Mediatani – Kini orang-orang sudah tak asing lagi dengan buah naga. Ya, buah naga atau pitaya merupakan salah satu jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. 

Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia.

Di Indonesia sendiri buah naga mulai populer pada tahun 2000 dan semakin banyak penggemarnya hingga dibudidayakan oleh para petani buah dan hingga kini secara sporadis.

Buah naga sendiri merupakan salah satu buah tropis yang tak cuma enak dan manis, namun kandungannya memiliki manfaat yang baik jika Anda mengonsumsinya secara teratur.

Buah naga mengandung riboflavin yang dapat membantu menjaga kesehatan mata, mencegah migrain, hingga menjaga kesehatan kulit dan rambut. 

Mediatani telah merangkum dari berbagai sumber hal terkait cara menanam buah naga. Tentunya, hal ini diperuntukkan bagi Anda yang ingin  mencoba menanam buah naga sendiri di rumah. Mari simak caranya!

Syarat Tumbuh Tanaman Buah Naga

Hampir sama dengan kaktus dan tanaman gurun lainnya, maka syarat tumbuh buah naga adalah di dataran rendah hingga menengah. Ya, karena tanaman buah naga ini juga berasal dari daerah gurun pasir yang kering dan panas.

Oleh karena itu, buah naga umumnya dapat tumbuh dengan syarat, sebagai berikut:

– Buah naga dengan daging putih atau Hylocereus Undatus, dapat tumbuh baik di ketinggian kurang dari 300 mdpl.

– Sedangkan buah naga berdaging merah atau Hylocereus Costaricensis dapat tumbuh baik di ketinggian 0-100 mdpl.

– Nah, kalau buah naga yang berkulit kuning dan daging putih tanpa sisik atau Selenicereus Megalanthus ini dapat tumbuh baik di daerah dingin dengan ketinggian lebih dari 800 mdpl.

Tanaman buah naga ini menyukai kondisi kering dengan curah hujan rendah 720 mm per tahunnya.

Buah naga sendiri dapat tumbuh di lingkungan dengan curah hujan tinggi yaitu 1.000-1.300 mm per tahunnya. 

Namun akan rentan terserang penyakit busuk batang dan busuk akar. Soalnya tanaman buah naga tidak tahan terhadap genangan air.

Karena tanaman buah naga sangat memerlukan penyinaran sinar matahari penuh. Lokasinya pun sebaiknya dilakukan di lahan terbuka tanpa pelindung. 

Lahan terbuka sangat penting, karena akan memberikan sirkulasi udara yang cukup untuk pertumbuhannya.

Suhu tanah yang dibutuhkan adalah sekitar 26 – 36 derajat selsius. Kondisi tanah haruslah tanah gembur yang banyak mengandung hara dan bahan organik, dengan pH sekitar 6 -7. Jika tanah terlalu asam akan menyebabkan akar menjadi pendek dan rusak.

Pembibitan

Untuk mendapatkan bibit buah naga dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, generatif dengan menggunakan biji dan cara vegetatif atau memanfaatkan batangnya dengan cara distek. 

Namun, untuk memperoleh proses pertumbuhan dan pembuaha yang cepat, Anda bisa menggunakan cara vegetatif.

Ya, cara menanam buah naga dengan vegetatif merupakan yang paling mudah sdan sangat menguntungkan. Langkah awalnya:

–  Pilih batang berdiameter sekitar 8 cm dan pernah berbuah 3 hingga 4 kali. Semakin tua tanaman induk, akan semakin bagus untuk dijadikan sebagai batang utama.

–  Potong batang kira-kira 80-120 cm atau sekitar 80 persen dari batang tanaman untuk dijadikan sebagai calon bibit.

–  Potong kembali batang calon bibit dengan ukuran 20-30 cm dengan ujung yang dipotong rata dan bagian pangkal dipotong meruncing untuk mempercepat pertumbuhan akar.

–  Potongan batang yang akan dijadikan bibit setidaknya harus memiliki 4 mata tunas agar cepat berbuah.

–  Selanjutnya biarkan batang hingga getahnya mengering, dan sebelum dilakukan penanaman maka sebelumnya dapat dicelupkan di larutan fungsida.

–  Setelah bibit sudah siap, jangan lupa menyiapkan media semai. Bisa dilakukan dengan cara menanam di polybag maupun bedengan yang telah dicampurkan dengan pupuk kandang kambing dan telah dilakukan penyiraman dengan kedalaman 5 cm.

–  Lakukan penyiraman bibit secara teratur 2-3 hari sekali. Dan untuk melindungi bibit dari sinar matahari langsung berikan naungan atau sungkup.

–  Setelah 3 minggu atau setelah tunas tumbuh, buka naungan dan biarkan tanaman terkena cahaya matahari secara penuh.

Baca Juga  Modal 2 Pohon, Petani Buah Naga Sukses Raup Omzet 20 Juta

–  Setelah 3 bulan atau setelah tinggi bibit 50-80 cm bibit tanaman mulai dapat dipindahkan.

