Bisakah Makan Jambu dengan Kulitnya? Ini Penjelasan Singkatnya

  • Bagikan
Sumber foto: pikiranrakyattasikmalaya.com

Mediatani – Siapa yang menyukai buah jambu? Yap buah ini memiliki warna merah muda yang rasanya segar, manis dan lezat. Jambu, baik itu jenis jambu biji ataupun jambu air keduanya mudah ditemukan di sejumlah tempat dan dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

Tak hanya punya rasa yang enak dan harga yang murah, buah jambu ini juga memiliki beragam kandungan zat yang baik terhadap kesehatan tubuh. Diketahui ada beberapa nutrisi yang terkandung pada jambu ini di antaranya adalah vitamin C, antioksidan, kalium, dan juga serat.

Biasanya jambu ini bisa dikonsumsi secara langsung ataupun bisa diolah juga menjadi jus yang rasanya tidak kalah enak. Tetapi jika memilih untuk mengkonsumsinya secara langsung, beberapa orang juga ikut memakan kulit dari buah jambu ini. Tetapi tidak sedikit pula yang memilih untuk mengupas kulitnya terlebih dahulu.

Jambu memiliki lapisan kulit yang tidak tebal. Namun sebenarnya, apakah ketika Kita memakan buah jambu bersama kulitnya itu diperbolehkan dan seberapa amankah jika dikonsumsi bersama kulitnya?

Terkait hal ini, Awang Maharija selaku Kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika Institut Pertanian Bogor (IPB) menyampaikan bahwa memakan secara langsung jambu dengan kulitnya tidak mengapa, sebab buah jambu ini tidak banyak yang terkena paparan pestisida. Sehingga pada jumlah tertentu masih aman di konsumsi bersama kulitnya.

Baca Juga :   Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Sambangi Agro Wisata Jambu Kristal Warga

“Tidak apa-apa dimakan kulitnya. Jambu tidak banyak yang terpapar pestisida,” kata Awang Maharijaya pada Kompas.com.

Seperti yang Kita ketahui bahwa buah jambu ini seringkali diberikan perlakuan ‘pembrongsongan’ ketika masih berada di pohonnya. Sekadar informasi bahwa Pembrongsongan ini merupaka salah satu upaya membungkus jambu dengan menggunakan material contohnya seperti plastik atau bisa juga menggunakan kertas saat masih berada di pohon.

Pembrongsongan ini berfungsi agar bisa meminimalisir adanya gangguan hama dan penyakit ketika buah jambu masih ada di pohon. Sehingga buah jambu yang kelihatannya relatif masih mulus biasanya dinilai memiliki kualitas yang baik sehingga harganya pun lebih tinggi pula.

Awang juga menunjukkan bagaimana gambaran buah jambu yang diberikan perlakuan brongsong dengan menggunakan kertas nasi yang ditambah dengan lapisan plastik di dalamnya. Selain itu, dia juga memberikan gambaran buah jambu yang dibrongsong dengan kertas koran.

Jambu yang dibrongsong dengan kertas nasi akan terlihat jauh lebih bagus. Kondisi kulitnya lebih mulus, memiliki bentuk yang lebih sempurna serta warnanya pun merata. Seperti dilansir dari Epicurious, bahwa kulit buah jambu mengandung vitamin C yang jauh lebih besar dibanding buah jeruk secara keseluruhan.

Baca Juga :   Diskusi Warung Pemula, Kampus Harus Berpihak Pada Desa

Meskipun begitu, sering timbul pertanyaan bahwa apakah buah jambu perlu di cuci sebelum di konsumsi?

Yap, meskipun telah dibrongsong, Awang akan tetap menyarankan sebelum dikonsumsi terlebih dahulu untuk mencuci buah jambu hal ini juga berlaku jika buah jambu ini diolah menjadi jus atau yang lainnya. Hal ini dimaksudkan, agar bakteri dan jamur yang masih tertinggal di permukaan buah nantinya tidak akan mempercepat pembusukan atau perusakan pada buah jambu.

Hal ini dinilai sangat penting terlebih lagi ketika kamu tidak langsung memakan jambu dan hendak menyimpannya terlebih dahulu. Awang menyarankan untuk mencucinya sebentar dengan air. Ketika dirasa sudah cukup bersih, kemudian buah jambu tadi dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Setelah itu, buah jambu sudah bisa langsung dikonsumsi atau bisa juga disimpan dengan cara yang baik agar lebih awet.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani