Home / Inovasi / Nasional

Jumat, 15 September 2017 - 22:54 WIB

Jimmy Hantu: Tanah Indonesia Rusak Karena Genosida Ecology

Jimmy Hantu [foto: istimewa]

Jimmy Hantu [foto: istimewa]

Mediatani.co – Penemu pupuk Hantu, Sujimin “Jimmy Hantu” menyebutkan rusaknya tanah Indonesia yang subur disebabkan oleh perilaku buruk Yang disebut Genosida Ecology. Hal tersebut disampaikannya saat menyambut siswa-siswa SMK Agri Insani Bogor di kediamannya, Tamansari, Bogor (15/9/2017).

Jimmy menuturkan, seharusnya tanah itu banyak humusnya yang tersusun dari daun dan ranting tanaman. Saat daun banyak seharusnya dikembalikan jadi kompos agar terbentuk humus, tapi nyatanya kebanyakan justru dibuang atau dibakar jadi abu. Justru sampah calon humus dibilang biang petaka dalam lingkungan.

“Ketika tanah mau disuburkan diajarkan memberi pupuk yang hanya menghabiskan humus yang ada ditanah. Makin hari humus habis yang ada tinggal pasirnya bahkan tinggal batunya. Ini praktek pembunuhan pada tanah secara massif.” Terangnya.

Pria kelahiran Sragen yang akrab disapa Jimmy ini menceritakan keresahannya terkait fakta negeri Agraris yang justru petaninya kesulitan mencari atau membuat bibit yang baik, bahkan mempertahankan bibit yang baik juga sangat sulit.

Baca Juga :   Keunggulan Pupuk Organik Untuk Tanaman

“Bagaimana akan mendapatkan bibit keturunan yang baik kalau makanan tanaman calon bibitnya diibaratkan penuh racun. Bukan humus yang dimakan tapi pupuk lain yang di makan.” Ungkapnya.

Jimmy mencontohkan, Ibarat orang yang mengkonsumsi banyak narkoba, miras dan lain sebagainya. Bagaimana akan mampu menjadikan keturunan yang baik, malah yang terjadi adalah keturunannya jadi cacat baik fisik maupun mentalnya.

“Daging yang terbentuk dari yang haram itu haknya neraka. Makan makanan haram akan menjadikan doa tertolak. Sekalipun itu doa dari orang tua mustajabah pada anaknya tetap tertolak” terangnya.

Jimmy memastikan lahan-lahan pertanuan akan rusak jika daun dianggap sampah yang tidak bermanfaat. Sedangkan daun itu kompos subur buat akar tanaman.

Baca Juga :   Online Single Submission Percepat Bisnis Hortikultura, Mentan Luncurkan Tiga Produk Eksport

“ingat, hutan itu penuh humus dan pepohonan, tanpa dipupuk kecuali dari daunnya sendiri yang mampu menghasilkan humus, sumber air bersih, penahan longsor, penahan resapan airnya.” Jimmy Mengingatkan.

Pria 48 tahun ini menyebutkan bahwa bumi beserta isinya akan hancur karena ulah tangan manusia itu sendiri. Olehnya, seharusnya kita mengembalikan alam ini sebagaimana mestinya. Jangan merusak ekosistem dari tanaman itu sendiri jika tidak ingin kehidupan kita dirusak balik oleh alam.

“Saatnya Rakyat Sadar. Saatnya Tiap Jiwa Sadar. Saatnya Semua Akademisi Sadar. Kembalikan ilmu ekology kehidupan jangan kau rombak jika tidak ingin dirimu dirombak oleh kehidupan itu sendiri” Tuturnya.

“Ikutilah jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang diberikan Nikmat” Tutup Jimmy Hantu.

Share :

Baca Juga

Berita

Farmspreneurship Mendorong Generasi Muda “Turun Tanah”

Nasional

Pemuda Rimbo Nunang Gelar Mancing Mania Ikan Larangan
ayam bangkok

Inovasi

Beternak Ayam Bangkok Sebagai Ayam Pedaging, Mengapa Tidak?

Berita

Masyarakat Yapen Timur Kesalkan Aktivitas PT SWPI Cemari Air Laut

Berita

Risiko Beternak Tinggi, Peternak di Mojokerto Diajak Asuransikan Hewan Ternak

Berita

Bulog Sub Divre Kedu Bakal Beli Gabah Lebih Dari HPP

Nasional

Kembali Tanam Padi Rojolele, Patani Delanggu Bisa Panen Hanya 3,5 Bulan

Agribisnis

Petani Inspiratif, Lulusan IPB Ini Sukses Bisnis Tanaman Buah