Inovasi Biogas Polsek Lingsar Dukung Program Kampung Sehat di NTB

Busrah Ardan - Mediatani.co
  • Bagikan
Aktivitas anggota Polsek Lingsar bersama warga/via detikcom/IST

Mediatani – Program Kampung Sehat 2 yang diinisiasi oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal mendapat dukungan dari warga Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro, warga Desa Gontoran justru mengembangkan inovasi biogas dengan bahan baku kotoran ternak sapi atau limbah sapi.

Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari mengungkapkan bahwa inovasi itu merupakan implementasi PPKM Skala Mikro dalam mendukung Program Kampung Sehat 2 Nurut Tatanan Baru (NTB).

“Memang inovasi Biogas dari kotoran ternak ini sudah lumayan lama di Indonesia, namun baru dikembangkan di Kecamatan Lingsar khususnya di Desa Gontoran,”

“Ini juga tidak terlepas dari usaha personel Bhabinkamtibmas kami Bripka I Gede Arya Suantara, yang intens melakukan pembinaan khususnya kepada kelompok-kelompok peternak sapi,” ujar Dewi dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/4/2021), melansir, Minggu (4/4/2021) dari situs detikcom.

Aktivitas anggota Polsek Lingsar bersama warga/via detikcom/IST

Dewi menjelaskan, di tengah pandemi ini Bripka Gede Arya selaku Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Gontoran terus berupaya melakukan sosialisasi ke warga binaannya, khususnya peternak sapi.

Aktivitas itu salah satunya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban (harkamtib).

“Artinya, para peternak sapi yang semula memiliki kandang masing-masing dianjurkan agar membentuk kandang kumpul (kelompok, red). Nah, setelah itu baru kemudian mereka diberi penjelasan bagaimana memanfaatkan kotoran ternak, yang semula tidak berharga menjadi sesuatu yang berharga yakni dijadikan bahan baku Biogas,” jelasnya.

Baca Juga :   Dinas Peternakan Kabupaten Malang: Tidak Ada Wabah, Ternak Aman & Layak Konsumsi

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa dengan adanya inovasi biogas tersebut, warga Kampung Sehat Desa Gontoran pun merasa terbantu, khususnya para ibu-ibu.

Terlebih saat ini hasil pupuk tersebut telah didistribusikan ke luar kecamatan.

“Jadi, ibu-ibu rumah tangga di Gontoran sekarang sudah tidak terlalu pusing dengan gas elpiji untuk keperluan memasak. Pun para petani saat ini juga tidak gamang dengan pupuk pertanian, karena pupuk kompos dan pupuk kandang sudah tersedia di kampung mereka,” jelas dia.

“Bahkan pupuk yang dihasilkan Kampung Sehat Desa Gontoran, juga sudah didistribusikan keluar wilayah Kecamatan Lingsar, sedangkan hasil penjualan dikumpulkan sebagai kas kandang kumpul,” ungkapnya.

Ia pula menyampaikan meski adanya PPKM Skala Mikro, tak terlalu memberikan dampak terhadap intervensi Kampung Sehat 2, harkamtibmas dan perekonomian Desa Gontoran.

Hal ini mengingat masyarakat masih bersemangat dalam berinovasi. Kendati demikian, Dewi menjelaskan pihaknya tetap mengingatkan masyarakat soal perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga :   Takalar Pusatkan Pengembangbiakan Sapi di Kecamatan Polombangkeng Utara ¬†

“Berbagai cara kami lakukan, operasi yustisi, blusukan membagikan masker ke kampung-kampung, door to door. Alhamdulillah, masyarakat saat ini sudah muncul kesadarannya sebagai bagian dari kebiasaan,” pungkasnya.

Di samping itu, bagi anda yang ingin mencoba membuat biogas di rumah dengan memanfaatkan limbah ternak, dapat juga menyimak informasi berikut.

Prinsip dalam Cara Membuat Biogas

Berikut ini ialah cara membuat biogas dengan bahan dasar kotoran ternak, melansir Merdeka.com yang melansir dari laman sumbarprov.go.id.

Akan tetapi, sebelum melanjutkan pada tahap cara membuat biogas, terlebih dulu Anda harus memahami prinsip-prinsip dalam cara membuat biogas itu.

Prinsip pembuatan biogas itu pada dasarnya merupakan adanya dekomposisi bahan organik secara anaerobik (tertutup dari udara bebas) untuk menghasilkan gas yang sebagian besar berupa gas metan (yang memiliki sifat mudah terbakar) dan karbon dioksida. Jenis gas inilah yang disebut sebagai biogas.

Proses dekomposisi anaerobik dalam cara membuat biogas dibantu oleh sejumlah mikroorganisme, terutama bakteri metan. Diperlukan suhu yang baik dan tepat untuk proses fermentasi. Baca selengkapnya dengan klik di sini. (*)

  • Bagikan