Erick Thohir Utarakan Keinginan Beli Peternakan Sapi di Belgia

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Erick Thohir.

Mediatani – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengtarakan keinginan BUMN untuk membeli peternakan sapi di Belgia.

Lebih lanjut Erick mengungkapkan bahwa pembelian peternakan sapi di Belgia oleh perusahaan pelat merah ini agar Indonesia bisa mengurangi impor daging yang selama ini dilakukan.

Erick pun menceritakan niatnya dalam membeli peternakan sapi-nya tersebut dalam sebuah webinar Milenial Hub: Milenial Fest x PPI Belgia.

Dia pun menyampaikan keinginannya langsung kepada Dubes Indonesia untuk Belgia, Andri Hadi.

“Kalau ada peternakan sapi di Belgia, Pak Dubes (Andri), mau dijual. Iya Belgian Blue, pak. Perternakannya Pak Dubes, kalau ada. Masa kita impor sapi terus 1,5 juta tiap tahun,” tuturnya, Sabtu (17/4/2021), Melansir, Minggu (18/4/2021) dari situs CNBCIndonesia.com.

Nantinya perusahaan BUMN yang membeli dan mengelola peternakan sapi itu, untuk memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri.

“Gimana kalau peternakannya kita beli, BUMN yang beli,” imbuhnya.

Andri pun langsung merespon keinginan Erick terkait dengan peternakan sapi di Belgia. “Sip, kita cari, pak,” jawab Andri.

Untuk diketahui, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor daging jenis lembu pada Maret ini tercatat sebanyak 11,27 ribu ton dengan nilai US$ 36,83 juta. Impor ini naik 44,22% dibandingkan dengan Februari 2021 yang sebanyak 7,81 ribu ton.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, impor daging juga naik double digit yakni 17,46% yang tercatat sebanyak 9,6 ribu ton di Maret 2020.

Baca Juga :   Petani-Peternak Berpotensi Terdampak Rencana Impor Pakan dari Brasil

Secara kumulatif (Januari-Maret), impor daging juga naik hingga 31% menjadi 30,84 ribu ton dari sebelumnya sebanyak 23,54 ribu ton di kuartal I-2020.

Berikut 5 negara pengimpor daging lembu ke RI selama Maret 2021:

  1. Australia sebanyak 7.834 ton dengan nilai US$ 24,43 juta
  2.  India sebanyak 1.820 ton ribu ton dengan nilai US$ 6,37 juta
  3. Selandia Baru sebanyak 935,82 ton dengan nilai US$ 2,79 juta
  4.  Amerika Serikat sebanyak 388,43 ton dengan nilai US$ 2,11 juta
  5.  Spanyol sebanyak 289,63 ton dengan nilai US$ 977,2 ribu

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan mediatani.co, kebijakan pemerintah dalam rangka mengimpor daging sapi dari sejumlah negara untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2021 perlahan-lahan terealisasi.

Melansir, Rabu (31/3/2021) dari situs economy.okezone.com, saat ini pun impor daging sapi yang masuk ke Indonesia tercatat sudah ada 19 kontainer.

Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi menyebutkan bahwa ke-19 kontainer itu berisi daging sapi yang mana berasal dari Brasil.

Saat ini daging impor itu pun sudah tiba di Pelabuhan Pandegiling, Surabaya, Jawa Timur. Informasi ini diperoleh APDI dari sejumlah kementerian, termasuk PT Berdikari (Persero) selaku badan usaha yang ditugaskan pemerintah untuk melaksanakan impor daging sapi.

“Untuk saat ini, keterangan setelah kami bertemu beberapa Kementerian termasuk Dirut PT Berdikari, Pak Harry, bahwa saat ini daging dari Brasil sudah masuk ke Indonesia sudah sandar di pelabuhan Pandegiling itu sebanyak kurang lebih 29 box container,” ujar Asnawi dalam sesi wawancara dengan IDX Channel, Rabu (31/3/2021), melansir Rabu (31/3/2021) dari laman yang sama.

Baca Juga :   13 Langkah Beternak Sapi Skala Rumahan, Mudah Tidak Repot

Langkah impor ini akan terus dilakukan pemerintah hingga memenuhi standar kebutuhan yang ditetapkan.

Dalam kajian yang dilakukan oleh pihaknya, Asnawi mencatat, tingkat konsumsi daging sapi saat Ramadhan dan Idul Fitri sangat tinggi.

Untuk tiga provinsi seperi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat tingkat konsumsi daging sapi saat momentum sakral umat Islam mencapai 60% dari tingkat konsumsi nasional.

“Kita berbicara kebutuhan tiga provinsi, di mana saat ini Jakarta, Banten termasuk Jabar adalah daerah tingkat konsumsi tertinggi secara nasional yaitu 60% dari tingkat konsumsi yang ada,” kata dia, menjelaskan.

Sementara, APDI harus menyediakan stok yang bisa didistribusikan ke sejumlah daerah.

Dalam catatan Asnawi, H-2 Ramadan hingga H-4 Idul Fitri, pihaknya membutuhkan 46.758 ton yang terdiri dari dua unsur.

Yakni, unsur pertama, sapi siap potong sebanyak 14.350 ekor. Sedangkan unsur kedua ialah daging beku 26.740 ton.

Pemerintah pun telah menugaskan kepada PT Berdikari untuk melakukan impor daging sapi dari Brasil. Daging impor akan didatangkan secara bertahap hingga Desember 2021 mendatang. (*)

  • Bagikan