Lahan Tanam

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, cara menanam buah naga sebaiknya dilakukan di lahan tanah dengan cara sebagai berikut:

–  Pembuatan Tiang Panjat

Sangat penting untuk dibuat, guna sebagai penopang tanaman. Anda dapat menggunakan berbagai macam bahan contohnya menggunakan beton berdiameter 10 hingga 15 cm dan tinggi 2 hingga 2.5 m dengan kedalam 50 cm.

Buatlah tiang panjat secara berbaris serta berikan jarak 2,5 meter antar tiang, sedangkan untuk jarak tiap barisnnya adalah 3 meter. Jarak tersebut merupakan jarak tanam, jangan lupa untuk memberikan drainase pada setiap baris.

– Pengolahan Tanah

Untuk media tanam  Anda dapat membuat bedengan dengan mencampurkan pasir, tanah, pupuk kompos  dengan komposisi 1:1:1. Selanjutnya tambahkan dengan kapur kira-kira 300 gr untuk menambah kalsium pada tanah.

Selanjutnya buat lubang dengan kedalaman 25 cm di seputar tiang penyangga. Tutup lubang tanam dengan media tanam kemudian siram hingga tanah basah dan biarkan hingga mengering.

Nah, setelah 3 hari tambahkan pupuk TSP melingkari tiang panjat dan biarkan selama satu hari, dan lahan Anda telah siap untuk ditanami. 

Penanaman Bibit Buah Naga

Anda dapat menanam hingga 4 bibit tanaman untuk setiap tiang panjat dengan jarak 10 cm dari tiang panjat. Setelah penanaman selesai, selanjutnya ikat batang tanaman hingga seluruh bibit menempal pada tiang panjat.

Perawatan

Agar cara menanam buah naga ini dapat cepat tumbuh dan berbuah, perawatan secara rutin harus dilakukan, begini caranya:

–  Penyerbukan

Penyerbukan tanaman dapat terjadi dengan dua cara yaitu dengan cara alami secara manual. Namun untuk mempercepat hasil pembuahan, penyerbukan manual dapat dilakukan. 

Tetapi penyeburkan manual tidak dapat dilakukan dengan asal-asalan.

Penyerbukan manual dapat dilakukan ketika mahkota bunga telah mekar sempurna untuk memperoleh hasil buah yang sempurna.

Anda dapat melakukan penyerbukan dengan mengoleskan serbuk sari pada putik menggunakan alat yang bersih dan kering secara hati-hati agar tangkai putik tidak patah. Penggunaan serbuk dari ini dapat dilakukan pada tangkai putik yang lain.

–  Pemupukan

Unsur kalium sangat diperlukan guna proses pertumbuhan buah naga. Agar kebutuhan kalium tanah terpenuhi, pemupukan memiliki peran yang sangat penting.

Pemupukan dapat dilakukan pada awal pertumbuhan dengan menggunaka pupuk mengandung unsur nitrogen dan pada saat tanaman mulai berbunga dengan memberikan pupuk NPK dan ZK dengan komposisi 50 gr dan 20 gr untuk setiap lubang tanam.

Selain itu, pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang juga dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan komposisi 5-10 kg per lubang tanam atau disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. 

– Penyiraman

Proses penyiraman dapat dilakukan dengan rutin 3 kali sehari terutama pada musim kering. Penyiraman ini dapat dilakukan dengan sistem irigasi atau drainase parit. Dan untuk memaksimalkan hasil buah, penyiraman dapat dikurangi ketika tanaman mulai berbunga untuk menekan pertumbuhan tunas baru. 

– Pemangkasan

Berguna untuk mengurangi pertumbuhan cabang tanaman. Pemangkasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain pangkas semua cabang sekunder, dan sisakan batang utama saja untuk memaksimalkan hasil buah.

Setelah cabang utama telah mencapai puncak tiang, pangkas batang agar dapat membentuk cabang sekunder hingga 4-8 cabang secara merata. 

Setelah cabang sekunder menjulur hingga ke permukaan tanah, pemangkasan perlu dilakukan dengan memotong cabang hingga berjarak 50 cm dari permukaan tanah.

Pemangkasan terakhir dapat dilakukan ketika batang tanaman sudah 3-4 kali berbuah, dan harus diganti dengan cabang baru.

Panen

Saat tanaman sudah berusia 10-12 bulan dari masa tanam, maka tanaman itu sudah siap untuk dipanen. Buah mulai dapat dipanen ketika berumur 50 hari sejak masa penyerbukan dengan ciri-ciri kulit buah telah berwarna merah mengkilap.

Untuk setiap tiang panjat pada usia produktif dapat menghasilkan 8-10 buah naga dengan ukuran berkisar 500 gram.

Mengingat usia produktif tanaman buah naga yang dapat mencapai 15-20 tahun, pemanenan selanjutnya dapat dilakukan secara berkala dengan musim panen terbesar antara bulan September hingga Maret.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here