Ini Cara Mencegah Erosi Tanah Agar Pertanian Dapat Berkelanjutan

  • Bagikan
Soil erosion

Mediatani – Erosi tanah menjadi masalah utama dalam pertanian Indonesia, begitupun dengan negara-negara lainnya. Erosi tanah mengakibatkan ancaman kerusakan lingkungan yang besar terhadap keberlangsungan dan produktivitas lahan dan berdampak pada krisis pangan.

Indonesia diharapkan mampu mengurangi risiko terjadinya erosi, karena 3 dari 10 Daerah Aliran Sungai (DAS) di dunia dengan ancaman erosi tertinggi berada di Indonesia. Maka diperlukan suatu konsep pengelolaan lahan yang berkelanjutan untuk menjawab masalah erosi yang terjadi saat ini.

Mengapa Erosi Tanah Menjadi Masalah?

Tanah merupakan sumber daya alam yang begitu penting dalam kehidupan manusia. Tanah juga sangat berperan penting bagi tanaman sebagai media tanamnya, karena terdapat unsur hara yang diperlukan tanaman.

Seperti yang diketahui, cadangan nutrisi banyak ditemukan di lapisan atas tanah, tetapi ancaman ersosi akan mengakibatkan tanah mengalami penurunan kualitas tanah dan akan mengakibatkan terbawanya partikel tanah ke badan sungai, danau atau bendungan. Hal ini dapat membuat lapisan sedimen tebal yang mengurangi daya tampung bendungan dan mengakibatkan aliran sungai kurang lancar, sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

Baca Juga :   Inilah 7 Manfaat Ampas Teh Bagi Kebun dan Tanaman

Kemudian kecepatan erosi tanah yang tak mampu diimbangi oleh kecepatan pembentukan tanah, mengakibatkan tanah tersebut tidak cocok untuk dijadikan lahan pertanian.

Hal tersebut akan menimbulkan masalah global yang sangat serius, dikarenakan jumlah penduduk dunia pada tahun 2050 diprediksi mencapai 9 miliar orang. Oleh karenanya pengelolaan lahan yang bijak dan berkelanjutan merupakan suatu kewajiban.

Solusi mengatasi Erosi Tanah?

Dilansir dari wri-indonesia.org berikut merupakan solusi yang tepat dalam mencegah terjadinya erosi tanah:

1. Praktik Pertanian yang Ramah Tanah

Pertanian dilahan berbukit memerlukan konsep terasering. Terasering sendiri dapat mencegah erosi dan memudahkan irigasi dalam bercocok tanam. Selain itu, ladang pertanian di lahan berbukit sangat memerlukan tanaman penutup tanah, demi mencegah terbawahnya partikel tanah.

Konsep tersebut dapat diwujudkan dengan melakukan penanaman dengan tumpang sari, yakni menanam dua jenis tanaman yang berbeda di lahan sama, misalnya menanam jagung disela-selanya ada tanaman kacang-kacangan.

Penggunaan pupuk organik juga dapat menambah zat oragnik tanah yang akan memperkuat struktur tanah, sehingga erosi dapat diminimalisir.

Baca Juga :   Kementan Pantau dan Pastikan Wajib Tanam Bawang Putih Akan Terus Berlangsung

2. Adanya Insentif untuk pengelolaan Lahan Berkelanjutan

Meskipun informasi tentang pengelolaan lahan berkelanjutan semakin popular, konteks sosial-ekonomi seringkali menjadi penyebab utama dalam wilayah pelaksanaanya. Praktik mengenai pengelolaan lahan berkelanjutan harusnya dapat menguntungkan bagi para petani.

Langkah-langkah untuk mencegah terjadinya erosi membutuhkan biaya rata-rata $500/ha, hal ini merupakan investasi yang sangat besar bagi petani. Maka dibutuhkan peran pemerintah dan bank untuk membantu petani dalam pembiayaan awal untuk menerapkan pertanian yang berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya menguntungkan bagi petani, tetapi semua kalangan masyarakat. Dimana biaya pencegahan ini lebih rendah daripada biaya restorasi lahan yang diperkirakan mencapai $1.500-$2.000/ha.

3. Pencegahan dan Rehabilitasi

Hal yang mendasar dalam mengelola dan mengurangi terjadinya erosi tanah yaitu merehabilitasi tanah yang sudah rusak, mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjadikan langkah-langkah mencegah erosi sebagai komponen utama dari kebijakan pengelolaan lahan. Dengan begitu, kita akan mampu mencegah terjadinya erosi tanah dan dapat mencegah terjadinya kelaparan.

  • Bagikan