sapi