Buah-buahan Langka Yang Digemari Di Indonesia

Buah merupakan tempat tanaman menyimpan cadangan makanannya. Kandungan Glukosa dalam buah menjadikan rasa buah sangat disukai oleh manusia. Jika kita tidak memiliki kebun atau minimal pohon buah-buahan sangat banyak diantara kita yang memilih jadi konsumen saja atau dengan kata lain menikmati buah hanya dengan membelinya di pasar saja. Ya, kita pasti tahu bahwa yang ada di pasar hanyalah buah-buahan populer saja.

Kali ini redaksi ingin mengungkapkan Buah-buahan Digemari Namun Langka di Indonesia.  Buah-buahan yang kabarnya tumbuh liar di Daratan Indonesia sangatlah enak dan banyak penggemarnya. Buah-buahan Langka ini sudah sangat sulit untuk ditemukan.
http://mediatani.co/2015/01/buah-buahan-langka-yang-digemari-di.html
1. Buah Rambai 

Buah Rambai

Kalau yang buah yang satu ini rasanya manis-manis masem, secara pisik mirip duku, namun buahnya berumbai-rumbai kebawah waktu didahannya. Kulitnya pun lebih tipis dari duku. Pohonnya relatif besar dari duku. Buah ini biasanya banyak digunakan untuk campuran masak ikan sebagai pengganti asam. dan tumbuh didaerah Pulau Bangka Belitung, kalau ditempat lain aku belum lihat. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.



2. Buah Manau

Buah manau adalah buah dari tanaman rotan, dimana buahnya memiliki rasa yang asam-asam manis, buah ini enak kalau sudah diasin. buah manau banyak terdapat didaerah kepulauan Bangka, Kepulauan Belitung, Pulau Sumatra, Kalimantan. Buah manau dalam satu pohonnya dapat menghasilkan sampai setengah karung, buah ini biasa dijual didaerah pasar-pasar tradisional yang ada didaerah seperti Bangka, Belitung, Kalimantan. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

http://mediatani.co/2015/01/buah-buahan-langka-yang-digemari-di.html


3. Cempedak

Sepintas pohon cempedak mirip dengan pohon nangka. Cempedak hanya berbuah satu tahun sekali. cempedak juga cara mengambil isinya beda dari nangka yang agak rumit. Mengambil isi cempedak tinggak diiris dari atas kebawah kulitnya lalu tarik aja keatas puluk nya (tengah dari buah yang lengket pada buah) maka secara otomatis isinya ikut terangkat semua, tinggal makan.

Cempedak dapat dibuat bermacam-macam makanan, dari manisan cempedak, gorengan cempedak (seperti pisang goreng namun isinya bukan pisang tapi cempedak), bahkan langsung dimakan seperti nangka juga enak. cempedak ini kalau didaerah Indonesia banyak tumbuh didaerah Sumatra, Kalimatan, seperti sumatra selatan, Sumatra Utara, Pulau Bangka, Pulau Belitung. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

4. Buah Kemunting atau Kerak duduk

Hidup di daerah yang berpasir berbuah tidak mengenel musim, buah ini rasanya manis dan enak. secara fisik buah ini kecil-kecil sekital sejempol orang dewasa, namun buah ini sangat banyak buahnya dalam tiap satu batang. Pohonnya relatif kecil paling besar sebesar kaki orang dewasa, itu pun jarang kebanyakan hanya sebesar jempolan orang dewasa aja. Buah ini banyak terdapat didaerah pasiran Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

5. Buah Kelubi

Buah kelubi hidup didaerah perairan yang ada didalam hutan, atau daerah air payau, buah ini mirip sekali dengan salak, saking miripnya banyak orang mengira ini adalah buah salak, namun rasanya sangat asam, biasanya sebelum dimakan buah ini diasinkan dulu untuk menghilangi rasa asamnya. hidup didataran pulau Bangka Belitung. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

6. Buah Rukam atau rukem

Buah Rukem, hidup didataran daerah Sumatra, Pulau Bangka, Pulau Belitung, dengan pohon yang berduri, dan dengan rasa yang manis. Namun apabila masih mentah dan berwarna hijau maka rasanya sepet sekali. Buah ini biasanya di asin atau pun dimakan mentah. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

















7. Buah Rumbia

Kalau Buah Rumbia tersebar di indonesia, karena Rumbia adalah pohon sagu. Jadi buah rumbia adalah buah yang dihasilkan dari pohon Rumbia atau lebih dikenal dengan sagu. Buah ini rasanya manis-manis sepet. Biasanya diasinkan dulu untuk menghilangkan rasa sepetnya. Namun sepetnya buah Rumbia ini tidak sebanding dengan sepetnya buah Rukem yang mentah. Jadi kalau langsung dimakan biasa nggak masalah. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

8. Buah Lay

Nama buah ini adalah Lay, banyak ditemukan di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur dan Tengah, tampilannya seperti durian, tapi durinya lebih tajam, daging buahnya lebih tebel, dan warnanya kuning, rasa lebih manis, serta baunya tidak semenyengat seperti durian. Masyarakat setempat juga ada yang menyebutnya sebagai Buah Pepaken. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

