Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Jahe, Kunyit, Lengkuas dan Kencur

  • Bagikan
Sumber foto: https://portaljember.pikiran-rakyat.com/

Mediatani – Bagi Anda yang sudah terbiasa terjun ke dapur dan membuat masakan menggunakan bahan rempah-rempah, mungkin sudah tidak sulit lagi untuk membedakan antara jahe, kunyit, lengkuas maupun kencur.

Baca Juga :   3 Tumbuhan Liar Ini Menyimpan Manfaat Tak Terduga

Akan tetapi, bagi yang tidak terbiasa dengan keempat rimpang tersebut mungkin akan kesulitan membedakannya. Keempat rimpang ini sekilas memang terlihat mirip. Tetapi faktanya, keempatnya adalah jenis rimpang yang berasal dari tanaman berbeda.

Lantas apa perbedaan antara jahe, kunyit, laos maupun kencur? Dilansir dari Kompas.com, berikut ulasannya.

1. Jahe (Zingiber officinale)

Ilustrasi: Jahe

Jenis rimpang yang satu ini memiliki nama ilmiah Zingiber officinale, berasal dari famili Zingiberaceae dan genus zingiber.

Rimpang jahe biasa dijadikan sebagai bahan serbuk kering untuk minuman tradisional. Secara tampilan fisik, jahe memiliki bentuk seperti jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah.

Jahe memiliki rasa pedas yang disebabkan oleh senyawa keton ‘zingeron’. Jahe dibagi dalam 3 jenis yakni jahe besar, jahe kecil dan jahe merah.

Jahe besar umumnya memiliki warna putih kekuningan dengan rimpang yang berukuran lebih besar dan gemuk, serta ruas yang menggembung. Jahe ini umumnya dipakai sebagai bahan untuk sayur, minuman, maupun masakan lainnya.

Jahe kecil atau yang biasa disebut jahe emprit ini memiliki warna putih dengan ukuran rimpang sedang, serta ruas agak rata dan sedikit menggembung.

Sedangkan jahe merah memiliki warna merah dengan bentuk yang kecil serta ruas agak rata dan sedikit menggembung.

2. Kunyit (Curcuma domestica)

Ilustrasi: Kunyit

Jenis rimpang ini memiliki nama ilmiah Curcuma domestica dan berasal dari keluarga Zingiberaceae dan genus Curcuma.

Kunyit atau yang kerap disebut kunir dalam bahasa Jawa ini, dikenal sebagai salah satu rimpang yang sering digunakan sebagai bahan minuman tradisional. Penggunaannya sendiri biasa dicampur dengan asam sehingga muncul minuman dengan nama kunyit asam.

Jenis rimpang yang satu ini memiliki kulit luar yang berwarna jingga kecoklatan dengan warna yang terang agak kuning kehitaman.

Sedangkan untuk daging rimpangnya berwarna jingga kekuningan serta memiliki bau yang khas dan rasa agak pahit pedas. Rimpang ini umumnya bercabang membentuk rumpun.

Melansir dari website resmi Pertanian, kunyit mengandung zat kurkumin yang akan memberikan warna oranye khas.

3. Lengkuas (Alpinia pyramidata)

Ilustrasi: Lengkuas/Laos

Jenis rimpang yang satu ini memiliki nama ilmiah Alpinia pyramidata, berasal dari famili Zingiberaceae dan genus Alpinia. Tanaman yang memiliki nama lain laos ini biasa digunakan sebagai pelengkap saat memasak.

Melansir dari website resmi BPPT, rimpang lengkuas memiliki ukuran rimpang yang besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, memiliki diameter sekitar 2-4 cm dan bercabang-cabang.

Bagian luar dari rimpang ini berwarna coklat agak kemerahan atau kuning hijau pucat. Rimpang ini juga umumnya mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras, dan terlihat mengkilap dengan bagian dalamnya yang berwarna putih.

Daging rimpang yang sudah tua umumnya memiliki serat yang kasar. Saat dikeringkan biasanya menjadi agak kehijauan dan seratnya menjadi keras dan liat.

Lengkuas sendiri memiliki rasa tajam pedas, menggigit dan memiliki bau yang harum berkat kandungan minyak atsirinya.

4. Kencur (Kaempferia galanga)

Ilustrasi: Kencur

Kencur memiliki nama ilmiah Kaempferia galanga. Tumbuhan ini berasal dari famili Zingiberaceae dan genus Kaempferia.

Ciri khas dari jenis rimpang ini, yaitu memiliki kulit yang berwarna putih, coklat muda hingga coklat tua. Rimpang ini umumnya memiliki bentuk yang bulat, pada bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya berwarna coklat kekuningan.

Rimpang ini memiliki ukuran yang pendek, bercabang-cabang dan serta mengeluarkan bau yang harum lantaran senyawa aromatik yang berasal dari golongan monoterpen dan seskuiterpen.

Untuk rasanya sendiri, kencur memiliki rasa yang pedas dan khas. Kencur biasanya digunakan sebagai bahan untuk obat tradisional terutama obat batuk yang dapat mengencerkan dahak.

  • Bagikan