Pelatihan Pembuatan Pestisida dari Puntung Rokok
Yopin dalam pelatihan pembuatan pestisida dari puntung rokok

Puntung rokok sangat sering menjadi sampah yang diabaikan karena ukurannya yang kecil. Puntung rokok seringkali dibuang sembarangan dan mengotori lingkungan. Yopin, Ketua Bidang Lingkungan Hidup Himpunan mahasiswa islam (HMI) Cabang Bogor, melihat lebih dalam pada manfaat yang lebih besar dari kandungan puntung rokok tersebut.

“Sementara itu, apabila dilihat dari segi nilai manfaat, sampah puntung rokok ini sebenarnya memiliki potensi yang bisa diimplementasikan kepada masyarakat terutama petani. Hal ini berkaitan dengan perawatan tanaman yang harus diberikan pestisida atau pembasmi hama secara rutin.” Tutur Yopin dalam keterangan Pers yang diterima mediatani.co (27/2/2020).

Menurutnya, petani sering menggunakan pestisida kimia, namun penggunaan secara terus menerus dapat menimbulkan bahaya tersendiri. Selain tidak ramah lingkungan dan harga yang mahal, pestisida kimia dapat ikut membunuh musuh alami hama tanaman, serta dapat menyebabkan penumpukan residu kimia dalam hasil panen sehingga akan berbahaya bagi kesehatan.

“Permasalahan ini menjadi peluang untuk memberdayakan limbah puntung rokok sebagai sarana yang murah dan dapat mengendalikan hama pada tanaman.” Ungkap Yopin.

Yopin mengungkapkan bahwa penemuan tersebut berdasarkan berbagai referensi ilmiah yang menjelaskan bahwa kandungan rokok dan puntung rokok. Kelebihan penggunaan pestisida alami dari sampah puntung rokok ini antara lain adalah mencegah kehadiran hama karena baunya yang menyengat, merusak syaraf hama, mengacaukan sistem hormon hama, mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri, serta dapat menyebabkan gangguan metamorfosa dan gangguan bagi serangga.

“Limbah puntung rokok memiliki kandungan nikotin, fenol, dan eugenol yang masing-masing memiliki peran dalam mengendalikan hama pada tanaman. Nikotin bersifat racun bagi organisme (Dayan dan Duke, 2003), sedangkan berdasarkan penelitian Manohara et al. (1993) dan Vaya et al. (1997) menyatakan bahwa eugenol dan fenol berperan efektif dalam mengendalikan patogen tanaman.” Tutur Yopin saat menjelaskan temuannya.

Cara Aplikasi Pestisida Puntung

Yopin menjelaskan cara penggunaan pestisida puntung rokok tersebut ialah dengan mencampurkan cairan puntung rokok dengan air biasa. Komposisi larutan dengan perbandingan satu banding dua. Kemudian pestisida limbah puntung rokok disemprotkan pada tanaman sekitar tiga kali seminggu atau sesuai dengan kebutuhan.

“Walaupun pestisida ini bersifat nabati, kita harus tetap membersihan hasil panen sayur maupun buah sama halnya dengan pestisida alami lainnya agar hasil panen tersebut bisa dikonsumsi dalam keadaan besih” ujar Yopin.

Kegiatan Uji Coba dan Pelatihan

Yopin mengungkapkan bahwa temuannya ini telah diujicoba dan memberikan pelatihan dalam kegiatan Hari Peringatan Peduli Sampah Nasional (22/2/2020) oleh Bidang Lingkungan Hidup HMI Cabang Bogor. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbagunan Mahasiswa Islam (GSMI) HMI Cabang Bogor tersebut menggunakan sampel berupa tanaman yang terpapar serangan hama penyakit. Objek kegiatan tersebut yaitu berupa tanaman cabai dan bibit bunga matahari yang terserang hama dan penyakit..

“Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu peluang besar membantu petani untuk menghemat biaya produksi sekaligus sebagai upaya mengurangi sampah di lingkungan sekitar kita, mengingat bahwa sampah puntung rokok ini sangat mudah didapatkan, dan penggunaaan pestisida alami ini bisa digunakan pada tanaman holtikultura maupun tanaman buah seperti apel dan lainnya” ujar Yopin Kabid LH HMI Cabang Bogor dalam kegiatan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here