Ini Cara Indramayu Pertahankan Predikat Lumbung Padi Nasional

  • Bagikan
Sumber foto: radarcirebon.com

MediataniĀ – Pemerintah Kabupaten Indramayu menyusun beberapa skema penting untuk bisa mempertahankan predikatnya sebagai daerah lumbung padi. Salah satu skema penting yang dilakukan adalah memastikan pasokan air merata hingga ke ujung layanan irigasi.

Dilansir dari lamanĀ pikiran-rakyat.com, Kecamatan Krangkeng menjadi salah satu daerah di Indramayu bagian timur yang langganan mengalami kekeringan parah. Seringkali masalah pengairan ini menjadi problematika tahunan yang selalu dihadapi oleh para petani.

Namun, dengan adanya kebijakan oleh Bupati Indramayu Nina Agustina, perlahan problematika yang sering meresahkan para petani Indramayu ini pun berhasil diatasi.

Sebagai contoh yang terjadi di musim gadu kali ini, para petani yang ada di Blok Kayen Desa Dukuhjati telah berhasil memanen padi varietas IR 64 di arel yang luasnya 200 bata.

Terkait hal ini, sejumlah petani mengatakan bahwa panen perdana tersebut merupakan pertanda baik bagi para petani. Bagaimana tidak, meskipun musim gadu, baru kali ini air irigasi bisa sampai hingga ke petak sawah para petani.

Baca Juga :   ITS Siap Luncurkan Ocean FarmITS, Akuakultur Berkonsep Ekowisata Bahari Terapung

Hal serupa juga dirasakan oleh para petani yang ada di Desa Kedungdawa Kecamatan Gabuswetan. Para petani di sana telah berhasil melakukan panen raya varietas padi Cisantana. Panen raya yang berlangsung pada Sabtu (11/9/2021) itu juga turut dihadiri oleh Bupati Nina.

Dalam panen raya tersebut, Bupati Nina menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pemkab Indramayu akan terus membantu kesejahteraan para petani dalam menopang produksi padi.

“Ada juga skema lain untuk peningkatan pertanian, yakni ketersediaan Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Untuk soal air, kami sudah berkoordinasi dengan aparat agar memberantas siapapun oknum mafia air yang selama ini merugikan petani,” ungkap Bupati Nina.

Lebih lanjut, Bupati Nina juga menambahkan bahwa bantuan Alsintan, juga telah menjadi prioritas utama pemerintah, yang dalam hal ini menjadi langkah-langkah kerjasama dengan Pemerintah Pusat, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah pada saat Bulan April – Mei 2021 bertepatan dengan kedatangan Bapak Presiden Jokowi ke Indramayu memberikan traktor, terus pompa air. Jadi insya Allah yang lainnya nanti akan bisa dibantu,” tambahnya.

Baca Juga :   Warga Muba Tangkap Ikan Gabus Emas, Tolak Tawaran Harga Fantastis

Selain upaya dari Pemerintah yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas padi di Indramayu, hal ini juga tidak lepas dari peran Kelompok Tani Sri Trusmi Kedokanbunder Wetan yang berupaya mempertahankan predikat Indramayu sebagai lumbung padi.

Kelompok Tani ini melakukan inovasi teknologi sederhana yaitu mengusir hama padi dengan menggunakan bahan organik. Mereka membuatnya dari buah sirih hutan yang dipercaya mampu mengusir hama wereng batang coklat (WBC).

Bupati Indramayu Nina pun memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada kelompok tani yang berhasil menciptakan inovasi teknologi sederhana tersebut.

“Saya betul-betul mengapresiasi inovasi yang dikembangkan kelompok tani Sri Trusmi Kedokanbunder Wetan yang diketui Pak Waklan. Bahkan, inovasi ini menjadi percontohan nasional,” ungkap Nina, Senin (13/9).

Inovasi tersebut dinilai menjadi salah satu solusi dalam upaya untuk meningkatkan produksi padi di Kabupaten Indramayu dan diharapkan mampu mempertahankan predikat lumbung padi.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani