Kementan Beri Bantuan Alat Pertanian ke Korban Erupsi Semeru

  • Bagikan
Sumber foto: sindonews.com

Mediatani – Erupsi Gunung Semeru telah menghujani Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Sabtu (4/12/21). Berbagai lapisan masyarakat kemudian berempati dan memberikan bantuan untuk menolong para korban yang terdampak, termasuk Relawan Pendamping pada Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (PPKPC-RSLI).

Dilansir dari laman suarasurabaya.net, para relawan pendamping RSLI ini tidak hanya sekadar menggalang dana dan bantuan saja, tetapi mereka juga terjun langsung ke lokasi terdampak yaitu di Lumajang tepatnya di posko Kecamatan Candipuro.

Terkait hal ini, Ketua Pelaksana, Radian Jadid menyampaikan bahwa untuk sekarang ini bantuan logistik telah terkumpul. Totalnya diketahui sudah melebihi dari kebutuhan. Bantuan logistik yang telah terkumpul diantaranya adalah air mineral, makanan instan dan pakaian.

“Kebutuhan pengungsian yang masih sedikit terkumpul dan masih perlu diperbanyak adalah susu dan makanan bayi, alat perlengkapan tidur dan alat keperluan mandi cuci, dan peralatan dapur,” ungkap Jadid, Kamis (9/12/2021)

Jadid juga mengatakan bahwa rencananya ke depan bagi mereka yang rumahnya terdampak dalam jumlah banyak membutuhkan kebutuhan dasar penerangan dan kebutuhan dapur umum.

Berdasarkan pantauan di lokasi pengungsian, terlihat tumpukan logistik di beberapa posko. Tumpukan mie instan terlihat paling mencolok.

Sebenarnya untuk saat ini, kebutuhan makanan para pengungsi erupsi semua bisa dikatakan telah cukup atau terpenuhi. Hal ini juga karena telah tersedianya dapur umum yang siap menyediakan makan hingga tiga kali sehari, sehingga mie instan tidak lagi menjadi pilihan utama dan berdampak pada menumpuknya di titik posko bantuan.

Sementara itu, salah satu relawan dari Balai Desa Jarit, Aries Boy mengungkapkan bahwa jika saat ini kebutuhan logistik sudah terlalu banyak. Pihaknya juga sudah tidak mau menerima mie instan sebab stoknya telah membludak.

“Kebutuhan yang mendesak saat ini, kasur, tikar, popok bayi, dan anak-anak juga butuh mainan,” jelas Aries.

Selain kebutuhan pokok, rupanya para pengungsi korban erupsi semeru ini juga membutuhkan alat pertanian. Hal ini karena mereka yang terkena dampak erupsi sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani.

“Yang tak kalah penting alat kerja warga terkait pengembalian mata pencaharian mereka misalnya alat pertanian dan hewan ternak,” tegas Jadid.

Merespon hal ini, diketahui sejumlah petani dan peternak yang terdampak erupsi Gunung semeru telah memperoleh bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

Bantuan itu terdiri dari benih jagung dan padi, bibit kopi arabika dengan luasan sekitar 847 hektare (ha), hewan ternak sapi dan kambing 147 ekor berikut rumput, pakan ternak, konsentrat dan obat-obatan serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan) sesuai dengan harapan para petani yang terdampak.

Bantuan dari Kementan diberikan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) di lokasi pengungsian, Balai Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (7/12/2021).

  • Bagikan