Cara Budidaya Jeruk Dekopon, Buah Otentik dari Negeri Sakura

  • Bagikan
jeruk dekopon
jeruk dekopon

Mediatani – Sobat Mediatani yang membutuhkan ide untuk memulai bisnis tanaman unik dengan hasil yang menjanjikan, bisa mencoba tanaman yang satu ini, yaitu jeruk dekopon. Mungkin tanaman buah ini masih belum terlalu populer di Indonesia, itulah kenapa ini menjadi bisnis dengan potensi besar.

Baca Juga :   Jeruk Dekopon: Informasi, Keunggulan, dan Budidaya

Jeruk jenis dekopon sendiri merupakan jeruk hasil persilangan antara jeruk Ponka dan jeruk Kiyomi. Keduanya berasal dari Jepang yang membuat jeruk ini merupakan buah otentik dari Negeri Sakura tersebut. Jeruk ini memiliki bentuk yang sangat unik karena memiliki ‘mahkota’ di bagian atas buahnya.

Budidaya Jeruk Dekopon

Jika Sobat Mediatani tertarik untuk membudidayakan buah unik ini, simak beberapa hal berikut!

1. Pembudidayaan di Indonesia

Mungkin Sobat Mediatani bertanya-tanya, jeruk ini merupakan jeruk asli Jepang dimana negara tersebut memiliki iklim sub-tropis. Lalu apakah bisa ditanam dan tumbuh di Indonesia yang notabene memiliki iklim tropis? Jawabannya adalah bisa dan sudah terbukti.

Pembudidayaan jeruk jenis ini sudah dilakukan di daerah Ciwidey dan Paropong, Bandung. Di Ciwidey, pembudidayaan jeruk ini dilakukan dengan menggunakan metode tumpang sari bersama tanaman sayuran. Sedangkan di Paropong, tanaman ini dibudidayakan dengan menggunakan teknik greenhouse.

2. Karakteristik Jeruk Jenis Dekopon

Sebelum mulai membudidayakan jenis jeruk ini, penting untuk mengetahui bagaimana karakteristik tanamannya. Sebagai tanaman yang datang dari negara Jepang, dekopon akan tumbuh subur pada udara yang relatif dingin, yakni pada suhu 20-26 derajat Celcius.

Selain itu, tumbuhan ini juga membutuhkan sinar matahari sepanjang hari. Tanaman jeruk ini lebih ideal untuk ditanam di dataran tinggi, yakni pada ketinggian 700 – 1000 mdpl.

Sedangkan untuk karakteristik lain hampir sama seperti jeruk pada umumnya, yakni membutuhkan tanah yang gembur dan subur untuk pertumbuhan yang maksimal.

3. Pembibitan

Pembibitan jeruk langka ini tidak dilakukan dengan menggunakan biji karena memang tidak memilikinya. Pembibitan jeruk ini dilakukan dengan cara okulasi dan kultur jaringan. Namun hingga saat ini okulasi sering dipilih karena biayanya yang lebih murah.

Dalam metode okulasi ini, memilih indukan yang baik adalah kunci. Sebaiknya pilih indukan yang sudah besar, sehat, dan sudah berbuah. Tunas dari indukan yang sudah cukup umur akan menghasilkan buah jeruk dengan mahkota yang indah dan menjadi ciri khas dari jeruk yang satu ini.

4. Penanaman

Teknik penanaman jeruk jenis ini sebenarnya tidak berbeda jauh dari tanaman pohon lain. Sobat Mediatani harus menyiapkan lahan yang bersih dari gulma, lalu membuat lubang untuk penanaman dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm.

Jangan lupa juga untuk memberi jarak antar lubangnya sejauh 4 m. Tanam pohon jeruk dekopon tepat di tengah dengan tegak agar pohon nantinya dapat berkembang dengan baik.

**

Treatment untuk pohon jeruk ini tidak berbeda jauh dari tanaman-tanaman lain serupa. Beri pupuk yang cocok dan jaga kesehatan tanaman dengan terus mengontrolnya. Perhatikan juga selalu apabila ada gulma yang mengganggu di sekitar tanaman.

  • Bagikan