9. Buah Matoa

Dituturkan dalam Wikipedia, Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman buah khas Papua, tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata maksimum 100 cm. Umumnya berbuah sekali dalam setahun. Berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan kemudian. Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Tumbuh baik pada daerah yang kondisi tanahnya kering (tidak tergenang) dengan lapisan tanah yang tebal. Iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang baik adalah iklim dengan curah hujan yang tinggi (>1200 mm/tahun). Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

10. Buah Kemayau

Buah Kemayau kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia, di karenakan buah ini jarang dibudidayakan orang. Pohon tersebut tumbuh subur dipinggir jalan menuju tempat mandi di sungai Lubai. Pohonnya tinggi 30 meter, lilitannya 100 centimeter, cabangnya banyak, daunnya rimbun dan buahnya lebat.
Orang Kalimantan menyebut buah ini Kembayau. Di Brunei ini disebut juga Kembayau. Sarawakians menyebutnya buah Dabai (Dabai buah). Hal ini dapat ditemukan terutama di Sibu (alias Sibu “zaitun”) tapi seperti apa pun yang bisa meraup keuntungan ini sedikit buah telah membuatnya menjadi cara untuk setiap pasar di Sarawak. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

11. Buah Kemang

Buah kemang sejenis mangga, apabila telah matang berwarna kuning kecoklat-coklatan. Buah ini mengeluarkan aroma seperti terpentin. Daging buah berwarna kuning,mengandung banyak cairan dengan rasa asam manis. Buah yang masak dapat dimakan segar, sedang buah yang hampir masak biasanya dimakan untuk campuran rujak. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

12. Buah Sawo Jawa (Kecik)

Buah Sawo Jawa berbentuk bulat telur atau bulat telur sungsang berukuran kecil dengan panjang berkisar 3.7 cm. Buah Sawo Jawa mempunyai kulit pembungkus yang sangat tipis namun mudah dikelupas. Buah Sawo Kecik, bila mask mempunyai rasa yang manis dan kadang-kadang terasa sedikit agak sepat. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

13. Buah Ciplukan

Di Jawa tumbuh secara liar di kebun, tegalan, tepi jalan, kebun, semak, hutan ringan, tepi hutan. Ciplukan biasa tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-1550 m dpl. Kultur tunas dapat tumbuh baik pada media MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh BA dan IAA. Kadar dan perbandingan zat pengatur tumbuh untuk regenerasi kultur tunas agar diperoleh planttet adalah sebesar BA 3-4 ppm dan IAA 0,1 ppm. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.





14. Buah Carica

Carica tumbuh di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, Sejenis buah pepaya tetapi ukurannya lebih kecil. Berbeda dengan pepaya carica ini memiliki aroma yang lebih wangi, daging buahnya lebih kenyal, dan rasanya asam. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

15. Buah Genitu

Genitu, Canitu, genitu atau Chrysophyllum cainito. Kabarnya buah ini kalau di Indonesia, aslinya dari Jawa Timur terutama Jember. Bentuknya mirip jambu biji. Kalau sudah matang buahnya empuk. Makannya, buah dibelah dua kemudian disendokin. Rasanya agak manis, agak tawar, agak bergetah, agak berlendir.  menurutku serba tanggung sih, malah katanya kalau masih muda rasanya sepet. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

16. Buah Gandaria

Gandaria (Bouea macrophylla Griffith) atau nama lokal lainnya jatake adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Sumatera dan Thailand.

Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Buah gandaria berwarna hijau saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria. Buah gandaria yang matang berwarna kuning, memiliki rasa kecut-manis dan dapat dimakan langsung. Daunnya digunakan sebagai lalap. Batang gandaria dapat digunakan sebagai papan. Gandaria adalah flora identitas Jawa Barat. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

17. Buah Kesemek

Kesemek adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Diospyros. Tanaman ini dikenal pula dengan sebutan buah kaki, atau dalam bahasa Inggris dinamai Oriental (Chinese/Japanese) persimmon. Nama ilmiahnya adalah Diospyros kaki. (‘Kaki’, bahasa Jepang, adalah nama zat tanin yang dihasilkan buah ini). Di Indonesia Buah Kesemek dulu banyak dijumpai di daratan sumatera khususnya sumatera utara. Buah tersebut sudah Langka dan jarang ditemukan.

Nah, itulah tadi Buah-buahan Langka Namun Digemari di Indonesia. Anda pernah mencicipi buah yang mana? Jika ada Buah-buahan Digemari Namun Langka yang berasal dari daerah kamu, sampaikan ke kami yah, biar jadi bahan tambahan referensi. Terimakasih, selamat membaca artikel lain di mediatani.co.

Lainnya di Media Tani :
MT  Teknik Budidaya Tanaman Jahe dalam Karung (Bag Culture)
MT  Mempelajari Ilmu Usaha Tani
MT  Melirik Prospek Ekonomi Budidaya Tanaman Obat
MT  Ganyong, Salah Satu Sumber Bahan Pangan Alternatif
MT  Agar Tanaman Cabe Tetap Sehat di Musim Hujan
MT  Perbedaan Berbagai Jenis Buah Mangga Lokal
MT  Inovasi Terbaru Budidaya Tanaman Bawang Merah