Kecambah tanaman jagung di polybag.

Saat ini tanaman jagung telah menjadi salah satu komoditas utama di Indonesia. Dari sekian banyak variannya, jagung manis merupakan varian yang paling sering digunakan sebagai bahan makanan lantaran rasa manis dan teksturnya yang lembut.

Karena keunggulannya itu, budidaya jagung manis menjadi salah satu bisnis pertanian yang memiliki prospek yang cerah. Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan hasil produksinya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses budidayanya. 

Selain menanam dan merawat tanaman, pemilihan jenis bibit juga perlu diperhatikan. Sebaiknya memilih varietas bibit yang berkualitas unggul, daya produksi tinggi dan sanggup diterima pasar. 

Jika pada umumnya, jagung manis ditanami di area lahan yang luas. Kali ini akan dijelaskan cara membudidayakannya di pekarangan rumah. Cara tanamnya pun mudah, cukup menggunakan polybag. 

Berikut langkah-langkah menanam jagung manis di polybag.

Tentukan Lokasi

Agar tumbuh dengan ideal, jagung memerlukan cahaya matahari langsung. Tempat dengan curah hujan 85-200 mm per bulan, suhu udara 23-27 C, dan pH tanah 5,6-7,5. Jenis tanah tidak terlalu penting, asalkan ketersediaan air mencukupi.

Tahap Penanaman

Hal terpenting yang juga harus anda laksanakan sebelum memulai menanam jagung manis yakni menentukan benih berkualitas unggul.

Jagung manis dikenal memiliki biji yang berwarna kuning keemasan dan terang serta manis rasanya. Setelah benih didapatkan, siapkan pula alat dan bahan untuk menanam.

  • Siapkan polybag dan media tanam, pakai polybag dengan diameter 26cm-30cm.
  • Selanjutnya siapkan media tanam berupa adonan tanah, arang sekam dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1:1. Kemudian masukkan media tanam ke dalam polybag.
  • Masukkan 1-2 benih jagung bagus ke dalam polybag dengan kedalaman tanam 1 cm – 2 cm.
  • Tempatkan polybag pada tempat terbuka dengan sinar matahari langsung. Siram 3 kali sehari.

Tahap Perawatan

Sesudah sekitar 5-7 hari benih jagung akan berkecambah. Agar tumbuh dengan baik, jaga keperluan air dan pupuknya. Benih akan dipindahkan ke pot yang lebih besar saat sudah tumbuh batang dan daun yang lebar.

Pindahkan satu benih jagung pada satu pot. Jangan lupa untuk melubangi pot untuk jalan keluar air. Penyerbukan jagung dibantu oleh angin, karena itu yang terbaik adalah menanamnya secara berkelompok. Dengan demikian serbuk sari memiliki kesempatan yang baik untuk berkecambah.

Waktu penting dalam budidaya jagung bagus yakni 1 hari setelah tanam hingga menjelang panen, selama periode itu tumbuhan harus dirawat secara optimal. Inti dari pemeliharaan tumbuhan mencakup penanaman kembali, pengairan, pemupukan susulan dan pengendalian hama penyakit.

  • Tanaman jagung membutuhkan sekitar 2,5 cm air per minggu. Penyiraman yang jarang dapat menghasilkan banyak tongkol yang berlubang tanpa biji. Usahakan untuk menghindari penyiraman dari sisi atas tanaman karena berpotensi menghanyutkan serbuk sari.
  • Laksanakan proses penyiangan atau pencabutan rumput pada 15 hari setelah tanam, aktivitas penyiangan ini dilaksanakan kembali bersamaan dengan proses derma pupuk susulan yang kedua.
  • Hasil yang baik salah satunya akan didapat dengan pemupukan yang berimbang, oleh alasannya yakni itu takaran dan waktu aplikasi pupuk susulan juga harus diberikan dengan tepat. Adapun jenis dan takaran pupuk susulannya yakni Urea 4gr/tanaman, SP-36 2gr/tanaman, KCL 2gr/tanaman, Urea 2gr/tanaman.
  • Yang tak kalah pentingnya dalam perawatan tumbuhan yakni pengendalian hama dan penyakit. Jenis hama yang sering menyerang jagung bagus yakni menyerupai ulat tanah, ulat daun, ulat tongkol, lalat bibit, penggerek daun, belalang dan penggerek batang.  Sedangkan penyakit utamanya yakni amis pelepah, hawar daun dan bulai. Pada tahap pengendalian hama dan penyakit, volume semprot dan konsentrasi racun disesuaikan dengan petunjuk yang tertera pada label kemasan pestisida. Sebelum diaplikasikan, pilih racun insektisida ataupun fungisida yang sesuai.
  • Basmi gulma di sekitar tanaman jagung hingga tingginya mencapai sekitar lutut. Setelah itu, tanaman jagung seharusnya bisa melawan pertumbuhan gulma sendiri. Pada pertengahan masa pertumbuhan vegetatif, jagung mengeluarkan akar udara (aerial roots) sehingga memerlukan pembumbunan untuk memaksimalkan penyerapan hara. Jika perlu, pengendalian tumbuhan pengganggu (gulma) dilakukan menggunakan herbisida atau dilakukan dengan pendangiran.

Sebaiknya pemakaian racun insektisida ataupun fungisida tak terus-menerus menggunakan satu materi aktif yang sama, namun diseling dengan beberapa merek yang materi aktif ataupun cara kerjanya berbeda, hal ini berfungsi untuk menghindari kekebalan pada hama dan penyakit.

Tahap Panen

Apabila sudah memasuki umur 70-75 hari atau  ketika biji-bijinya sudah menyatu dan menghasilkan cairan seperti susu ketika ditusuk, maka jagung siap dipanen. Jumlah hasil panen yang diperoleh tergantung  pada varietas yang ditanam dan cara budidayanya. Untuk mendapat rasa paling enak dan kesegaran yang masih optimal, sebaiknya konsumsilah jagung segera setelah dipetik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here