Ditemukan Bibit Kelapa Sawit yang Sudah Berbuah di Aceh Tamiang, Petani Sebut Itu Mustika Sawit

Bibit kelapa sawit yang sudah berbuah

Mediatani – Sebuah peristiwa langka terjadi di lahan penangkar pembibitan milik Muhammad Irwan di Kampung Sunting, Kecamatan Bandarpusaka, Aceh Tamiang. Dilahan tersebut ditemukan bibit kelapa sawit yang masih berusia 10 bulan sudah menghasilkan buah.

Tampak bentuk yang aneh pada bibit sawit yang masih berada di dalam polybag. Seperti bentuk sawit yang telah dewasa, bagian pucuknya sudah mekar dan di tengahnya terdapat satu tandan buah segar, namun dengan versi mini.

“Ini mustika sawit. Soalnya dari 100 ribu bibit, cuma satu ini yang berbuah,” kata Mara Halim, mandor di perkebunan itu, dilansir dari aceh.tribunnews, Kamis (15/10/2020).

Pada umumnya, dibutuhkan sekitar empat tahun bagi pohon kelapa sawit untuk menghasilkan buah yang sesuai untuk panen. Bahkan, kadangkala juga berisiko mengalami kemandulan baik itu karena memang sudah mandul secara genetik, atau adanya serangan penyakit tertentu yang menjangkiti pohon.

Baca Juga  Dampak Negatif Penggunaan Pestisida Secara Berlebihan

Seorang pekerja di perkebunan itu, Halim mengaku temuan tanaman langka ini berawal saat dirinya sedang melakukan perawatan rutin bibit. Rencananya dalam waktu dekat, seluruh bibit yang bersuai 9-10 bulan akan dipindahkan dari polybag ke areal tanam.

“Terkejut, kok bisa ada bibit yang sudah berbuah. Padahal masih di dalam polybag,” terang Halim seraya menambahkan bibit tersebut dibeli di Medan, Sumatera Utara.

Selama dirinya terlibat dalam penangkaran bibit kelapa sawit, belum pernah menemukan kejadian seperti itu. Halim hanya memahami jika kelapa sawit itu normalnya mulai berproduksi saat usia tiga tahun.

Penangkaran bibit ini sendiri baru berdiri setahun lalu untuk mendukung kebutuhan bibit kelapa sawit pada program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Baca Juga  Cara Memelihara Kebun Sawit Yang Baik dan Benar

Di tahun ketiga pelaksanaan PSR ini, Aceh Tamiang mendapat jatah pengerjaan replanting seluas 3.095 hektare atau meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 1.639 hektare. Secara otomatis penambahan luas lahan ini diikuti permintaan bibit juga yang diprediksi lebih mencapai 400 ribu bibit.

Sebelumnya, pelaksanaa PSR ini hanya melibatkan dua koperasi, pada tahun ini ada tujuh koperasi yang dilibatkan, yakni KUD Karya Tani, Koperasi Bina Bersama, Koperasi Berkat, KUD Usaha Bersama, Koperasi Mitra Tamiang, Koperasi Taffakul dan Koperasi Sawit Murni.

 

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Terbaru