Ini Sederet Tanaman yang Dapat Dimanfaatkan Sebagai Pestisida Nabati

  • Bagikan
Sumber foto: https://www.kompas.com/

Mediatani – Penggunaan pestisida kimia pada usaha pertanian menjadi salah satu penyumbang terjadinya polutan tanah terbesar. Ini disebabkan karena beberapa bahan kimia yang terdapat pada pestisida kimia sulit terurai sehingga merusak lingkungan.

Selain itu, residu yang berasal dari pestisida kimia juga berpotensi ikut terkonsumsi oleh manusia yang tentunya akan membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia.

Pestisida kimia juga dapat berpotensi melahirkan hama yang lama-kelamaan menjadi resisten sehingga perlu dilakukan peningkatan dosis secara terus-menerus dan pengeluaran biaya semakin tinggi.

Maka dari itu, alternatif yang dapat digunakan adalah pestisida-pestisida alami yang terbuat dari tanaman.

Beberapa manfaat dari penggunaan pestisida nabati adalah

  • Harganya murah karena bahan baku tersedia dari alam
  • Mudah terurai sehingga tidak mencemari lingkungan
  • Pembuatannya mudah
  • Dosis yang digunakan tidak mengikat sehingga jarang menyebabkan overdosis
  • Relatif aman bagi kesehatan manusia dan ternak karena residunya hilang
  • Tidak menimbulkan kekebalan pada serangga karena cepat terurai

Dilansir dari Neurafarm.com, berikut ini beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami

Baca Juga :   Kemenko Perekonomian Dukung Pengembangan Komoditas Pertanian Lokal

2. Ajeran (Bidens pilosa L.)

Ilustrasi: Ajeran

Tanaman yang pertama adalah Ajeran. Tanaman yang biasa juga disebut ketul atau ketulan mengandung senyawa flavonoid terpen, penilpropanoid, lemak, dan benzoid. Bahan aktif tersebut sangat bermanfaat untuk mengendalihan hama serangga (insekta).

Bagian dari tanaman ini yang dapat digunakan sebagai bahan insektisida adalah biji, batang, dan daun. Pembuatan pestisida dari ajeran sendiri dapat dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan air.

2. Bawang Putih (Allium sativum L.)

Ilustrasi: Bawang putih

Selanjutnya adalah bawang putih. Tanaman ini mengandung senyawa tanin, minyak atsiri, dialilsulfida, aliin, alisin, dan enzim aliinase. Bahan aktif tersebut bersifat sebagai repellent (penolak) hama yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida, nematisida, fungisida, dan antibiotik.

Bagian dari tanaman ini yang digunakan adalah umbi, daun, dan bunga. Cara pembuatannya sendiri yaitu dengan mengekstrak bagian tumbuhan dengan air.

3. Kunyit (Curcuma longa Linn.)

Ilustrasi: Kunyit

Kandungan yang terdapat dalam kunyit adalah minyak atsiri dan kurkuminoid. Kedua senyawa tersebut bersifat sebagai antibakteri, antioksidan, antihepatotoksik, dan antifungi.

Bagian dari tanaman ini yang digunakan adalah rimpangnya. Cara pembuatannya yaitu dengan menghaluskan rimpang sebanyak 200 gram kemudian direndam ke dalam 1 liter air selama kurang lebih 24 jam.

Baca Juga :   Program Kostraling Kementan Mendapat Respon Positif dari Komisi IV DPR

4. Lengkuas (Alpinia galanga)

Ilustrasi: Lengkuas

Selain kunyit, rimpang lain yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah lengkuas. Lengkuas mengandung senyawa metil sinamat, sineol, eugenol, kamfer, sekuisterpen, galangin, galanganol, dan beberapa senyawa flavonoid.

Bahan aktif tersebut mampu membunuh hama dan penyakit tanaman. Cara pembuatannya yaitu dengan merendam sebanyak 200 gram rimpang ke dalam 1 liter air selama kurang lebih 24 jam.

5. Cengkeh (Syzygium aromaticum)

Ilustrasi: cengkeh

Terakhir adalah cengkeh. Cengkeh telah menjadi rempah khas dari Indonesia. Selain dapat dijadikan rempah-rempah, tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati.

Bahan aktif yang terkandung dalam tanaman ini adalah eugenol, eugenol asetat, kariofilen, sesquiterpenol, dan naftalen. Sementara bagian dari tanaman yang digunakan adalah daun.

Pembuatannya dapat dilakukan dengan menumbuk daun cengkeh kering hingga menjadi halus, kemudian tambahkan air 500ml, dan rendam selama kurang lebih 24 jam.

  • Bagikan