Kembangkan Pertanian Organik, Petani Magelang Raup Omzet Miliaran Per Bulan

  • Bagikan
Sumber foto: kompas.com

Mediatani – Pertanian beras organik saat ini mulai dikembangkan oleh petani di dataran tinggi Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dalam perawatannya, mereka menggunakan limbah atau bahan alami.

Dilansir dari laman kompas.com, diketahui ada sekitar lima ratusan petani yang tersebar di sebelas desa di Kecamatan Grabag yang telah beralih ke sistem budidaya pertanian ramah lingkungan. Mereka tergabung di Gabungan Petani Organik (Gupon) Sekarlangit Grabag.

Ketua Gupon Sekarlangit Grabag, Miftahul Fuad menjelaskan bahwa sejak tahun 2014, dia dan ketiga temannya mengajak para petani di daerah tempat tinggalnya untuk menggunakan pupuk organik. Fuad dan teman-temannya membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk mengembangkannya.

Mereka meyakinkan para petani dengan menawarkan solusi bahwa pertanian bukan hanya tentang penggunaan pupuk kimia, tetapi juga bisa dengan pemanfaatan limbah untuk dijadikan sebagai pupuk organik.

Menurut Fuad, memakai pupuk organik itu bukanlah hal yang sulit. Terlebih Kecamatan Grabag ini memiliki banyak hewan ternak yang bisa dimanfaatkan dengan optimal untuk dijadikan sebagai bahan alami pembuat pupuk organik.

Baca Juga :   Punya Kertas Bekas Di Rumah? Yuk Jadikan Pot untuk tanamanmu

“Hasil panen atau produk pertanian yang memakai pupuk organik pun dinilai lebih berkualitas, dan memiliki nilai jual yang baik di pasaran. Terlebih, beras organik kian diminati masyarakat saat ini,” tambah Fuad.

Lahan pertanian organik milik Gupon Sekarlangit sejauh ini sudah berkembang seluas 181 hektar dan diharapkan akan meningkat setiap tahunnya. Hal tersebut juga berdampak pada meningkatnya hasil panen organik yang hasil panennya telah sampai di wilayah Jabodetabek, Semarang, Bandung dan Yogyakarta.

Gupon Sekarlangit ini diketahui bermitra dengan para petani yang ada di Kecamatan Sawangan dengan luas lahan yang totalnya 430 hektare, Kecamatan Tempuran seluas 60 hektar dan Kecamatan Bandongan seluas 210 hektare.

Fuad menjelaskan, beras organik petani yang mampu diserap oleh Gupon Sekarlangit Grabag rata-rata 250-300 ton atau dengan nilai omzet sebesar Rp 3,5 miliar per bulan.

Fuad berpendapat bahwa petani yang bergabung dalam Gupon Sekarlangit ini lebih memperoleh kepastian harga dan penjualannya jika dibandingkan saat dijual ke tengkulak. Meski sempat mengalami penurunan hingga 70 persen saat pemberlakuan PPKM masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :   Kepulauan Socotra, Destinasi Crazy Rich yang Melancong Demi 'Pohon Berdarah'

Sejak didirikan pada tahun 2014 lalu, Gupon Sekarlangit mengalami banyak perkembangan positif. Ditahun 2016, Gupon Sekarlangit berhasil memperoleh sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) Mojokerto dan tahun 2021 ini mendapatkan re-sertifikasi.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara berkesempatan untuk berkunjung di gudang Gupon Sekarlangit di Desa Ngleter, Kecamatan Grabag, Magelang pada Sabtu (13/11/2021).

Pada kesempatan itu, Suahasil menyampaikan, program UPLAND yang dikelola oleh Kementerian Pertanian ini menandakan bahwa pihak pemerintah berupaya untuk mendorong korporatisasi para petani sehingga petani bisa menjadi lebih sejahtera.

Untuk menjadi lebih baik, tambah Suahasil, para petani butuh dukungan pembiayaan. Karena itu, untuk mengatasi hal ini, pemerintah turut hadir dan memberikan solusi terkait pembiayaan.

“Antara lain melalui pinjaman UMi yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan dan dikelola oleh BLU-PIP, serta pinjaman bersubsidi KUR melalui perbankan,” pungkas Suahasil.

Banner Iklan @a2tani.id
  • Bagikan
Banner Iklan Mediatani
Banner Iklan Mediatani