Ilustrasi: Bercocok tanam dengan sistem hidroponik (hidroponikstore).

Mediatani – Bidang pertanian terus berkembang seiring berkembangnya juga ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu perkembangan teknologi pertanian yang populer saat ini yaitu hidroponik. Budidaya tanaman berbasis urban farming tersebut muncul untuk memberi kemudahan dalam bertani.

Menanam sayur secara hidroponik dilakukan banyak orang karena metode yang digunakannya lebih fleksibel dibandingkan cara yang konvensional. Sistemnya, sayuran ditanam di dalam media tumbuh dan menggunakan campuran air dengan nutrisi. Air dan nutrisi ini dialirkan ke akar-akar tanaman.

Mengutip dari kompas.com, Hidroponik rumahan, pada dasarnya diperuntukkan untuk yang tidak punya lahan luas dan bisa diaplikasikan pada lahan yang sempit, seperti bagian emperan rumah, di taman bagian depan atau samping rumah.

Sistem menanam hidroponik rumahan ini, tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sayuran sehari hari, tetapi bisa juga berfungsi sebagai seni menjadi tanaman penghias rumah, lahan untuk menyalurkan kreativitas dan sebagai obat stres.

Adapun jenis-jenis sayuran yang bisa diaplikasikan dengan sistem hidroponik diantaranya sayuran daun seperti kangkung, bayam, pockcoy, selada, seledri, dan bisa juga sayuran berbuah seperti cabe, tomat, terung, dan timun.

Masing-masing tanaman memiliki perbedaan waktu untuk panen. Untuk sayuran daun dalam waktu 25 – 30 hari bisa panen sedangkan untuk sayuran buah 45 hari atau lebih waktu untuk memanen.

Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa Sobat Mediatani sebaiknya memilih sistem hidroponik jika ingin memulai bertan

Pertumbuhan tanaman lebih baik

Sayuran yang ditanam secara hidroponik ternyata tumbuh lebih baik dibandingkan dengan di tanah. Tanaman dengan sistem hidroponik, pertumbuhannya 20 sampai 30 persen lebih baik. Hal itu disebabkan karena akar tanaman bersentuhan langsung dengan nutrisi. Sedangkan, tanaman yang ditanam di tanah akarnya perlu mencari sendiri nutrisinya tersebut.

Hemat air dan tenaga

Biasanya jika menanam di media tanah, tanaman harus selalu disiram agar tumbuh dengan baik. Dengan menanam sayur hidroponik, tanaman hanya perlu diberikan sekali air karena air tersebut tidak terbuang.

Metode menanam sayuran hidroponik hanya menggunakan 10 persen air dibandingkan dengan cara konvensional. Ketika tanaman mendapatkan air yang cukup, sisanya akan mengalir dan kembali ke sistem. Hal ini juga membuat anda tidak perlu banyak mengeluarkan tenaga dan biaya.

Baca Juga  Harga Mencapai Rp1,6 miliar per Tahun, Pasar Ekspor Asparagus Terbuka

Tidak menggunakan tanah

Karena tidak membutuhkan tanah, sayur bisa ditanam di mana saja. Baik di tempat yang bertanah subur ataupun tidak. Hama dan penyakit yang berhubungan dengan tanah juga berkurang dalam sayuran hidroponik.

Selain itu, teknik budidaya atau bertanam secara hidroponik dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki lahan. Bahkan tanaman hidroponik dapat diterapkan oleh penghuni apartemen sempit

Nutrisi lebih efektif

Jika ditanam di tanah, akar tanaman harus mencari sendiri nutrisinya. Sedangkan, dengan sistem hidroponik, anda langsung memberikan nutrisi ke akarnya. Semua nutrisi yang ditambahkan ke larutan akan terserap sepenuhnya oleh tanaman. Makanya, sayur akan tumbuh dengan baik.

Macam-macam metode Hidroponik

Istilah hidroponik pertama kali digunakan pada pertengahan tahun 1920-an. Sedangkan, metode untuk tumbuhan tanpa menggunakan tanah (hidroponik) telah diketahui sejak tahun 1600-an namun belum terlalu berkembang. Pada waktu itu, penelitian tentang hidroponik dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apa saja yang diperlukan tanaman agar dapat tumbuh subur. Para ilmuwan menemukan bahwa tumbuhan memerlukan udara, air, dan unsur hara tertentu yang secara umum diserap dari dalam tanah. 

Dalam perkembangannya, dikenal dua macam metode atau cara menanam hidroponik, yaitu kultur air dan kultur pasir.

Kultur Air

Kultur air adalah metode hidroponik dengan menggunakan air sebagai medium utama atau substrat tanamnya. Dalam metode hidroponik kultur air, tanaman yang akan dibudidayakan ditempatkan di dalam air yang sudah dicampur dengan unsur hara untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Agar tumbuhan yang dibudidayakan dapat berdiri tegak, diperlukan penyangga batang dan akar tumbuhan.

Kultur Pasir

Kultur pasir adalah metode hidroponik dengan menggunakan pasir, arang, batu-batuan, atau sabut kelapa sebagai medium atau substrat tanamnya. Seperti halnya dengan metode hidroponik kultur air, ke dalam medium tanam dicampurkan unsur hara yang diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here