Blora Susun Grand Design Pengembangan Peternakan Sapi dari Hulu hingga Hilir

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Blora, saat kunjungi kantor dan peternakan PD Dharma Jaya di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. (foto: Istimewa)

Mediatani – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus berupaya memaksimalkan potensi peternakan sapi di kabupaten setempat yang sangat melimpah.

Namun belum tergarap dengan maksimal, salah satunya ialah dengan mengajak kerjasama berbagai stakeholder.

Dalam mematangkan rencana itu, Pemkab Blora tengah menyusun grand desain peternakan sapi dari hulu hingga hilir.

Nantinya Pemkab Blora akan mengajak stakeholder terkait untuk mematangkan rencana tersebut, salah satunya adalah PD Dharma Jaya.

Salah satu BUMD milik Pemprov DKI Jakarta yang bergerak dalam usaha penyediaan daging sapi dan beragam olahannya, sehingga diharapkan bisa membantu penyaluran daging hasil peternakan sapi di Kabupaten Blora.

Sebelumnya, Bupati Blora H Arief Rohman, bersama Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati ST MM, datang langsung ke kantor pusat PD. Dharma Jaya di kawasan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Dengan didampingi staf khusus, Ketua Tim Penggerak PKK, serta Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PD.Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman dan jajarannya.

Dalam pertemuan itu, Bupati memaparkan bahwa potensi peternakan sapi di Kabupaten Blora sangatlah melimpah.

Hanya saja kuantitas yang terbesar di Jawa Tengah ini belum tergarap dengan maksimal dan banyak dikelola secara individu.

Baca Juga :   Pakar Sarankan Pemerintah Manfaatkan Lahan Pulau Terluar untuk Tingkatkan Populasi Sapi

Pihaknya ingin menyusun grand desain peternakan sapi hulu-hilir dengan menggandeng PD Dharma Jaya dalam bentuk penjajakan kerjasama.

“Standar apa yang diberlakukan dalam hal pemenuhan daging sapi di sini, akan kita coba pelajari agar daging sapi Blora juga bisa ikut memenuhi kebutuhan pasokan daging di DKI,” ucap Bupati.

Bupati menuturkan bahwa pihaknya ingin melakukan kerjasama antara Rumah Potong Hewan (RPH) Blora dengan PD. Dharma Jaya.

Pasalnya, meskipun jumlah sapi di Blora yang terbanyak, namun belum memiliki RPH yang memadahi sehingga sapi banyak dijual keluar daerah dalam kondisi hidup.

Sepekan sekali, setidaknya ada 5 truk sapi dikirim dari Blora ke DKI.

Padahal jika dapat diolah di daerah, akan bisa memberikan nilai ekonomi tambahan bagi peternak.

“Jika memungkikan, ke depan kita akan upayakan tempat peternakan sapi bersama dengan PD Dharma Jaya di Blora. Agar Blora bisa menjadi penyuplay stok daging sapi DKI Jakarta. Mengingat bakalan sapi di Blora juga termasuk yang berkualitas unggul,” kata Bupati Blora mengungkapkan.

Sementara itu, Direktur Utama PD.Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menyambut baik langak tersebut sekaligus mengapresiasi komitmen Bupati Blora untuk memajukan peternakan sapi dengan perusahaan yang ia pimpin.

Baca Juga :   Sektor Peranian Beri Kontribusi Positif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional

“Bahwa kerjasama antar daerah yang kali ini sedang digalakkan Pemprov DKI inshaAllah bisa kita wujudkan kaitannya dengan ketersediaan daging sapi di Jakarta.” ucap Raditya Endra Budiman.

Pihaknya mengaku potensi sapi di Blora sangat banyak, sehingga pihaknya menunggu tahapan lebih lanjutnya untuk rancangan kerjasama dan teknisnya di lapangan. “Mungkin nanti akan kita bentuk tim kecil untuk merumuskan ini,” kata Raditya.

Selain berdialog, Bupati Blora dan rombongan juga diajak berkeliling meninjau kandang karantina sapi, RPH, proses pengolahan, dan pengepakan daging sapi, hingga toko daging sapinya.

Program SMS Pisan Banyuwangi Maksimalkan Indukan Sapi Beranak Setahun Sekali

Selain Blora, Pemkab Banyuwangi juga telah meluncurkan program SMS Pisan yang merupakan akronim dari Sapi Manak Setahun Pisan (sapi beranak setahun sekali).

Program ini pun memberikan treatment kepada indukan sapi yang mengalami gangguan reproduksi sehingga mereka dapat bereproduksi secara maksimal, yakni satu tahun sekali.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani merilis langsung program tersebut di sela-sela kegiatan bupati ngantor di desa (Bunga Desa) di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo…baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

  • Bagikan