DPR RI Minta Kemenkes – Kementan Secepatnya Garap Produk Eukalyptus

Mentan SYL pakai kalung antivirus saat rapat di DPR

Mediatani – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7) siang, meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menindaklanjuti hasil temuan Kementerian Pertanian (Kementan) yang berhasil mengkaji manfaat eukaliptus dalam mengurangi terpaan virus corona.

Hasan mengungkapkan bahwa produk Euclyptus saat ini sedang dibutuhkan oleh dunia kesehatan. Oleh karena itu, Kementan dan Kemenkes diharapkan segera melakukan sinkronisasi.

Belakangan ini, masyarakat memang sedang ramai memperbincangkan produk eukaliptus yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan. Penelitian eucalyptus diawali dengan studi literatur dan juga pengalaman empiris tanaman potensial antivirus dan penambah daya tahan tubuh.

Selanjutnya terpilih sekitar 50 tanaman potensial. Kemudian dilakukan ekstraksi maupun destilasi untuk mendapatkan bahan aktifnya. Bahan aktif yang diperoleh lalu diuji karakteristik dan kemampuan anti virusnya dengan pengujian in vitro pada telur berembrio. Hasilnya, beberapa bahan aktif menunjukkan bahwa eucalyptus mampu membunuh 80-100 persen virus influenza maupun corona.

Saat ini tiga produk turunannya yang berbentuk roll on, inhaler, dan kalung aromaterapi telah mendapat izin Badan POM untuk kriteria jamu. Sejumlah pihak mendorong Kementan untuk secepatnya melakukan uji klinis sehingga statusnya bisa dinaikkan menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT). Karena itu, Hasan meminta Kemenkes untuk secepatnya bekerja sama dengan Kementan.

IKLAN

“Saya minta sahabat-sahabat di komisi yang bermitra dengan Kemenkes, marilah penemuan ini kita hargai. Apalagi Kemenkes dan Kementan ini wong sama-sama anak buah Pak Jokowi,” tandasnya.

Pada konferensi pers yang diadakan sehari sebelumnya, Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengajak seluruh komponen bangsa untuk bekerjasama dan saling bersinergi. Ia menilai, semua Kementerian dan Lembaga memiliki kompetensi untuk berkonstribusi memerangi pandemi. Ia juga menyebutkan saat ini pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai institusi untuk uji klinis. Salah satunya dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH., MMB, FINASIM menyambut baik ajakan kerja sama tersebut. Apalagi berdasarkan riset, kayu putih memang terbukti dapat mengatasi berbagai permasalahan kesehatan.

“Tentunya kami mengapresiasi apa yang telah diupayakan dari Balitbangtan dan Balitvet yang melakukan riset berbahan alami yang sudah digunakan sejak zaman nenek moyang kita,” katanya.

Untuk dukungan pengembangan riset tersebut, Ari siap bekerjasama untuk melakukan riset lebih jauh baik ditingkat biomedical, identifikasi virus, dan riset-riset lainnya.

“Kami perlu bekerja sama untuk melanjutkan riset ini. Kita punya IMERI, yang saat ini bergiat untuk membantu mengatasi permasalahan Covid-19,” tutur Ari.