Home / Agribisnis / Berita / Nasional

Kamis, 23 April 2020 - 05:10 WIB

Buah Naga Petani Milenial Tembus Pasar Malaysia

Para petani muda Kelompok Tani Serai Wangi II Kabupaten Sambas, Kalbar di tengah lahan buah naga. Mereka berhasil mengekspor buah naga hingga Malaysia (ANTARA/BPPSDMP Kementan)

Para petani muda Kelompok Tani Serai Wangi II Kabupaten Sambas, Kalbar di tengah lahan buah naga. Mereka berhasil mengekspor buah naga hingga Malaysia (ANTARA/BPPSDMP Kementan)

Mediatani – Di tengah pandemik virus corona atau COVID-19, petani muda atau milenial binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mampu mengekspor buah naga yang dihasilkan dari lahanya.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi mengatakan, dampak pandemi COVID-19 memang mempengaruhi perekonomian bangsa, namun tidak halnya dengan Pertanian, hal itu terbukti dengan tetap produktifnya sektor penyuluh, petani dan petani muda.

“Pertanian justru makin kuat di kondisi sekarang ini. Masyarakat Indonesia semua butuh pangan,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Salah satu produk unggulan kelompok tani (Poktan) Serai Wangi II Desa Sentebang Kecamatan Jawai Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat adalah buah naga mampu menembus pasar Malaysia.

Para petani muda yang tergabung dalam Poktan Serai Wangi II memanfaatkan lahan tidur yang tidak produktif digarap untuk menanam tanaman yang kaya akan nutrisi dan gizi tersebut.

Baca Juga :   Warga Lhokseumawe Lakukan Aksi Ronda Malam untuk Jaga Tanaman Hias

Dengan lahan seluas 2 ha serta populasi tanaman buah naga sekitar 2000 pohon yang digarap sejak 2 tahun lalu, Poktan Serai Wangi II dapat mengasilkan omzet Rp240 juta per bulan.

“Buah naga yang ditanam dapat menghasilkan 3-4 kg/pohon dengan asumsi harga jual Rp8.000-10.000/kg,” ujar Ketua Poktan Serai Wangi II, Nanang.

Nanang menyatakan, sebagian besar buah naga yang dipanen petani langsung dikirim melalui pengepul untuk mengisi pasar-pasar yang ada di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat.

“Bahkan beberapa waktu yang lalu pernah mengisi kebutuhan konsumen di negara tetangga, Malaysia,” katanya.

Saat ini untuk memasarkan buah ke pengepul sudah tidak sulit, melalui whatsapp dan harga pas, sudah bisa diangkut dan dibayar, bahkan bisa tembus ke Malaysia.

Baca Juga :   "Cahaya Untuk Sang Naga", Cara PLN Lejitkan Produktivitas Para Petani

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, M. Yayan Kurniawan, menegaskan bahwa dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk petani buah naga di Kecamatan Jawai sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

Menurut dia, pihaknya selalu memberikan pelatihan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu Buah Naga, dimana Penyuluh dan POPT berperan penting dalam menyampaikan informasi terkini.

“Ke depan kita akan terus mendampingi petani milennial tersebut dengan pengolahan pasca panen agar nilai jual produk buah naga menjadi lebih variatif dan mempunyai nilai jual yang lebih baik, dengan harapan bisa tembus ke negara lain seperti buah naga segar yang telah tembus ke pasar Malaysia,” ujarnya.

(ANTARA)

Share :

Baca Juga:

Nasional

Narji Cagur Ajak Masyarakat Manfaatkan Melimpahnya Informasi Pertanian Untuk Bertani

Berita

Anggota DPR: Sektor Pertanian Mampu Bertahan Saat Krisis Ekonomi Nasional
Wakil Ketua Komisi IV DPR Hasan Aminuddin bersama Anggota Komisi IV DPR RI, Nuraini, saat mengunjungi salah satu SP3T di Banten, Selasa (11/8/2020).

Nasional

Program Kostraling Kementan Mendapat Respon Positif dari Komisi IV DPR

Berita

Pengiriman Ikan dan Tanaman Hias Meningkat, Perusahaan Jasa Kurir Permudah Pelanggan

Berita

Kebijakan Subsidi Pertanian Tidak Efektif Turunkan Harga Pangan

Berita

Menteri Trenggono Ubah Pendekatan PNBP Perikanan

Berita

Menyoal Kesejahteraan Petani

Berita

Produk Pakan Masih Berkontribusi Aktif pada Pertumbuhan Emiten Charoen Pokphand Indonesia