Bisnis Ternak Ayam Kampung dengan Modal Pas-Pasan, Cocok untuk Pemula

  • Bagikan
Ternak ayam kampung

Mediatani – Budidaya ayam tidak mudah tanpa mengetahui ilmunya. Bukan hanya ayam broiler, budidaya ternak ayam kampung juga membutuhkan ilmu dan kesabaran. Sebab, budidaya ayam kampung berbeda dengan ayam broiler.

Ayam kampung diklaim lebih sehat dibandingkan ayam broiler. Dalam budidayanya, ayam broiler biasanya terus di kandang dan harus mendapatkan perlakukan khusus seperti pemberian vitamin, antibiotik, dll. Perlakuan khusus ini justru tidak baik bagi kesehatan Sobat Mediatani.

Tips Ternak Ayam Kampung Mudah dan Hemat

Ayam broiler memang lebih cepat untuk siap konsumsi, sayangnya ayam tersebut kurang baik jika dikonsumsi terus-menerus. Berbeda dengan ayam kampung yang mencari makan sendiri. Namun, ayam kampung cenderung lebih lama untuk siap konsumsi.

Bagi Sobat Mediatani yang ingin budidaya ayam kampung dengan modal pas-pasan, berikut caranya:

1. Pilih Indukan yang Tepat

Agar mendapatkan kualitas ayam yang bagus, pilih indukan yang memiliki suara berkokok yang keras dan lantang. Selain itu, pilih ayam dengan bulu yang mengkilap dan tidak mengalami cacat.

Baca Juga :   Simak ! Tahap-tahap Memulai Ternak Ayam Bekisar, Sederhana dan Mudah

Dari indukan yang baik, Sobat Mediatani akan mendapatkan keturunan ayam kampung yang berkualitas. Dengan bulu mengkilap, suara lantang, sehat dan kualitas daging bagus akan membuat harga jualnya melambung tinggi.

2. Perhatikan Kandang

Meskipun ayam kampung bisa dilepaskan dan mencari makanan sendiri, sobat Mediatani tetap harus memperhatikan kandang. Tujuannya adalah agar ayam tertidur di malam hari dan lebih aman. Sobat Mediatani juga dapat membuat kandang dengan skala besar.

Pembuatan kandang besar bertujuan agar ayam kampung tidak kabur dan mudah melakukan peternakan. Buat sekat antar ayam dewasa dan anakan.

3. Kawinkan Indukan

Letakkan indukan (ayam jantan dan betina) dalam satu kandang. Biarkan keduanya melakukan adaptasi, Sobat Mediatani tidak dapat memaksakan proses adaptasi lebih cepat karena proses ini berjalan secara alamiah.

Proses perkawinan sudah terjadi jika ayam betina mulai berkokok terus-menerus atau rewel. Setelah proses kawin tersebut, pisahkan ayam jantan dan betina. Letakkan ayam betina di kandang khusus untuk bertelur.

Baca Juga :   Ketua Gerbang Tani Kalbar: Harga Jual Ayam Turun, Harga Pakan Naik Jadinya Rugi

4. Proses Penetasan

Ayam betina akan bertelur sekitar 5-14 telur. Pindahkan telur-telur tersebut di kotak inkubator yang sudah diberikan pencahayaan lampu 10 watt. Telur ayam akan menetas sekitar 14-20 hari. Tunggu hingga seluruh ayam menetas.

5. Pemeliharaan Anakan

Setelah ayam menetas, pindahkan anakan ayam tersebut ke kandang khusus anakan. Berikan makanan khusus yakni jagung yang ditumbuk halus secara rutin. Berikan makanan khusus ini hingga usia anak ayam 2 bulan.

Setelah dua bulan, pindahkan anakan ayam tersebut ke kandang khusus ayam dewasa. Setelah ayam kampung tersebut berusia lebih dari tiga bulan, ayam sudah siap untuk dipasarkan. Cek secara rutin kondisi ayam, apakah terdapat bagian yang cacat atau tidak.

Ayam kampung yang dijual harus dalam kondisi sehat dan tidak terlalu kurus. Oleh karena itu, dalam ternak ayam harus memperhatikan kondisi kandang, pakan dan perkembangan ayam tersebut agar harga jual lebih tinggi dan mendapatkan untung besar.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani