Home / Berita / Nasional

Sabtu, 4 Juli 2020 - 20:25 WIB

Diragukan Netizen, Kementan Jelaskan Kandungan Kalung Antivirus Eucalyptus

Mediatani – Saat ini, jagat maya sedang digegerkan oleh berita tentang rencana kementan untuk memproduksi massal kalung antivirus yang berbahan eucalyptus atau pohon kayu putih. Netizen menganggap rencana tersebut merupakan suatu kebodohan meski sudah diteliti Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian.

Untuk menepis keraguan masyarakat, Kepala Balitbangtan Fadjri Djufry memaparkan sejumlah khasiat dan cara kerja kalung antivirus ini.

Fadjry Djufry memastikan, dari total 700 jenis tanaman itu ada satu jenisnya yang diklaim bisa mematikan virus corona (Covid-19). Kalung antivirus itu telah melalui uji molecular docking dan uji in vitro di Laboratorium Balitbangtan.

“Ini bukan obat oral, ini bukan vaksin, tapi kita sudah lakukan uji efektivitas, secara laboratorium, secara ilmiah kita bisa buktikan,” kata Fadjri, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 Juli 2020.

Dia menjelaskan, laboratorium tempat penelitian eucalyptus telah mengantongi sertifikat level keselamatan biologi atau biosafety level 3 (BSL 3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner.

Virologi Kementan pun sudah melakukan penelitan sejak 10 tahun lalu dan tak asing dalam menguji golongan virus corona seperti influenza, beta corona dan gamma corona.

Baca Juga :   Bantuan Embung untuk Kabupaten Barru: Kementan: Agar Produktivitas Meningkat

“Setelah kita uji ternyata Eucalyptus sp yang kita uji bisa membunuh 80-100 persen virus, mulai dari avian influenza hingga virus corona. Setelah hasilnya kita lihat bagus, kita lanjutkan ke penggunaan nanoteknologi agar kualitas hasil produknya lebih bagus,” bebernya melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/7).

Bahan aktif utamanya terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M pro. M pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona.

Penelitian menunjukkan eucalyptol ini berpotensi mengikat protein Mpro sehingga menghambat replikasi virus. Manfaat tersebut dapat terjadi karena 1,8 cineol dari eucalyptus disebut eucalyptol dapat berinteraksi dengan transient receptor potential ion chanel yang terletak di saluran pernapasan

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo membenarkan bahwa ini merupakan hasil penelitian dari laboratorium Balitbangtan. Dia mengaku yakin kalung itu bisa membunuh virus corona.

Baca Juga :   Kementan Perkuat Program Kemitraan Eksportir Komoditas Tanaman Pangan

“Bulan depan ini sudah dicetak, diperbanyak,” kata Syahrul usai bertemu dengan Menteri PUPR di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat 3 Juli 2020.

Saat bertamu ke Kementerian PUPR itu, Menteri Syahrul dan para jajarannya tampak kompak mengenakan kalung antivirus corona itu. Bahkan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono ikut memasangkan kalung itu kepada salah satu awak media.

“Jadi ini bisa membunuh, kalau kontak 15 menit dia bisa membunuh 42 persen dari Corona. Kalau dia 30 menit maka dia bisa 80 persen. Ini ada roll-nya. Kalau kita kena iris pisau, berdarah, kasih ini bisa tertutup lukanya,” ungkap Syahrul.

Pertemuan kedua Menteri Kabinet Indonesia Maju itu juga dalam rangka sinergi program pengembangan food estate di kawasan aluvial pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah. Program ini diharapkan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa dan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020 – 2024.

Share :

Baca Juga

Berita

Sandiaga Uno Berharap Generasi Milenial All Out Di Sektor Pertanian – Agrinex 12th

Berita

Ketua DPRD Karanganyar Minta Petani Mengontrol Penggunaan Pupuk Bersubsidi

Berita

Jalan Berliku Di Balik Sukses Walton Family, Keluarga Petani Terkaya Di Dunia

Nasional

Badan Pemeriksa Keuangan Bakal Awasi Proyek Cetak Sawah

Berita

Kebijakan Subsidi Pertanian Tidak Efektif Turunkan Harga Pangan

Berita

Menyoal Kesejahteraan Petani

Nasional

DPR Kritik Ketahanan Pangan, Sri Mulyani Pamer Insentif Petani

Berita

Harga Beras Timpang, Papua Tolak HET Beras