Inovatif Pasarkan Tanaman Hias, Dwi Lili Dinobatkan Sebagai Duta Petani Milenial

  • Bagikan
Sumber foto: cendananews.com

Mediatani – Siapa sangka, akrab dengan bunga-bunga sedari kecil ternyata bisa menjadi jalan kesuksesan seseorang. Selain berhasil menjadi wirausaha muda tanaman hias, sosok perempuan ini bahkan dinobatkan sebagai Duta Petani Milenial oleh Kementerian Pertanian RI.

Dilansir dari laman radioidola.com, sosok inovatif yang satu ini bernama Dwi Lili Indayani. Ia dikenal sebagai wirausaha muda tanaman hias karena inovasi barunya dalam memasarkan tanaman bunga, salah satunya yaitu kokedama (wadah dari sabut kelapa).

“Awalnya, saya hanya ingin mencari inovasi baru urban garden dan ternyata pilihan saya jatuh pada kokedama,” ungkap Lili.

Lili mengaku bahwa dirinya mulai menekuni dunia Kokedama ini sejak tahun 2017 yang lalu. Ketertarikannya terhadap kokedama dimulai ketika dirinya berkeingingan untuk menemukan inovasi baru di dunia urban farming.

“Kokedama merupakan teknik bertanam asal Jepang. Bahan yang dipakai adalah lumut,” ungkap Lili.

Lili mengaplikasikan lumut tersebut dengan menggunakan bahan lain. Kemudian, dia menjualnya dengan harga yang cukup terjangkau, dimana harga yang paling murah dengan ukuran diameter 10 cm ditaksirnya seharga hanya Rp30 ribu beserta tatakannya.

Sementara itu, di dalam galerinya terdapat hiasan dari bunga kering, tanaman hias terrarium (tanaman hias dalam wadah kaca) dan yang mejadi “maskot” dari produknya adalah bunga yang disimpan di dalam wadah sabut kelapa (creative Kokedama).

Tidak hanya itu, selain yang disebutkan tadi, Lili ternyata masih memiliki satu produk lain yaitu urban garden. Diketahui pot-pot bunga yang terbuat dari sabut kelapa itu ternyata telah berhasil menembus pasar ekspor luar negeri.

Selain sibuk berbisnis, rupanya wanita yang berusia 34 tahun ini sedang berkiprah untuk orang banyak dengan menjabat sebagai Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sidomulyo di Kecamatan Bumiaji.

Sekedar informasi, satu di antara usaha yang dikelola oleh BUMDes Sidomulyo adalah Mal Bunga Sidomulyo. Mal ini difungsikan untuk membantu pemasaran para petani bunga yang ada disekitar wilayah tersebut.

Sebagai informasi, Desa Sidomulyo menjadi salah satu sentra bunga dan tanaman hias yang ada di Kota Batu. Tercatat sekitar delapan puluh persen bunga dan tanaman hias yang ada di Kota Batu berasal dari Sidomulyo. Sementara itu, jumlah petani yang tergabung pada mal bunga ini ada sekitar dua ratusan orang.

Lili yang juga sebagai lulusan Fakultas Pertanian S-1 Universitas Brawijaya Malang dan S-2 Universitas Della Calabria, Italia ini, juga telah memperlebar kiprahnya di dunia pertanian dengan membangun Griya Flora.

Griya Flora merupakan usaha rintisan digital yang bertujuan untuk memasarkan tanaman hias, bunga, buah dan sayur dari hasil produk petani. Berkat inovasi yang diciptakannya ini, hasil panen para petani bisa terserap. Usaha yang dirintis oleh Lili ini bekerja sama dengan Gerakan Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Batu.

  • Bagikan